Gemar Rapi

Gemar Rapi merupakan metode berbenah yang holistik yang fokus pada perbaikan pribadi diawali dari rumah.

Setelah menata rumah di gemari level 1 (pratama) kita akan menata diri pada level 2 gemari madya, kemudian jika itu sudah mendarah daging dan bisa diwujudkan dalam keseharian, maka akan naik ke leve 3 yakni menata negeri (gemari utama).

Disini saya akan memperkenalkan siapa saja penggagas awal dan sekaligus pendiri gemar rapi πŸ™‚

Mereka adalah suami saya, kakak-kakak kelas saya dan kakak curhat saya πŸ™‚

Siapa sajakah?

Yukkk cussss disimak

Aang Hudaya

Aang ini suami, pendamping rumah tangga, sekaligus imam/pemimpinku. Pribadinya yang sabar, lembut, kocak sekaligus suka membantu ini dipilihkan Allah untuk hadir di hidupku. Menjawab semua hal yang dulu aku tanyakan, aku risaukan dan aku takutkan. Aang ini teman seangkatan namun lebih tua dia sih kalau dipandang dari segi usia.

Berkebalikan, tapi diramal oleh siapapun pakar bahwa kami ini pasangan ideal. Haha. kalau saya menyebutnya ‘saling melengkapi’. Misalnya saya nggak punya saudara, dia saudaranya buanyak banget. Begitulah kehidupan.

Kekuatan Aang pada relationship yang bagus. Kepada siapapun dia bisa menempatkan diri dan mampu berkomunikasi dengan baik, kepribadiannay yang extrovert dan riang mampu mengimbangiku yang introvert perfeksionis.

Di gemar rapi, dia cocok dan emang bakat untuk menjalin relasi dengan banyak orang. Lebih sering terjun ke agenda offline seperti seminar dan workshop.

Mbak Putri/Ibu Tata

Partner dan inti dari intinya gemar rapi. Mbak Putri ini sangat cerdas dan handal, kepribadiannya yang ekstrovert dan sanguin menyeimbangkan kehidupanku. Mbak Putri inilah yang sering mengajariku berbagai hal, mulai metode hingga urusan remeh temeh. Pokonya kalau mbak Putri off atau izin sedang berhalangan apakah itu sakit atau sedang safar, aku bakal oleng πŸ˜€ kami berdua ada di tim kurikulum, mbak putri sebagai kepala / koordinator kurikulumnya. Kalau saya lebih bertanggungjawab kepada perapian berkas dan buku.

Mbak Wangi

Mbak Wangi ini kakak tingkat saya ketika S1 di ITS, satu jurusan. Waktu itu saya masuk angkatan 2009, mbak Wangi 2007. Kemudian Mbak Wangi melanjutkan S2 dan S3 nya di Kobe University. Mbak Wangi ini terkenal pandai dan menekuni bidang kelautan. Banyak hal yang aku pelajari dari Mbak cantik ini, kalau dulu di bangku kuliah kami berjarak sebab bedanya angkatan dan kegiatan, kini saya lebih banyak berterimakasih karena Mbak Wangi selalu support sejak awal impian itu kuutarakan tahun 2017 lalu.

Awal mulanya ketemu mbak Wangi ini kalau nggak salah di dunia maya jaman jualan skincare, tapi saya balik kanan, gulung tikar dan Mbak Wangi bertahan dengan produk baru brand baru πŸ™‚ kemudian diskusi tentang rumah (yang hingga kini juga belum nampak hilalnya -_- entah kapan dibangunnya, jadi kami berdua beli rumah dengan sistem syari’ah gitu, cash bertahaplah. Namun hingga 2019 belum juga ada tanda-tanda rumah dibangun. Huhu. So, kami pertahankan kontrakan rumah lagi, perpanjang lagi.

Mas Mbenk/Mas Bambang

Sejurusan dan sengkatan dengan Mbak Wangi, ini mas Mbenk merupakan suami Mbak Wangi. Dulu ketika jaman kuliah juga sering minta tulung ke mas satu ini, maklum sebagai junior mesti merepoti seniornya dalam hal tugas besar -_- (aku lebih sering ke labkom sih, njuk belajar bareng teman dan kaka kelas disana, dan salah satunya ini mas mbenk). maturnuwun ya mas udah mau jadi ketua Gemar Rapi, hihihi.

The last, saya sendiri….

Bosan nggak sih? -;-

Saya lampirkan poto aja ya.

saya sendiri suka membaca. Pernah punya cita-cita bisa menulis dan menerbitkan buku. Alhamdulillah, sudah terbit buku non-fiksi pertama buku #KonMariMengubahHidupku tahun 2018 lalu kemudian tengah tahun 2019 menerbitkan buku Gemar Rapi bersama kakak-kakak pendiri diatas. Dan kini saya juga mulai belajar bergelut di genre fiksi (novel & antologi).

Pesan saya (untuk kita semua)

Mari menata diri, menata negeri dengan metode gemar rapi πŸ™‚

Info lebih lengkap bisa cek instagram @gemarrapi