Hygge

saya mengetahui kata itu tatkala mbak putri (salah satu pendiri gemar rapi juga) mengusulkan dan menyusun (menyelipkan) kosakata hygge pada kurikulum gemar rapi. Langsung aja waktu itu saya search dan baca bukunya. Ternyata ajaran dari Denmark.

Berbeda dengan Lagom yang cenderung -tidak mau mencampuri urusan oranglain- pada hygge ini justru apapun harus dirayakan, hehe. Tentu disini kekuatan hygge (jika membaca pada gaya hidup denmark) adalah kekuatan sosialnya, solidnya pada hubungan antar personal, membuat kondisi nyaman bersama.

Intinya adalah menciptakan suasana yang menyenangkan dan menenangkan secara emosi untuk sekitar, wabilkhusus di rumah.

Hygge ini menjadi kebutuhan khusus agar suasana rumah tidak menjadi kaku dan ramah anak. Oleh karena itu sejalan dengan prinsip Gemar Rapi, maka diambillah prinsip ini kedalam kurikulumnya.

Lantas ‘hygge’ menurut versi Nikmah gimanakah?

Kalau saya pribadi, hygge di rumah dengan :

  • cukup istirahat
  • pola makan terjaga
  • ada obrolan satu sama lain
  • bisa ngakak ketawa ketiwi dengan anak
  • bisa nyium-nyium anak (aroma keringatnya enak wkwkwk)
  • bisa yoga rutin di pagi hari
  • bisa nulis tanpa ada distraksi
  • bisa baca buku dengan leluasa (oia, di rumah kami tidak ada TV ya hehe)
  • Ketika seluruh anggota keluarga beberes bersama (biasanya malam sebelum tidur)
  • dll

Intinya sesuatu yang membuat nyaman dan enak secara perasaan gitu ๐Ÿ™‚