2.07 BUNSAY LEVEL 7 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 7 #Day 1 : Semua Anak adalah Bintang

Introduction day-1

Bismillah, akhirnya menginjakkan kaki di level baru, level yang membuat saya terus instropeksi karena tema kali ini cukup menantang sekaligus menggairahkan.

Bagaimana tidak menggairahkan? saya seringkali tanpa sadar lupa bahwa penting mengingat dan menjadikan kebiasaan bersikap penuh dan hadir utuh kepada anak, sesulit apapun kondisinya. Apalagi di zaman emak-emak di rumah enggak hanya fokus mendidik anak, namun juga bekerja dari dalam rumah, tentu tema ‘semua anak adalah bintang’ patut saya highlight kembali di meja kerja. Bahwa sesibuk apapun, anak tetap yang utama (semoga bukan hanya menjadi formalitas namun juga penting menyentuh sisi feminitas- rasa keibuan- saya. Abis dapat materi feminitas berasa nyess).

Deg-degan menuliskan intro kali ini. Namun penting juga saya paparkan kepada diri saya sendiri alasan penting mengapa game level kali ini sungguh istimewa.

Game kali ini sebenarnya -saya rasa- sasaran utamanya justru saya pribadi sebagai orangtua, sebab sayalah sebagai orangtua yang menjadi peran sentral terhadap bersikap dan membentuk pribadi anak. Jika saya beres, insyaaAllah anak jugalah yang merasakan, istilahnya ‘mama tenang, anak senang’.

Semua Anak adalah Bintang

Sebuah fakta ilmiah yan telah diungkapkan oleh Dale Carnagie dalam buku klasik You and Heridity telah membutikan bahwa di antara tiga ratus miliar kemungkinan, hanya ada satu kemungkinan yang akan lolos akan menjadi seorang anak manusia. Dengan kata lain, ada sekitar tiga ratus miliar saudara kita yang tak lolos seleksi. Yang lolos hanya satu, yaitu anak kita. Oleh karena itu, anak ini memang bukan sekadar dia lahir begitu saja, anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang senantiasa membuat saya menjadi banyak belajar. Hal ini menjadi pengingat kuat kepada saya pribadi bahwa kehadiran anak jangan pernah disia-siakan. Apalagi ditelantarkan (dengan dalih sibuk, hiks).

Lelah itu pasti, saya akui, kadang butuh juga waktu untuk sekadar melepas penat tanpa hiruk pikuk badai pikiran. Namun rezeki terindah memang hadirnya seorang anak, sebab darinya saya akui, saya belajar banyak hal dan menjadi sosok yang membuat saya pribadi selalu berusaha memperbaiki diri setiap hari. Saya harus belajar berbagai macam profesi sekaligus dalam satu waktu, menjadi lebih banyak membaca, menjadi lebih banyak bersikap dan menata hati supaya anak mampu menyerap yang baik-baik (insyaaAllah).

*Ya Allah Nak, kok jadi melow ya umi :’)

Banyak ceklis yang sebenarnya saya tujukan ke diri sendiri. Itulah mengapa hari ini, saya buat tabel seperti pada game level sebelumnya, tabel untuk saya centang. Saya berharap tabel ini mampu membuat diri saya pribadi istiqomah memenuhinya.

Day 1

Aktifitas Anak Day-1

Saya melakukan discovering ability (penyelam dari kemampuan anak) menyimpulkan bahwa aktifitas anak saya enggak jauh-jauh dari tabel diatas. Saya lakukan observasi per tanggal 23 yang saya laporkan hari ini tgl 24 supaya rutin pagi/siang saya submit. Jika menunggu agenda di hari ini, bisa jadi saya post malam dan itu melelahkan.

Kemarin, Syahid sejak pagi berusaha enjoy bermain sendiri. Awalnya bermain sepeda Lama-lama bosan, alhamdulillah di rumah enggak ada TV dan Syahid sama sekali enggak pegang gadget. Syahid lebih memilih bermain lego bricks.

Menjelang dhuha, Syahid bermain pistol air. Dia semprotkan ke roda sepeda, katanya “Mi, Syahid nyuci sepeda.”

Well, permainan air itu meningkat pesat. Selesai sepeda terjadi dialog :

Syahid : “Mi, Syahid mau nyuci mobil.”

Saya : “Mobil? mobil siapa?” (kami enggak punya mobil, Syahid pun hanya punya sepeda)

Syahid : “Mobil Syahid di depan.”

Syahid Gembira

Saya terus amati, ternyata dia menyuci jendela kamar depan -dari luar. Imajinasinya luar biasa ya wkwkwk.

Selesai mencuci, dengan begitu rajinnya, hingga kinclong betul tanpa meninggalkan jejak busa. Syahid ganti baju dan tidur.

Bangun tidur siang, dia bermain potongan ranting bambu kuning yang dia pungut pagi-pagi di depan.

Pohon itu sungguh memenuhi ruang, akhirnya saya beres-beres potongan daun yang berserakan, saya buang ke depan rumah. Eaalaaah, Syahid pungut lagi. Well, saya biarkan saja akhirnya.

Sore menjelang maghrib, Syahid bantu angkat jemuran. Ini agenda rutin dia setiap hari. Disamping itu juga ngasih makan kucing liar dan membersihkan meja belajarnya sendiri.

Malam hari, Syahid berjalan ke depan rumah. Tempat saya mengeluarkan kipas angin yang sudah enggak kami gunakan di rumah. Syahid pungut lagi, ya Allah, rasanya ingin teriak, tapi saya tahan. Kata Abi, “Biar Mi, kayaknya dia mau main baling-balingnya.”

Dugaan kami salah, ternyataaa Syahid ambil obeng, dia oprek itu bautnya. MasyaaAllah. Akhirnya abi sedikit bantu untuk melonggarkannya agar dia mudah ngopreknya.

Abi bantu Syahid membuka baut

Total hari pertama kegiatan yang membuat binaran matanya terpancar indah adalah : binaran saat mencuci ‘mobil’ jendela depan rumah, bermain ranting pohon bambu dan ketika ngoprek kipas.

Senang sekali bisa ngoprek kipas
Hasilnya

Demikian laporan agenda hari pertama, semoga bintang kecilku semakin terang dan memancarkan cahaya yang hangat dan penuh kebaikan. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *