EDUKASI SUSTAINABLE LIVING

#GSLseries (Green and Sustainable Living) – Ecobrick

Apa itu Ecobrick?

Sebelum kita membahas makna dari ecobrick, mari kita cek bersama apakah kehidupan kita bisa lepas dari plastik? ternyata tidak.

Selama ini kita menganggap plastik adalah sesuatu yang kotor, bau dan mencemari. Ya betul, namun alangkah baiknya juga kita simak video yang membahas awal mula plastik dibuat. Plastik bukanlah sampah -seperti yang kita persepsikan- sampah plastik dimana-mana, ternyata hal ini akibat dari kebiasaan yang salah yang telah dilakukan jutaan orang hingga menjadi budaya di Indonesia, membuang sampah plastik sembarangan.

Jika sudah terlanjur seperti ini, saatnya kita ubah, saatnya kita menjadi dan memberi solusi, karena ‘sampahku tanggungjawabku’. Sisa konsumsi bungkus plastik itu bisa kita kelola sendiri dari rumah, dengan cara membuat ecobrick. Tapi ingat ya, prinsip utamanya adalah cegah dulu (kurangi dan hindari semampunya), baru kemudian pilah dan olah.

Lalu, apakah ecobrick itu?

“Eco” dan “brick” artinya bata ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

-gobrick

Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Juga dikenal sebagai Bottle Brick atau Ecoladrillo. Solusi limbah lokal ini mulai disebut Ecobrick oleh gerakan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia.

Mengapa membuat ecobrick?

Save our plastic!

Plastik butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai maka penting untuk ‘memerangkap’ para plastik yang mencemari lingkungan kedalam suatu media yang mudah, murah dan tidak perlu dana besar memulainya. Karena sebagian besar sampah plastik yang dihasilkan tidak dilirik pemulung/pengepul maka penting untuk kita kumpul dan olah sendiri. Membuatnya pun sangat mudah. Tidak memerlukan teknologi. Siapapun, kapanpun dan dimanapun bisa membuat ecobrick.

Caranya Bagaimana?
1. Kumpulkan, pisahkan dan bersihkan semua jenis plastik (wajib plastik kering, jangan ada air dan sisa organik)
2. Pilih botol plastik bekas dengan merk dan ukuran yang sama
3. Gunakan tongkat bambu/kayu untuk memadatkan
4. Masukkan plastik lembut berwarna untuk dasar botol
5. Berat minimal ecobrick adalah volume botol x 0.33. Minimum 0.33g/ml dan maksimum 0.7g/ml

Apakah ada standar ecobrick?

Dikarenakan tidak semua ecobrick memenuhi ‘standar’ sebagaimana batu bata dibuat, maka penting untuk kita validasi ecobrick yang kita buat. Ecobrick yang telah dibuat bisa dilog di gobrick.com untuk validasi agar dipastikan ecobrick yang dibuat bisa dikatakan layak guna (bisa dilihat di instagram @ecobrick.bogor untuk masuk validasi akun).

Tujuan dengan adanya validasi ecobrick, selain kegunaannya yang bisa berumur panjang (karena sesuai standar, kokoh dan solid serta sesuai bobot) juga kita bisa mendapat koin disana -bisa dkumpul untuk ditukar dengan souvenir atau pelatihan.

Apa Manfaat Ecobrick?

Bisa digunakan sebagai tujuan awal, yaitu bahan membuat dinding bangunan, pot, bangku taman dan sejenisnya (namun tentu ini butuh ribuan bricks ya hehe). Atau bisa juga digunakan untuk aneka jenis modul seperti meja, kursi, rak dan sejenisnya. Intinya pasti bisa dimanfaatkan.

Suamiku merupakan orang yang paling bersemangat dalam hal hidup yang berkesadaran dan sustainable. Sudah hampir setahun sejak tengah 2018 kami memilah sisa konsumsi di rumah dan mengolahnya. Awalnya hanya coba-coba dan suami memang alumni kelas belajar zerowste Bu Dk. Wardhani (bisa dikatakan murid lelaki pertama dan satu-satunya yang ada di kelas beliau saat itu).

suami rajin membuat ecobrick di rumah

Tak menunggu lama, ada informasi sertifikasi trainer ecobrick, suami pun join dan mengambil lisensi dari pendiri ecobrick. Selesai training, menerapkan di rumah, berbagi di masyarakat (mengisi seminar dan workshop) hingga menjadi fasilitator di kelas berikutnya.

Apa yang bisa aku lakukan?

Dalam rangka hidup yang berkelanjutan, hidup selaras alam, berkesadaran tentu butuh kerjasama membentuk tim. Termasuk melibatkan anakku yang baru berusia 4 tahun, wkwkwk. Seru sih, bahkan menjadi refreshing dalam bentuk pengalaman sehari-hari di rumah.

ecobrick yang pernah aku buat

Salah satu upaya yang aku lakukan yakni membimbing anak untuk memilah, melibatkannya dalam keseharian. Seperti mencuci, menjemur atau melap plastik yang basah, kemudian melibatkannya untuk sortir plastik yang sudah bersih dan kering (walaupun ujung-ujungnya ya pasti dia bermain).

Pengumpulan plastik di rumah dan memilahnya selama setahunan (2018-2019)

Langkah yang aku kerjakan yaitu :

  1. Memilahnya menjadi beberapa jenis plastik dan warna dalam beberapa kelompok.
  2. Menggunting plastik kecil-kecil.
  3. Memasukkan kombinasi (misalnya ada batang sikat gigi yang rusak, batang pulpen dsb) dengan potongan plastik, timbang, buat nomor validasi.
  4. Memasukkan kombinasi (misalnya kecolongan dapat sterofoam-karena bobotnya ringan maka masukkan dikit aja) dengan potongan plastik, timbang, buat nomor, validasi.
  5. Semua dikumpulkan, kelak mau dibuat taman atau kursi di rumah (sekarang masih ngontrak, sementar taruh di kontainer biar tetap kering).
Bermula dari sini, saat trash audit koleksi plastik selama satu kuartal.
Kemudian bongkar- maka akan menemukan sebagian sisa konsumsi yang akan disumbangkan ke dropbox dan sisa konsumsi yang pecah belah dimasukkan ke pemilahan khusus.
pilah-pilah dulu
dikumpul berdasar jenis dan warna (warna kreseknya untuk dasar botol agar seragam)

Jika sudah selesai, diberi nomor dan bobot. Sesuai hitungan dan kepadatan. Bukan hanya dilihat bobotnya namun juga bentuk kerapatan materialnya.

ecobrick yang sudah selesai – dok. Aang Hudaya

The last, setelah diberi tanda, maka bisa divalidasi.

Demikian, cerita singkat jurnal GSL kali ini, semoga ada yang bisa diambil manfaatnya. Sampai jumpa di edisi GSL selanjutnya 🙂

2 thoughts on “#GSLseries (Green and Sustainable Living) – Ecobrick”

Tinggalkan Balasan ke Lasmicika Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *