2.06 BUNSAY LEVEL 6 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 6 #Day 6 : Menstimulasi Anak Suka Matematika

Day 6

Hari ini Syahid sekolah PAUD, saya ngajar senam yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama ortu murid, ngeliwet.

Dari awal berangkat, Syahid sudah memecahkan sebuah pilihan. Di sebelah gang rumah memang banyak sekali kotoran kucing yang menumpuk. Di jalan yang agak tengah, enggak dekat banget. Namun Syahid memberitahu, “Mi, lewat gang sebelah lainnya aja, jangan disitu, banyak ee kucing.”

Waw, ternyata Syahid sudah bisa mendeteksi jalan mana yang medannya oke. Baiklah, kamipun berjalan ke gang sebelahnya lagi menuju PAUD.

Di PAUD, syahid enggak ikut senam. Anaknya lebih suka bermain di perosotan.

Ketika kudapan sehat bersama temannya, dia tidak mau makan karena sebelum berangkat memang sarapan terlebih dahulu. Tapi dia ambil inisiatif, pudingnya dia tancapin sendok, katanya “Mi, ini lilin, ada satu” (sedang berimajinasi).

Setelah pulang sekolah, Syahid saya ajak mengantar temannya pulang dan membawa teko serta gelas untuk dikembalikan. Syahid menurut dan baik sekali.

Setiba di rumah, kepala saya keliyengan, saya minta izin untuk istirahat dulu. Syahid memeriksa kening saya, khawatir dan akhirnya dia membaca buku menghibur saya, setelah itu dia bermain sendiri di kamarnya.

Ketika saya bangun, sholat dzuhur saya lihat Syahid tertidur pulas dengan celana yang berbeda. Artinya, dia berganti celana sendiri ketika kebelet pipis tadi. Syahid tidak membangunkan saya mungkin pikirnya kasihan umi, udah sakit lelah.

Ketika Syahid terbangun, dia langsung lari ke saya. Saya kira dia nangis karena kaget, ternyata dia bilang gini.

Syahid : “Mi, umi kepala pusing?” (masih pusingkah?)

Saya : “Alhamdulillah udah mendingan hid, tapi ini lidah umi jadi terasa pahit.”

Syahid : “Mi, Syahid kasih madu ya, madu kan manis supaya umi sembuh.”

MasyaaAllah dia belajar sebab-akibat, jika lidah pahit, olesi madu. Dan betul itu, Syahid ke dapur mengambil madu, sendok dan segelas air, dia berikan ke saya. Terharu rasanya, ini anak masih empat tahun dimana rasa empati ke uminya sudah tinggi.

“Mi, minum madunya, terus air putih, supaya sembuh.”

Tidak hanya memberi minum, dia juga memperlihatkan karyanya dan menghitungnya. Mungkin ingin menghibur.

Syahid : “Mi, lihat ini cap tangan Syahid..”

Saya : “Waah iya hid, bagus ya,”

Syahid : “Ada 3 mi, ini yaa satuu..duaa..tiga…”

*Dalam hati, wah alhamdulillah dia berhitung, artinya tugas hari ini bisa saya kumpul hehe.

Ternyata Syahid juga membuat project penggilingan. Kipas yang belum diservis dia jadikan baling-baling dan seolah menggiling makanan (dia ambiil beberapa cookies) dan dia adon sendiri. Bagus sih, tapi yhaa jadi basah semua (tidak terdokumentasi).

Sore hari, Syahid bermain busa. Dia bikin sendiri dia aduk sendiri di kamar mandi. Alhamdulillah untuk hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *