IBU PROFESIONAL KELAS BUNSAY LEVEL 7

Game Bunda Sayang #BunSay Level 7 #Day 13 : Semua Anak adalah Bintang

Introduction day-13

Hari ini agak melelahkan, dari pagi ke paud. Ada kunjungan dari ibu-ibu kementrian BPN (ikawati) yang hendak meninjau. Kondisi paud juga lagi sepi, muridnya tinggal sedikit, banyak yang lulus, banyak yang pindah ke bimba, sungguh kondisi yang enggak ideal. Namun apa daya, saya sebagai relawan -guru tanpa bayaran- tentu mau nggak mau harus hadir juga di agenda tersebut.

Saya santai aja sebenarnya jadi tukang dokumentasi, tapi mau nggak mau ke depan juga harus berpikir lebih sebelum pindah rumah. Mau dibawa kemana paud itu kelak? kasihan bangunannya, udah bagus tapi kalau enggak dikelola ya sayang.

Itu sedikit intro aja, saya sendiri hendak mengurangi beberapa aktifitas yang mubazir. Aktifitas yang membuatku enggak berkembang, maka pelan-pelan akan aku tinggalkan. Ada hal yang lebih penting dari itu semua, yakni kebersamaan bersama keluarga dan memandang masa depan. *eaaaak

Aktifitas Anak day-13

Syahid bangun agak siang, tepatnya pukul 8.30. Mandi pagi dan langsung ganti seragam menuju paud. Sebelum ke paud, dia minta beli roti dan susu di warung. Oke, allright, saya antar dan langsung ke paud. Eh tiba di paud lupa kamera enggak dibawa, akhirnya balik lagi, ambil kamera di rumah dan langsung kembali ke paud.

Di Paud, Syahid agak kurang mood. Terbukti dia kurang antusias melihat kehadiran tamu di paud. Antara ngantuk, ogah-ogahan dan terpaksa maka jadilah Syahid yang enggak mau diatur tadi disana. Apalagi dia habis jatuh saat lari-lari waktu kembali ke paud-setelah ambil kamera. Di Paud dia bermain perosotan dan ayunan aja.

Selesai agenda paud, Syahid pulang, tiba di rumah langsung pipis dan ganti celana. Syahid saya minta istirahat, bukannya istirahat, dia minta baca buku bareng. Boardbook huruf hijaiyah dan serial koksi yang dia ambil dan buka.

Kemudian dia membuat kue hijau, sesuai rekuesnya, Syahid yang mengolah sendiri, sempat terlalu banyak air, saya tambahkan lagi tepung. Dengan suka cita dia memainkan perannya, sebagai chef.

Gelar chef hanya bertahan setengah jam, selebihnya dia bermain air. Mengambil botol parfum, kemudian diisi air, dia semprotkan ke jendela kamar, ambil lap dan mengelap kaca yang sudah kinclong.

Enggak bertahan lama juga, Syahid melirik tanah di area petak pembibitan lahan terbatas di halaman. Dengan suka cita, dia ambil loyang diam-diam dari dapur, masak tanah campur air.

Setelah sholat asar, sekitar pukul 4 sore, Syahid bosan, dia nimbrung ke kamar, nonton bbc news bareng saya, streaming di youtube. Kepala saya agak pening, tertidur, kemudian saya sadari, Syahidu ikutan tertidur pula di samping saya.

Kami bangun pukul 5.15 sore dan lanjut mandi, makan malam dan Syahid kembali membuat adonan kue (lagi).

Semua Anak adalah Bintang

Demikian agenda di hari ke-13.

  • Umi meluangkan waktu membersamai anak (ya)
  • Umi tidak mengeluarkan energi negatif di depan anak (ya)
  • Umi tidak ngomel, umi sabar (setengah sabar)
  • Anak mampu mengungkapkan perasaannya (ya)
  • Binar mata anak memancarkan antusiasme dan keceriaan (ya)
  • Abi mendukung kegiatan anak dan membantunya (setengahnya)
  • Anak bebas eksplorasi sesuai apa yang diinginkan (ya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *