EDUKASI REVIEW SUSTAINABLE LIVING

#GSLseries – Buku E-Waste RJ tentang Sampah Elektronik

Introduction

Semalam, aku selesaikan baca -sekali duduk- buku berwarna hijau yang imut ini. Seimut penulisnya, RJ, alias Rafa Jafar, yang pada saat menuliskan buku pertamanya ini, dia masih berusia sebelas tahun.

Buku ini enggak beli, aku dapat dari perpustakaan kantor suami. Jadi, perpusnya tuh cukup nyaman, selalu update buku yang lagi hype melalui form pengajuan membernya. Hampir selalu suamiku mengisi form itu, kali ini buku bertema lingkungan diaccepted, dan tadaaa, bukunya sudah bisa dipinjam dibawa ke rumah.

Sebelum aku mulai (membahas buku ini), mari simak video yang sangat relevan dengan tema kali ini, video yang cukup membuat kita tercengang tentang limbah elektronik dari Annie Leonard.

Detail Buku

Sebagaimana kebiasaanku dalam menulis resensi buku atau review, aku cantumkan detailnya agar pembaca blogku tahu, buku ini terbitan mana dan apa saja isinya.

Bagi yang penasaran penampilan RJ, bisa simak di video ini :

RJ jago dan lancar berbicara menggunakan bahasa inggris.
  • Judul buku : E-Waste, Sampah Elektronik
  • Penulis : RJ (Rafa Jafar)
  • Penyunting : Herlina Sitorus & Farahdibha Tenrilemba
  • Ilustrasi, layout & desain cover : Joneta Witabora
  • Penerbit : Buah Hati
  • ISBN : 9-786027-652682
  • Cetakan ke-1 : Maret 2015
  • Page : xiii+67 halaman
  • Genre : Sains Anak
  • Pembaca : Semua usia

Buku ini friendly banget, cocok segala usia bisa baca, mudah dicerna, enggak tebal (bisa dikatakan tipis juga) sehingga lebih cepat kita melahapnya.

Sesuai judulnya, buku ini membahas dari hulu ke hilir problem sampah elektronik yang -aku baru tahu nih- di Indonesia baru ada undang-undangnya tuh tahun 2008 (hiks, so? sebelum itu, belum ada peraturan yang membahas e-waste ini). Dan aku baru tahu, dari semua peraturan itu, hanya Nokia yang memenuhi syarat (aku jadi sedikit lebih tenang, sebab ponselku sejak dulu- hingga kini – aku tetap setia menggunakan Nokia).

Alur daur ulang handphone

RJ mengawali ceritanya sebagaimana anak-anak lain yang suka nonton film, salah satu film yang dia angkat yaitu film Wall-E (2008) -yang sudah tiga tahunan ke belakang ternyata sudah kami tonton di rumah.

Film ini mengingatkan tentang kondisi bumi -setting waktu abad ke 22- yang dipenuhi oleh sampah elektronik sehingga semuanya harus dibersihkan oleh robot wall-e yang hanya mampu mencetaknya menjadi balok-balok yang disusun menjulang keatas. Manusia dimana? ini ceritanya mereka pindah gitu ke luar angkasa.

Wall-E (2008)

Setelah RJ menjelaskan perkembangan alat elektronik dari masa ke masa, dia mengajak kita untuk membuat list alat elektronik di rumah kita apa saja.

Baiklah, ikutan ngelist ya, di rumahku :

  1. Ponsel ada 2 (aku dan suami, masing-masing 1)
  2. E-reader books merk Kobo 1 (punya saya)
  3. Kipas angin ada 2 (di kamar anak dan ruang tamu- jarang digunakan)
  4. Mixer 1 (jarang digunakan)
  5. Blender 1 (jarang digunakan)
  6. Magicom 1 (hanya untuk memasak)
  7. Hair dryer 1 (amat sangat jarang digunakan)
  8. Kamera 1 (sangat awet)
  9. Laptop 1 (punyaku, ada 1 lagi punya kantor yang digunakan suami- ditaruh di kantor, hanya weekend dibawa ke rumah)
  10. Dispenser 1 (tapi enggak pernah dicolokkan, hanya dimanfaatkan kerannya saja, merebus air di kompor)
  11. Kulkas 1 (ini sudah sepuh banget, dapat rongsok dari seorang teman, bekas ortunya yang sudah enggak digunakan lagi. Merk Daichi (ada yang kenal merk ini? wkwkwk). Sejujurnya ingin ganti kulkas, tapi masih sayang, lebih tepatnya jika mau beli baru, belum punya gambaran ini kulkas dikemanakan- karena bagian dari ewaste dengan ukuran yang besar).
  12. Smart hafiz (jarang dinyalakan, baterai sangat awet- edisi lama).

Sudah itu aja, di rumahku enggak ada TV, AC atau barang lain. Sebelum list itu, aku pernah punya bread maker, oven listrik, boneka hafizdoll dan magic projector. Kesemuanya sudah aku hibahkan ke oranglain dan saudara tahun lalu.

RJ kemudian menyoroti perkembangan gadget yang sangat pesat, bahkan ada istilah ‘barang sengaja diciptakan mudah rusak agar permintaan tetap tinggi’ diluar update series yang memang cukup singkat.

Gadget adalah barang elektronik canggih dan mudah dibawa/digenggam.

hal. 6 buku Ewaste RJ

Pada chapter ini, RJ menunjukkan fakta handphone yang kepemilikannya luar biasa besar jumlah serta bergantinya yang enggak bisa dikendalikan, penggunaan alat elektronik yang berlebihan, efek samping, lifestyle hingga bahaya ewaste yang beracun.

Smartphone adalah penggabungan mobile phone & komputer & gambar tangan (handheld).

hal. 7 buku Ewaste RJ

Saat aku baca part ini, aku senyum-senyum sendiri, ternyata upayaku selama ini sudah masuk kedalam peduli ewaste, melalui menggunakan ponsel dengan menghemat energinya. Seperti merendahkan kecerahan layar, suka un-install aplikasi yang enggak aku gunakan, volume yang kecil bahkan aku offkan (silence, tidak bergetar dan tidak berdering), membersihkan filenya dengan dalih aku decluttering rutin. Alhamdulillah.

RJ enggak hanya beretorika, dia bahkan riset mengunjungi langsung beberapa lokasi daur ulang, ke pembuangan akhir, ke toko produsen elektronik, melakukan wawancara hingga membuat survei. Bahkan RJ juga menjelaskan negara mana saja yang ‘buruk’ pengelolaann ewastenya (Indonesia masuk nih, hiks).

Di akhir buku, RJ menjelaskan langkah apa saja yang bisa kita perbuat untuk memperlakukan ewaste secara benar di rumah atau sekitar kita.

Penutup

Buku ini aku rekomendasikan kepada kalian, siapapun, entah anak-anak, emak-emak, pekerja, pelajar dan apapun profesinya agar melek dan peduli terhadap problem yang secara enggak langsung ini merusak lingkungan dan makhluk hidup serta manusia.

Aku kasih rating 4,5/5 untuk buku ini. Semoga tumbuh RJ-RJ lain di bumi Indonesia ini untuk menggerakkan sekolah dan rumah terhadap kepedulian lingkungan, terutama ewaste.

Sekian.

1 thought on “#GSLseries – Buku E-Waste RJ tentang Sampah Elektronik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *