2.07 BUNSAY LEVEL 7 DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 7 #Day 6 : Semua Anak adalah Bintang

Introduction day-6

Hari ini saya ingin merangkum dari sebuah kajian online. Membahas tentang ketangguhan sebagai ortu. Hal ini masih erat kaitannya dengan topik semua anak adalah bintang. Sebab menjadikan anak bersinar, membutuhkan energi besar dari sosok orangtua yang tangguh.

Setiap orang sebagai orangtua pasti diuji ketangguhannya dari faktor yang berbeda-beda. Ketika seseorang menjadi orangtua, ia akan membawa kombinasi yg unik dari sifat dan pengalaman. Orang dewasa juga memiliki keragaman dilihat dari tingkat kematangan, energi, kesabaran, kecerdasan dan sikap. Karakteristik ini akan berpengaruh pada sensitivitasnya terhadap kebutuhan anak, harapannya terhadap dirinya dan anaknya, dan kemampuannya untuk mengatasi tuntutan dari perannya sebagai orangtua.

Sejarah perkembangan masa lalu kita -sebelum menjadi orangtua, sejak masa kanak-kanak- akan berpengaruh besar. Belum lagi, ketika ketangguhan orangtua diuji oleh faktor eksternal diluar dirinya. Yang pasti ditemui adalah faktor pasangan, suami atau istri kita yang pasti memiliki karakteristik yg berbeda dengan kita. Kepribadiannya, sejarah pengasuhannya, dan seterusnya. Pasti butuh penyesuaian baik dalam hubungan pernikahan dan cara pengasuhan terhadap anak.

Bagaimana cara menjadi orang tua tangguh?

Menurut Bu Yosi Molina (Psikolog), caranya sebagai berikut :

  1. Kita mesti kuatkan faktor internal kita dulu. Harus deal dulu dengan masa lalu. Misalnya: setelah baca teori atau wawasan parenting ideal. Kita bisa menilai ternyata cara pengasuhan orangtua kita dulu kurang tepat. Ingatlah, tidak ada gunanya menyesali dan menyalahkan orangtua. Karena hal ini akan menjadi beban di kaki dan di pundak untuk bisa bergerak dan move on ke arah parenting yang positif karena pikiran kita masih dipenuhi hal negatif. Apalagi kalau setelah jadi orangtua kita masih tinggal dengan orangtua kita. Sehingga, terkadang praktek parenting terdahulu masih berlangsung ke level cucu. Nah disini benar-benar sangat diuji ketangguhan untuk deal dengan kondisi orangtua kita yang terkadang di luar kontrol kita atau tidak mungkin kita kendalikan.
  2. Ketika merasa diri atau kepribadian kita tidak dalam kondisi prima. Misalnya punya kecemasan, pikiran negatif atau sering bermasalah atau konslet dg orang lain terutama pasangan. Segera cari bantuan. Jangan segan-segan untuk konsultasi dengan psikolog dewasa atau konsultan pernikahan. Hal ini sangat mengganggu tumbuh kembang anak dan kebahagian hidup kita.
  3. Dengan pasangan meski terbuka, tidak ada satu hal pun yang perlu ditutupi. Bukankah pakaian kita pun sudah lepas dihadapan pasangan masing-masing. Nah, hal ini juga berlaku dengan keterbukaan diri tentang berbagai hal seperti masa lalu, dan masa yang akan datang. Ketika masih ada yang kita tutupi, berarti itu gejala ada yg tidak beres dalam hubungan. Segera selesaikan, bicarakan sampai tuntas dan lega. Karena kalau ditahan bisa membesar dan seiring dengan waktu makin membesar dan meledak. Selama ini belum tuntas, kita gak bakal tangguh sebagai orangtua.
  4. Peran pasangan sangat signifikan. Suami istri harus membangun tim yang tangguh dan saling menguatkan. Mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing adalah kunci kesuksesan untuk berhadapan dengan anak. Ketika sebagai ibu, sedang dalam tekanan, belum sepenuhnya mampu mengendalikan diri ketika berhadapan dengan anak, maka ayah mesti tanggap mengambil alih untuk menetralisasi keadaan. Begitu pun sebaliknya.
  5. Haram hukumnya, untuk menyalahkan/mengkritik pasangan didepan anak. Karena dapat menjatuhkan wibawa pasangan sebagai orangtua dimata anak. Secara otomatis,ketangguhan pasangan sebagai orangtua akan sulit dibangun untuk mengasuh anak tersebut. Apalagi sampai curhat ke anak tentang kelemahan pasangan. Hal ini tidak saja menghilangkan wibawa pasangan, tapi juga bisa merusak kepribadian si anak yang bingung mencari figur atau model tuk identifikasi dirinya.
  6. Terakhir, selain berdamai dengan masa lalu dan tuntas menyelesaikan masalah masa sekarang yang dihadapi, sebagai orangtua juga harus tangguh dan siap menghadapi masa depan anak yang terkadang penuh misteri juga. Anak-anak dianugerahi Allah komplit dengan segala keunikannya. Nah, kita juga harus siap menghadapi ujian Allah melalui anak-anak kita ini.

Aktifitas Anak day-6

Sebelum berangkat, minta sarapan burger, dia bikin sendiri dan menyusunnya di meja.

Kegiatan hari ini, anak PAUD, dia membantu saya dan kooperatif setiap diminta tolong. Terutama kepekaan dia setiap saya butuh sesuatu, misanya saya tersedak makan, dia ambilkan minum, saat saya haus, diambilkan juga minum dengan secepat mungkin, saat terdengar rintik hujan mau jatuh, dengan cepat pula memberitahu. Syahid anak yang sholih dan sayang.

Bahkan dia berani belanja sendiri, saya amati dari paud saat dia bertransaksi dengan tukang jual kue laba-laba.

Kemudian saya dekati, memastikan dia benar belinya, karena hanya bawa uang dua ribu receh hehe.

Di saat pelajaran menempel pun ternyata dia mau mengikuti. MasyaaAllah, ini jarang terjadi. hihi.

Syahid juga bergembira bermain bersama temannya.

Semua Anak adalah Bintang Day-6

  • Umi meluangkan waktu membersamai anak (ya)
  • Umi tidak mengeluarkan energi negatif di depan anak (80%)
  • Umi tidak ngomel, umi sabar (80%)
  • Anak mampu mengungkapkan perasaannya (ya 100%)
  • Binar mata anak memancarkan antusiasme dan keceriaan (100%)
  • Abi mendukung kegiatan anak dan membantunya (50%)
  • Anak bebas eksplorasi sesuai apa yang diinginkan (100%)
day 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *