DAILY

Home

Kehidupan ini begitu berarti, Begitu indah rencana Allah pada kita. Sayangnya, terkadang sering kita tidak memanfaatkan potensi positif kita untuk negara dan bangsa ini, untuk umat manusia.

Di sini, saya hanya ingin berkata, berapresiasi, dan bertutur kalimat pada diri ini. Mengingatkan, memotivasi, membangun dan mengharapkan segala potensi yang ada ini bisa termaksimalkan dan bisa bermanfaat untuk oranglain.

Saya bersyukur bisa mempunyai fisik yang insya Allah sempurna. Organ tubuh lengkap. Walaupun dulu saya dilahirkan dalam keadaan prematur. Tetapi itu tidak membuat saya tertekan, karena saya yakin dibalik kekurangan itu saya mempunyai kelebihan yang sangat dahsyat.

Saya tak mau merenungi masa lalu yang telah berlalu. Saya biarkan ia berjalan dengan waktu. Hanya saja, kadang saya perlu mengambil hikmah dari semua ini. Saya perlu muhasabah diri setiap waktu. Bahkan kalau bisa sebelum tidur, saya akan mereview untuk apa hari ini dan waktu ini saya gunakan?

Perlu kita renungi bersama. Setiap detik kita merasakan hidup sendiri. Terkadang egois dan mengabaikan orang di sekitar kita yang membutuhkan kita. Jika hidup kita ini hanya kita gunakan untuk diri sendiri, memperkaya diri sendiri, memperpintar otak sendiri, dan tidak mau berbagi pada oranglain lantas untuk apa kita hidup? Orang mati saja bertambah tahun, pasti bertambah dilupakan (kecuali orang-orang yang berjasa dan meninggalkan bekas di kehidupan kita, semisal para pahlawan dan orang-orang yang tercatat dalam Sejarah). Lalu, apa kita harus membiarkan sejarah hidup kita ini biasa-biasa saja?

Ibarat sebuah kumpulan kata, hidup kita per detik kelak pasti tercatat dan ada buku catatan yang pasti kita terima. Bayangkan, di waktu kita tidak meyadari bahwa pantauan-Nya Maha Luas dan Dahsyat. Kita pasti kelak terpekik dan memekikkan suara serta shock melihat catatan buku kehidupan kita yang tak akan pernah terlewat satu bahkan sepersekian sekon hidup kita. Semoga, kita terhindar dari mara bahaya hari pembalasan. Amin.

Kawan, terkadang bibir ini yang tak bertulang bisa menyakiti hati saudara kita, membuat benci dan menimbulkan luka yang ditoreh oleh ketajaman lidah. Maka, di sini saya lebih menyukai menulis daripada banyak bicara (kecuali untuk kebaikan, kuliah, dan dakwah). Untuk mengerem lidah ini, saya agak kesulitan kecuali ketika saya sendirian. Tapi, terkadang dalam sendirian pun, pikiran dan hati ini yang berbicara.

Intinya, saya hanya ingin mengatakan. “Mari kita jaga hati kita” di hadapan-Nya. Hati ini kelak berbicara, mata dan seluruh organ badan ini juga berkata jujur pada-Nya di hadapan kita. Bahkan untuk menyangkal saja, kita tak akan diberi kesempatan.

Kawan, diri ini penuh dengan kesalahan. Diri ini penuh dengan kekhilafan, kealphaan, dan kenistaan. Maka, saya di sini hanya ingin menuliskan. Satu kata untuk diri ini dan semuanya. “ATTITUDE” ūüôā

Kenapa ATTITUDE? karena Kata inilah kunci dari kehidupan ini. Attitude (sikap) kita pada Allah, Manusia, dan Mahkluk lah yang membentuk dunia ini hingga seperti saat ini.

Wallahua’lam bisshowab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *