DAILY

Game Bunda Sayang #BunSay Level 8 #Day 1 : Cerdas Finansial Sejak Dini

Introduction

Bismillah, memasuki hari pertama, tanggal 20 November 2019, saya setor kegiatan yang sudah saya observasi kemarin, selasa 19 November 2019. Ke depan, saya juga melaporkan kegiatan game level di hari -1 observasi. Tujuannya agar saya fokus pada tema, tidak pada laporan semata. Jika hari ini saya melaporkan kegiatan hari kemarin, rasanya jauh lebih ringan untuk mendalami agenda observasi dibandingkan harus melaporkan di hari-H sekaligus (tentunya ini berkaitan dengan manajemen waktu saya juga).

Baiklah, langsung saja.

Pada tema kali ini, saya jadi sedikit flashback terhadap pelajaran yang pernah Bunda Elly Risman sampaikan dalam topik bijak mengenalkan uang pada anak sejak dini. Khusus anak balita, bunda Elly menyarankan untuk memahami kinerja otaknya sehingga belum tepat untuk mengenalkan konsep menabung di usia ini. Itulah kenapa saya tidak menggunakan agenda ‘menabung’ pada kolom kegiatan.

Namun sebelumnya, izinkanlah saya menceritakan kronologi dari keputusan kegiatan tersebut, sebab pada lembar tantangan terpampang jelas untuk mengajarkan anak menabung, namun tidak saya lakukan.

Hal utama yang perlu diketahui bersama (ini juga pernah saya ikuti kelas neuroparenting dengan dokter Amir Zuhri) bahwa otak anak-anak belum sepenuhnya bersambungan. Usia 0-2,5 tahun hanya ada 1 trilyunan sambungan, kemudian semakin pesat tergantung stimulasi yang diterima.

Menurut Bunda Elly Risman, mengenalkan uang pada anak memang sebaiknya sejak dini, namun dengan konsep yang bertahap sesuai kadar sambungannya.

Anak 0-2 tahun belum bisa dikenalkan secara langsung karena mereka ada pada fase eksplorasi sensoris, intinya belum bijak mengenalkan uang pada mereka.

Anak diatas 2 tahun hingga 3 tahun mulai bisa diajarkan konsep uang sebagai nilai tukar. Namun konsep ini bukan mengenalkan nominal atau langsung lompat ke menabung, karena mereka enggak akan memahami itu, jika dipaksakan cukup membahayakan sambungan otaknya. Namun disini dikenalkan bahwa ini uang merupakan nilai tukar, hanya bisa diperoleh dengan cara yang bagus, bersih, namun cara mendapatkannya enggak mudah. Hanya saja benda ini kotor, sudah dipegang tangan banyak orang, berputar dari satu tangan ke tangan lain, sehingga tidak boleh dimasukkan ke mulut dan tidak boleh dimainkan/disentuh sembarangan.

Usia 3 tahun keatas mulai bisa dilibatkan, bisa diajak membuka kulkas, berdialog bahan mana yang akan dibeli, berbelanja ke warung hingga membuat list belanja ‘versi anak’.

Inti dari pengasuhan adalah ‘kebiasaan dibentuk’ dan ‘pengalaman yang ditinggalkan’.

Anak usia dini tentu fase belajarnya dengan melihat, dalam hal ini, bagaimana kita memperlakukan uang kita, maka mereka akan mencontohnya.

Anak usia dini (0-5tahun) juga belum mengenal nominal uang, mereka tahunya uang adalah sebagai nilai tukar. Titik.

Jika sudah masuk usia 5tahun keatas, disinilah konsep ‘spending money‘ mulai bergeser ke ‘money management‘ dan ‘earning money‘. Dalam hal ini, konsep menabung masuk kedalam money management.

Konsep tabungan dikenalkan oleh islam, jika anak sudah masuk usia tamyis. Dalam konsep yang disampaikan Bunda Elly Risman juga demikian. Menabung masuk kedalam tahapan setelah anak mengenal perencanaan keuangan. Intinya adalah mereka harus paham dulu apa yang mendasari mereka menyimpan uang kedalam tabungan, bukan tanpa tujuan sama sekali atau hanya sekadar saving money.

Untuk uang yang diberikan kepada anak, agar mereka atur, masuk di usia 7 tahun keatas. Bertahap dikenalkan ‘jatah uang jajan’ dari usia 5 tahun. Kemudian naik level dengan memasukkan ‘uang saku’ harian, kemudian pekanan hingga pada akhirnya uang bulanan. Bahkan idealnya, menurut Bunda Elly, anak diatas 7 tahun sudah dikenalkan konsep ‘earn’ (mendapatkan uang dengan usaha yang baik).

Perbedaan Uang Saku VS Uang Jajan

Banyak yang salah kaprah terhadap pemberian uang kepada anak (terutama usia sekolah), terkait jatah uang saku. Uang saku berbeda dengan uang jajan. Konsep uang jajan biasanya lebih menempel kepada anak usia preschool (balita) karena tujuan uang jajan adalah untuk membeli makanan dan minuman.

Adapun anak yang diberikan uang saku, disana sudah mulai masuk konsep money management, biasanya berusia 8 tahun sudah bisa mengatur ini. Yakni meliputi kebutuhan mereka seperti uang iuran kelas, ongkos, makan dan minum (jika membawa dari rumah, biasanya dialokasikan menjadi uang snack), uang yang dibutuhkan seperti membeli buku bacaan di luar buku wajib, sehingga memungkinkan mereka membuat pos-pos pengeluaran, ada amplop-amplop yang disiapkan.

Dari penjelasan itu, saya simpulkan bahwa uang yang saya jatahkan kepada anak saya adalah uang jajan (karena dia hanya memiliki tujuan membeli makanan dan minuman). Adapun untuk kebutuhan di luar itu, 100% kami arahkan bersama, lagipula, misalnya untuk mainan, anak saya termasuk anak yang ‘mudah berkreasi’ sehingga mainannya sehari-hari lebih dia sukai jika mendapatkan langsung dari alam.

Pada dasarnya, mengajarkan konsep finansial pada anak butuh proses, enggak bisa bergegas, terburu-buru. Itulah kenapa saya enggak memilih konsep menabug karena anak saya masih dibawah lima tahun, lagipula kerja otaknya juga belum sampai kepada maksud ‘makna menabung’ itu sendiri. Itulah kenapa agenda menabung enggak masuk pada tabel observasi,

Kegiatan yang Dilakukan (Day 1)

Hari selasa, jadwal ke PAUD. Syahid berangkat pagi bersama saya, di kantong baju saya membawa uang 20ribu rupiah.

Sebelum masuk PAUD, saya mampir membeli nasi uduk ke tetangga, kebetulan disampingnya ada orang berjualan roti. Syahid tertarik membeli, dia menyampaikan bahwa ingin memakan roti yang dia tuju. Saya memberinya uang 5ribu, selesai membayar dan membawa makanannya, dia lari begitu saja, kemudian penjualnya memanggilnya bahwa uang itu ada kembaliannya, 2ribu.

Bagi Syahid, uang kertas berapapun itu di matanya sama saja. Toh bisa ditukar dengan roti, hihi. Sebab anak balita memang belum memahami nonimal uang itu.

Tiba di paud, saya minta dia mencuci tangan, karena sudah bersentuhan dengan uang. Syahid mencuci tangannya sebelum memakan roti yang sudah dbeli.

Laporan Observasi Day #1

Berikut laporan kegiatan saya di hari pertama,

  1. Mengenalkan konsep rezeki melalui dialog, lagu atau cerita (saya ajak dialog, mengenalkan semua ciptaaan dan rezeki bahkan mengamati semut yang sedang makan remahan roti bahwa itu sudah dijamin Allah).
  2. Mengenalkan konsep uang sebagai nilai tukar (ketika dia belanja roti, sudah memahami alat tukarnya adalah uang).
  3. Mengajak anak membuat list budget belanja (Not yet)
  4. Mengarahkan anak untuk berbelanja sesuai list/kebutuhannya (ya, fokus hanya belanja roti)
  5. Mengenalkan konsep uang jajan vs uang saku (Not yet)
  6. Mengenalkan konsep earn money secara sederhana (ini malam hari diajak abi mengirimkan paket dagangan abi ke ekspedisi, Syahid mulai paham bahwa abi nyambi jualan juga di luar bekerja kantoran)
  7. Melibatkan anak dalam membuat planning (Not yet)

2 thoughts on “Game Bunda Sayang #BunSay Level 8 #Day 1 : Cerdas Finansial Sejak Dini”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *