2.06 BUNSAY LEVEL 6 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 6 #Day 2 : Menstimulasi Anak Suka Matematika

Day 2

Pagi tadi, Syahid bangun dan minta mandi. Bangunnya agak siang, sekitar pukul 8 pagi, abinya sudah berangkat kerja. Syahid langsung rekues setelah mandi dia ingin makan nasi, telur goreng dan kecap seperti kemarin.

-_-

Akhirnya selesai ganti pakaian, Syahid ke dapur, mengambil menu rekuesnya itu yang sudah saya siapkan ketika dia masih di kamar mandi.

“Mi, Syahid maem teluur, satu, nasi putih dan kecap.”

Namun karena saya takut gizinya kurang, saya tambahkan saja ayam goreng dan sop yang ada di panci, alhamdulillah tandass..

Selesai sarapan, Syahid mencari ‘objek’ baru untuk dioprek. Kali ini dia minta menurunkan bean bag yang semalam saya letakkan di sepeda pancalnya karena sedang dipel. Akhirnya bean bag saya turunkan, dia duduki di sampingnya dan kembali oprek sepeda lagi seperti biasa.

Project kali ini dia mengambil plastik, diselipkan ke roda supaya bisa bunyi ‘brumm bruuumm’ ketika rodanya dia putar.

Syahid sesekali minta nonton juga, dia lagi senang menghafalkan dialog hafiz dan hafizah di smart hafiznya yang berpetualang ke negeri China itu -_-

Tak berapa lama, dia megobrak abrik isi kulkas mencari buah, nemu tuh setengah bola melon. Diletakkan dengan hati-hati di hadapan saya (di meja) sambil bilang, “Mi, Syahid mau melon.”

Oh, ini mah memang harus dipotong dulu. Saya minta Syahid mengambil pisau dan piring, karena memang sudah tahu letaknya dia ambil dengan hati-hati.

“Syahid mau berapa potong?”

“Dua ya mi, ehh li..maa, lima!” sambil menjarikan kedua telapak tangannya.

Alhamdulillah dia sampaikan dengan baik dan dia hitung pula dan paling penting memang melon lima potong itu habis dia lahap semua hehehe.

Menjelang dzuhur, Syahid kembali rekues.

“Mi, Syahid mau susu dan roti.”

Alis saya terangkat, “Hmm,..mau beli? dimana?”

Syahid tersenyum, kode keras banget wkwkkw, “Beli di ucookk miii..” (ucok : nama pemilik warung)

“Emang Syahid punya uang?”

Syahid langsung menjawab tegas, “Kan pakai uang umi…”

-_-

Baiklah, umipun juga mau jajan susu juga wkwkwkwk.

Akhirnya kami berdua jalan ke warung ucok. Disana Syahid mulai berhitung.

“Mi..roti syahid dua ya, susu kotak dua, sosis dua..”

Dan sambil ngoceh gitu dia juga menghitung, saya coba masukkan hanya 1 biji sosis aja, ehh dia tau wkwkwk.

“Miii..sosis satu lagiii..”

-_- ya ampuun kok udah segede ini sih ngerti jumlah. Baru empat tahun pula nak 🙁 umi gak rela nih Syahid udah secepat ini belajarnya huhuhu.

Selesai ke warung, semua makanan itu dia bagi dua. Awwww so sweet kan, ternyata memang Syahid maunya beli dua buat uminya satu biar samaan xixixii.

Ketika plastik dibuka, dia kumpulkan semua, “Buat ekobik abi ya mi” (ecobrick)

Sayapun mengangguk, kemudian nulis tugas ini.

Mission completed.

Oia, ada logika berpikir yang dia kembangkan hari ini.

  1. ketika mau ke warung, Syahid minta topi. katanya biar enggak panas. kemudian melihat saya membubuhkan bedak, dia bilang “Mi, pakai bedak ya biar gak gosong.” (ini pernah saya jelaskan duluuuu banget waktu dia terheran-heran saya pakai sunscreen, saya jelaskan kalau keluar rumah panas siang hari umi pakai ini supaya enggak gosong, ternyata masih dia ingat. hihi).
  2. ketika perut lapar, dia bilang karena makanan belum ada yang masuk (ini kejadian tadi pagi). logikanya kalau lapar ya makan, sederhana ya, udah masuk, bukannya marah karena lapar, tapi berusaha menyampaikan apa yang dia rasa dan apa yang ingin dia makan, by rekues gitu biar lahap katanya).
  3. project sepeda dan rekamannya yang sejak kemarin dia banggakan, wkwkwk. Jadii setiap ada bunyi-bunyian baru, Syahid merekamnya di walter.

Kini, selesai melahap semua camilan, Syahid kembali ‘rekaman’ asmaul husna yang dia setel di smart hafiz. Biasanya tak lama lagi dia tertidur sendiri di kamarnya. Bobo siang.

Have a nice day, jum’at mubarok 🙂

Semoga esok lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *