2.07 BUNSAY LEVEL 7 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 7 #Day 11 : Semua Anak adalah Bintang

Introduction day-11

Agenda hari kesebelas agak kacau karena ada pembatalan disana-sini. Rencana pagi saya ajak anak ngaji, agenda batal. Kemudian siang mau kondangan juga enggak jadi. Endingnya saya hanya duduk di depan laptop, membersamai anak yang minta nonton.

Weekend enggak selalu identik dengan agenda bersama atau berlibur. Banyak pekerjaan online yang harus saya kebut di hari ini. Belum lagi sejak pagi, suami langsung pesan grab untuk menghadiri dua agenda seminar yang harus diisinya. Padahal saya juga ingin ikut, tapi ya itu tadi, karena saya kira ngaji rutin agenda sudah fiks, nyatanya batal setelah suami berangkat. Jadi kecewa sendiri.

Aktifitas Anak day-11

Enggak ada yang istimewa selain kami menjanjikannya ke kebun binatang ragunan di hari minggu. Anak pun memaklumi walaupun dia agak sebal juga karena sudah beberapa pekan ini batal ke Ragunan.

Well, semoga enggak batal lagi ya sayang.

Kejadian unik hari ini bermula dari subuh. Di kulkas, tepat saya buka ada seekor cicak masuk kedalam. Bersembunyi di middle refrigerator. Saya merasa geli sekaligus jijik, namun suami bisa mengeluarkan cicak tersebut sebelum berangkat pukul 6 pagi.

Saya dan Syahid sarapan teh dan pisang goreng. Menjelang siang, perut terasa lapar. Paling simple ya ceplok telur, itu pikir saya, karena saya ingat, kemarin sore abi membeli telur di kantong goodie bag warna ungu. Maka saya pun bergerilya di dapur.

Seingat saya, goodie bag itu ada di rak atas, lemari pantry, namun enggak ada itu wujud telur. Saya cari, kemanamana, nihil, saya bingung, dimana sih telurnya. Akhirnya enggak ada cara lain, saya tanya ke Syahid. Sebab sehari-hari dia dan abinya yang ngoprek dapur.

“Hid, tau telur dimana nggak?”

Syahid jawab dengan santai, sungguh santai sambil ngemil, “Disana mi.”

Heh? dimana? disana mana? mbok yang jelas lah. Aku bergumam, menunggu.

Kemudian Syahid menunjuk sebutir telur di lantai bersebelahan bean bag. Oke, segera saya ambil, saya mengira telur sedang dia mainkan, hanya sebutir. “Sisanya mana Hid?”

“Di kulkas mi, di pintu kulkas, ada di dapur.”

Segera saya buka pintu kulkas. Ealaaaahhhh mbok yaa dari tadi lah saya buka kulkas. Ini efek insiden cicak masuk kulkas jadi enggak melirik kulkas sama sekali. Terimakasih ya sayang. Sebenarnya jarang sekali menaruh telur di kulkas apalagi di pintunya, tapi kayaknya memang Syahid tahu betul dia menata segala sesuatu dimana.

-_-

Akhirnya kami makan siang telur ceplok yang agak gosong.

Semua Anak adalah Bintang

Sore hari, setelah mandi, Syahid minta telur lagi. Kali ini abi yang masak. Syahid turut membantu juga. Kemudian dia makan sendiri, wkwkwk.

Malam hari, makan di luar bersama abi. Pergi kondangan sekaligus makan malam.

Demikian agenda hari ke-11. Berikut laporannya :

  • Umi meluangkan waktu membersamai anak (70%)
  • Umi tidak mengeluarkan energi negatif di depan anak (100%)
  • Umi tidak ngomel, umi sabar (100%)
  • Anak mampu mengungkapkan perasaannya (90%)
  • Binar mata anak memancarkan antusiasme dan keceriaan (100%)
  • Abi mendukung kegiatan anak dan membantunya (50%)
  • Anak bebas eksplorasi sesuai apa yang diinginkan (50%)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *