2.07 BUNSAY LEVEL 7 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 7 #Day 2 : Semua Anak adalah Bintang

Introduction day-2

Anak adalah master piece (karya agung) sang Pencipta, Allah SWT, yang dititipkan kepada kita. Dalam diri anak telah mengalir darah kita yang tentunya akan melanjutkan estafet kehidupan di masa yang akan datang.. Anaklah yang menjadi harapan sentral untuk melanjutkan perjuangan orang tua. Ketika orang tua telah tiada, hanya anak yang diharapkan selalu menangis mendoakannya. Bukan tetangga, apalagi hanya orang lain di sekeliling kita.

Hari kedua tantangan kali ini, banyak hal yang perlu saya perbaiki lagi. Bahkan saya harus mengubah jadwal keseharian dari full time working mom at home menjadi full time mom at home (walau ini sulit). Salah satunya adalah saya kerjakan tugas ini di waktu subuh atau pagi sebelum anak terbangun atau aktif bermain.

Saya akui, hal ini jauh lebih melegakan dibanding semester lalu yang saya kebut tugas setiap siang atau malam hari. Tenaga saya terkuras dan menjadi kurang efektif dalam membersamai anak.

Semua Anak adalah Bintang

Hari kedua, saya sangat perlu stok jatah sabar untuk menjadi partner anak yang mulai kritis mengamati dan sedikit protes. Usia empat tahun memang fase anak membuktikan diri dia mampu dan bisa. Hanya saja saya pribadi perlu banyak menahan diri agar bersabar tidak terlalu banyak ‘ikut andil’ dalam fase pembuktiannya tersebut.

Hal paling efektif dan cukup ampuh tatkala anak mulai berkreasi dengan sedikit keunikannya, saya harus terus ‘on the track’ mengingat semua kelebihan dan kebaikannya serta berucap ‘otak anak masih bersambungan, sabar, sabar.’ Namun untuk hari kedua, terpaksa saja saya ada bolongnya. Ada sedikit omelan yang belum mampu saya tahan sepenuhnya, walaupun omelan wajar ala emak-emak- tapi ini sungguh ingin saya ubah- kayaknya sebab hormon juga (hmmmmm, harusnya enggak jadi alasan klasik) karena saya lagi datang bulan. Walaupun hanya sebentar saya ngomel, tetap saja ini menjadi pengingat diri bahwa saya harus belajar lagi dan lagi.

Rekap day-2

Aktifitas Anak day-2

Agenda pagi setelah Syahid minum susu dan ngemil, dia bermain bebas. Kemudian menjelang siang saya coba rekam video, sayangnya failed. Anaknya sulit dikondisikan, namun tetap ada hasilnya juga. Saya ajak rekam video dua kali, memotong melon dan membaca buku favorit. Rencana saya unggah di youtube tapi filenya belum diedit.

Rekaman siang

Sore hari setelah mengangkat jemuran bersama-sama, Syahid membantu saya menyapu rumah dan juga menata barangnya, dia izin bermain potong rumput. Awalnya potong kertas, lama-lama bergerak ke depan rumah dan dia merasa happy.

Syahid sudah enggak mau lagi dikasih barang etok-etok, maunya yang asli. Gunting pun ya gunting asli, bukan gunting anak-anak (gunting kertas fibercastlenya).

memotong rumput dengan hati gembira

Syahid sangat menikmati apa yang dia kerjakan, selama enggak dalam bentuk paksaan. Bahkan saya ajak dialog, “Apakah Syahid senang hari ini?”. Dijawabnya, “Iya mi, suka, Syahid suka.” (Suka = senang).

“Syahid suka, Mi”

Kemudian dia mandi sore, kembali bermain bersama saya. Menjelang maghrib, abi nelpon mau makan apa (beli lauk). Syahid menerima telponnya dan dengan lugas dia menjawab, “Syahid mau ayam kriuk bi. Maem ayam kriuk.”

Akhirnya Abi membawakannya ayam kriuk sesuai rekuesnya dan dia senang. Kami makan bertiga ditemani seekor kucing yang rutin berkunjung setiap jam makan. Syahid paling suka jika disuruh memberi makan kucing.

Malamnya dia bermain memasak-masak (tomat dan wajan wook beneran dari dapur dia bawa ke ruang tengah- seperti biasa- enggak bakal bisa lepas dari agenda cooking time- udah kayak me timenya anak) ditemani abi. Kemudian berlanjut membaca buku bersama abi dan bercerita tentang aktifitas seharian. Hingga pada akhirnya dia tertidur.

Demikian agenda di hari kedua, semoga esok lebih baik. Amiin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *