Hujan

Sore ini hujan mengguyur dengan syahdu, Bogor yang tadi siang panas cerah berubah drastis mendung menggumpal dan langit memuntahkan airnya dengan irama 4/4 (eaa emangnya lagu, wkwkwkwk). Sore ini aktifitasku hanya itung-itung orderan arisan hafizdoll, smart hafiz dan sejenisnya. Ditemani anak laki yang ga bisa diem, tipe kinestetik emang gitu, sukanya bergerak kesana kemari ambil buku ini itu di rak, belum beres baca ambil lagi yang lain begitulah~ harap maklum.

Jagoan ummi udah mulai bosan dengan screen, terbukti smart hafiz tidak terlalu dia lihat. Malah akhir-akhir ini kalau udah nonton bentar maka itu tombol power dia matikan sendiri hihi.. Lalu apa yang ia lakukan? kalau gak baca buku, eksplore ruangan atau main air. Ya! main air kalau ada kesempatan dan peluang! pasalnya kran airnya yang di depan dapur udah diselotip oleh abi, saklar air juga dicabut oleh ummi wkwkwk. Maka kadang ia berbelok ke kulkas, atau oven atau gentong air.

Sore ini hujan, tadi pagi beres olahraga (lari- cieee yang lari tiap hari hihi, gpp lari kan jadi sehat) cuaca sangat cerah. Masuk paud cerah, senam bersama anak-anak, main bola dan makan bersama sampe keringetan. Sore ini malah kedinginan. Ya begitulah alam. Tak menentu.

Pun dengan manusia, juga tidak ada yang tetap. Mungkin beberapa tahun lalu kita punya teman dekat, sahabat atau orang yang peduli dengan kita. namun saat ini mungkin berubah, berbeda dan berganti. Tidak ada yang abadi. semuanya bergerak dinamis. Sudah sunnatullah seperti itu. Maka dari itu sikap berlebih-lebihan patut dihindarkan, karena berlebihan adalah temannya setan (kayak lagu paud aja hahaha ๐Ÿ˜€ ). Tadi di paud juga gitu selalu aja ada anak yang berantem, fase egoisentris masih melekat di badan anak-anak balita (di bawah 5 tahun), jadi wajar aja yang penting sebagai guru, udah kuarahkan dan kasihtau mana yang patut dan mana yang tidak. Penerapan karakter sejak dini lebih melekat daripada pas udah gede, ya apa iya? ๐Ÿ˜€

selama ini banyak kurenungi segala hal yang datang dan pergi. ada yang menyisakan kenangan tersendiri ada pula yang sengaja ku-delete permanen dari memori bahkan ada juga yang masih kusimpan rapi. File-file memori menyenangkan maupun rasa sakit bisa menjadi obat tersendiri dikala sedih maupun senang.

Pun dengan perasaan, hanya Allah yang mampu membolak-balikkan hati. gak ada ceritanya manusia itu begituuu terus ga berubah, pasti ada perubahan.

Seperti hujan, bisa menumpahkan air dengan begitu derasnya atau gerimis namun di bawahnya menumbuhkan kehidupan. Sebagaimana dalam kita Alquran : Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (“hujan”) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan”hujan” itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. 2:22)

rain

Diri kita juga demikian, sebisa mungkin hujan atau bahkan badai menghampiri namun itu menjadikan diri kita semakin kuat, kokoh dan memberikan manfaat. Semoga senantiasa tenang, tegar dan jernih seperti air yang bersih dan segar tercurah dari awan.

๐Ÿ™‚

One Reply to “Hujan”

  1. […] Saya suka Marie Kondo dan sudah nyicil nabung untuk menjadi konsultannya, namun butuh proses karena memang tidak murah biayanya ๐Ÿ™‚ namun saya nggak mau menunggu, maka dengan berbekal literatur tulisan beliau di 3 bukunya dan pelatihan udemy (dan grup FB student Marie Kondo) saya ingin berbagi ke teman-teman dan masyarakat. Intinya saya ingin orang merasakan apa yang saya rasakan. Spark joy di rumah, berbenah itu butuh metode untuk mengubah mindset dan bonusnya bisa mengikis inner child saya yang super parah hehe. Bisa dibaca diย sini […]

Tinggalkan Balasan