DAILY EDUKASI PARENTING REVIEW

Simple Happy Parenting, the secret of less for calmer parents and happier kids

Hai, hai, jumpa lagi di post blog review buku. Di ujung bulan November, bulan spesial karena di bulan ini saya dan ibu bertambah usia. Hanya berbeda tanggal saja.

Sebelum saya bedah ini buku isinya apa dan seperti apa, izinkan saya menjelaskan sedikit tentang awal mula buku ini saya beli dan baca. Saya membaca buku ini tanggal 17 Oktober 2020, kurang lebih sebulan setengah yang lalu. Awal mulanya karena saya sudah membaca buku minimalist parenting yang sudah saya post sebelumnya di sini. Dan akhirnya saya jatuh cinta dengan isi buku ini. Kenapa? karena saya bisa membaca cepat dan bahasanya mudah dimengerti.

Buku Simple Happy parenting ini lebih tipis dan lebih to the point, lugas, membangunkan perasaan senasib, terenyuh, takjub, pemaparan yang sangat jelas serta paling penting adalah mudah dipahami. Isi dari buku ini selaras dengan prinsip yang selama ini saya anut. Yaitu memulai dari berbenah fisik (barang) untuk memudahkan bahkan mengubah hidup.

Buku ini sungguh memesona, di goodreads, ia satu-satunya buku non-fiksi (yang saya suka) dengan rating di atas 4 stars. Keren!

Detailnya :

  • Judul Buku : Simple Happy Parenting, the secret of less for calmer parents and happier kids
  • Penulis : Denaye Barahona, P.hD.
  • Tanggal Terbit : 4 Juni 2019
  • Penerbit : NetGalley and White Lion Publishing
  • Jumlah halaman : 192 halaman

Denaye Barohana adalah seorang profesional yang fokus untuk membantu wanita, terutama para ibu dalam menghadapi motherhood. Denaye adalah doktor Ph.D. yang fokus pada bidang spesialis Perkembangan Anak. Ia juga seorang Pekerja Sosial yang praktik Klinis dengan spesialisasi Anak dan Keluarga. Pasca lulus, ia semakin concern dalam bidang Analisis Perilaku Anak. Ia telah menghabiskan sebagian besar karir bekerjanya dengan klien para orang tua yang menghadapi perilaku menantang pada anak-anak – apakah itu sulit makan, tidur, berteriak, mengumpat atau memukul.

Denaye lebih menganjurkan untuk mengambil pendekatan holistik dalam membantu seluruh klien dan bahkan pembacanya yang sudah berkeluarga agar tetap sehat: fisik, emosional, dan relasional. Aspek yang ia tekankan dalam hal ini adalah relasi terhadap diri sendiri, rumah dan keluarga. Dan saya sangat menyukai pendekatan yang dia berikan.

Apa itu Simple Parenting?

Saat membaca di bagian awal halaman, saya dibuatnya berdecak kagum. Denaye sungguh memahami perasaan dan isi kepala kebanyakan para ibu di seluruh dunia ini. Betapa kelelahan, bekejaran dengan waktu, mengurus banyak hal hingga perasaan yang mengusik di relung kalbu, mampu ia kupas. karena dia melihat dirinya juga demikian. Denaye sempat bingung dan overparent tatkala putriya tak kunjung bisa berjalan (terlambat bisa jalan dibanding anak seusia lainnya). Ekstrimnya, dia benar-benar dibutakan oleh rasa takut yang amat besar, overparent berakibat pada overthinking dan akhirnya melihat segala sesuatu pun terasa jauh lebih rumit.

Ia mengatasi kecemasannya dengan melakukan segala hal yang dapat dilakukan sebagaimana seorang ibu, ia membeli berbagai jenis barang agar anaknya bisa berjalan. Barang-barang itu termasuk tiga jenis babywalker dan lima pasang sepatu (bersol keras, bersol lembut, atasan tinggi, atasan rendah,dan mokasin kulit). Bahkan ia juga menjadwal khusus janji dengan para ahli. Ia membawa anaknya ke enam profesional yang berbeda, terdiri dari dua dokter anak, seorang ahli terapi fisik, dua ahli terapi okupasi, dan semua ahli itu memberikan saran yang sama, “sabar, tunggu beberapa waktu, karena perlu lebih banyak waktu, itu normal.”

Denaye kemudian merenung, apakah memang hal itu wajar dirinya cemas atau hanya ilusi dari sebuah perlombaan antar sesama orang tua belaka? Dari sinilah dia melakukan perubahan pola pikir.

Menjadi orang tua di zaman ini, itu berat. Kehidupan keluarga bisa kacau balau berantakan dengan berlimpahnya “must-dos” dan “must-have” yang tersebar merata hampir di segala penjuru mata. Kita pasti merasakan, saya juga, tapi itu dulu, merasakan dorongan untuk berbuat lebih banyak, memiliki lebih banyak, bekerja lebih banyak, dan mencapai lebih banyak. Seolah-olah saya harus beradu dengan waktu untuk sekadar mendapat ‘lebih banyak’ itu. Sama halnya dengan Denaye, saya pun memutuskan untuk mundur dari segala jenis ‘perlombaan’ ini. Dan saya menjadi lega karena keputusan yang ‘melawan arus’ ini.

Di masyarakat, umumnya pertanyaan yang diajukan mirip-mirip kompetisi, jika tak kita sadari, bisa saja itu menjadi toxic dan membunuh mental kita. Bisa jadi membuat wajah kita penuh topeng hanya karena ‘butuh pengakuan’ dan ‘meraih kemenangan’. Simple parenting adalah pengasuhan yang sederhana, meninggalkan kompetisi yang melelahkan jiwa, fokus kepada diri, keluarga dan anak dengan menyederhanakan segala aspek.

Langkah pertama yang dilakukan, selaras dengan apa yang selama ini saya kerjakan yaitu benahi rumah. Dengan berbenah, hidup dengan sedikit barang, mampu meredam emosi secara signifikan. Selanjutnya akan lebih mudah untuk mengatur kehidupan di dunia nyata setelah physical clutter selesai tertangani.

Tiga hal yang menjadi tujuan dalam berkeluarga, Denaye sampaikan dengan jelas, adalah happy, healthy dan successful. Ketiga inilah cermin dari simple happy parenting.

Untuk memulai hidup yang sederhana dan gembira, kita perlu menurunkan ekspektasi dan menyadari bahwa tak ada wonder woman atau manusia yang sempurna. Maka, jika ada ibu-ibu yang membanding-bandingkan saatnya katakan dalam hati, “Letting go of perfect” karena sempurna sebagai orangtua hanyalah di dunia fiksi belaka.

Untuk menjelajah hal baru dalam menyelami simple way ini, caranya cukup mudah, dengan mendobrak pola lama dengan menggantinya pola baru. Yaitu usahakan untuk keluar (quit) dari kebiasaan buying, hustling, hovering dan katakan pada dunia bahwa, “My life is imperfect, but it is calm, healthy, and happy. My family is living simple and never looking back.”

The Simple Manifesto

Lima hal yang menjadi dasar dari simple happy parenting ini adalah :

  1. Fear less.
  2. Hurry less.
  3. Entertain less.
  4. Referee less.
  5. Buy less.

Langkah Simple Happy Parenting

Dalam buku ini, sesuai dengan judulnya ‘simple’ memang sangat sederhana, tak bertele-tele. Denaye membaginya ke dalam dua bagian agar para ortu (khususnya para mommy) untuk meraih hidup yang lebih ringan, sederhana, nyaman, fulfilling, healthy dan lebih relaks dengan memulai dari hal yang paling mendasar :

  1. Bagian Satu, Denaye memberikan penjelasan serta anjuran para pembaca untuk mengikuti panduan dalam merapikan rumah secara utuh. Sama seperti ketika Denaye mulai berani membuang tas pakaian, membersihkan ruang, mengurangi furnitur, secara fisik mampu membawanya pada langkah besar di kemudian hari, saya juga demikian. Dengan membersihkan ruang rumah, sama halnya membuka lembaran baru karena suasana jauh lebih lebar dan luas.
  2. Di Bagian Dua, Denaye menjelaskan lebih luas filosofi sederhana dan pengertian keterbukaan dalam hal pola asuh, termasuk bagaimana menerapkan disiplin, membuat permainan, dan penjadwalan. Alih-alih mengasuh dengan kacamata ketakutan, justru kita lebih dibukakan hati dan jiwa untuk bisa lebih sengaja membiarkan anak-anak kita tumbuh dan individuate.

Detailnya, teman-teman bisa baca buku ini. Sure! Buku ini keren banget. Saya sangat menyukainya. Jarang-jarang ada buku parenting yang ‘klik’ dengan saya. Baru kali ini sepertinya saya membaca buku ini dengan binar mata yang bersinar karena kagum dan senang dengannya.

Buku ini memulai dari clutter fisik yang dibereskan bersama anak-anak, salah satu yang saya suka cara Denaye menciptakan ruang yang aktif, comfort hingga detail mengajak anak untuk membuat capsule wardrobe untuk putra-putrinya agar lebih mindful, bertanggungjawab, serta lebih sustain sebab berkaitan langsung dengan barang-barang miliknya.

Denaye juga menganjurkan agar lebih banyak memberikan anak ‘pengalaman’ dibandingkan mengenalkan atau melekatkan pada benda-benda. Saya setuju dengan poin tersebut karena justru dari pengalaman, kegiatan atau aktifitas fisik terutama motorik anaklah yang membuatnya jauh lebih berkembang, bebas dan tumbuh kreatif.

Terakhir, quotes atau kutipan dari buku ini (ada banyak yang saya highlight namun saya share satu saja) yang saya suka berikut ini.

You will never find happiness in the pursuit of perfection. But you will find it when you give up the chase.

-Simple happy parenting (Denaye Barohana)

Sampai jumpa di review buku selanjutnya. 🙂

1 thought on “Simple Happy Parenting, the secret of less for calmer parents and happier kids”

Tinggalkan Balasan