ITB

Kemarin jumat lupa gak nulis.. bukan lupa sebenarnya, kecapean aja hehe.
Kemarin itu seharian nyetrika dua kali dan pel dua kali. Liqo di rumah dari jam 10 sampai jam 13.
Sorenya setelah beres merapikan rumah, ada kabar kalau sabtu (today, 19 Desember) mau ke Bandung menghadiri undangan sidang promosi doktoral teh Gagan ITB bersama bu Nuk.
Sebenarnya agenda suami ngisi outbond namun ternyata outbondnya diundur besok ahad.

Tidak ada pikiran bahwa aku akan ikut, aku justru mengagendakan doing my list to do ku.

Sikecil dibawa tetangga hingga menjelang maghrib. Aku di WA suami pulang telat karena persiapan audit Beastudi.

Menjelang Isya (masih cerita kemarin), suami sampai rumah. Sikecil udah balik juga. Suami langsung masak semur telur dan tempe (aku belum sempat masak). Sambil melihat suami masak, aku gendong sikecil. Suami bilang aku boleh ikut ke Bandung. ๐Ÿ™‚

Habis sholat isya, suami ketiduran. Aku juga hampir ketiduran kalau saja gak dengar suara pintu diketuk. Aku bangunkan suami, ternyata itu yg datang ka Ery membawa foto teh Gagan utk souvenir yg dipasang di pigura yg suami beli.

Sabtu, 19 Desember 2015 jam 03:30

Aku terbangun otomatis pas dengar alarm. Alarm memang aku set 3 kali di malam hari untuk menyusui. Jam 23, 01.00, dan 03.30. Dan sejak ikut grup kutub (tahajud) aku jd semangat sholat malam. Walaupun badan dan mata sangat berat, aku berusaha bangun.

Setelah mandi, sholat dan subuh kami berangkat. Pak Jun, sopir yg datang menjemput sempat panik. Pasalnya utk ke Bandung minimal 4in1 (four in one, peraturan daerah menuju Bandung satu mobil harus diisi mininal 4- lebih mlah lebih bain. Hal tsb upaya pemerintah menghindari macet di tol jika satu mobil hanya diisi satu atau dua. Kalo jkarta 3in1. Dicek di loket biasanya. Mlah sekarang ada jasa orang utk mengisi mobil selama di tol.) -pak Jun belum ngeh kalau udah 4orang. Pak Jun sampai bablas ke billabong kata nya memikirkan ini. Haha. Alhamdulillah sampai rumah pak Jun sadar sudah ‘tertolong’ kapasitas aku dan sikecil.

Pukul 05.30 menjemput bu Nuk di daerah semplak rumah beliau. Bu Nuk sudah siap menunggu di pinggir jalan. Aku senang selalu setiap berjumpa dg bu Nuk. Mengobr dg beliau pasti selalu ada pelajaran dan info yg menarik baik.

Masuk kedalam mobil bu Nuk menyapa dan tersenyum khas. Beliau bilang, “beginilah mbak kalau ada acara keluar anak2 (karyawan BI) terutama cewek tau Bu Nuk ikut langsung pada ngebatalin. Takut kata nya haha”

Aku heran padahal berbincang dg Bu Nuk pasti mengasyikan.

Pukul 08.30
Sampai di kawasan ITB, kami langsung mencari makan di samping masjid Salman. Ada kuda dan andong, sikecil senang melihat nya. Sumentara suami dan Pak Jun masih ke kamar kecil mesjid, aku dan Bu Nuk melihat stand buku di trotoar. Bu Nuk seperti biasa, langsung ngeborong buku. Beliau kagum dg Prof. Dr. Buya Hamka, beliau pun membeli buku terbaru Buya Hamka dan beberapa buku lain hingga total hampir 200ribu.

Kami sarapan bubur ayam, aku dan Bu Nuk pesan porsi 1/2 dan segelas teh manis hangat. Pak Jun dan suami porsi penuh.

image

Selesai sarapan, kami menuju ke asrama Putri ITB Etos yg baru karena undangan sidang promosi doktor teh Gagan dimulai bada dzuhur.

Jam 11.30 kami memutuskan ke gedung annex ITB sekalian sholat disana. Kami jamak dg ashar.

Beres sholat dzuhur aku ketemu Kiki (tekfis) yg juga hadir di sidang terbuka tehGagan. Tiba di lantai 3 sangat ramai karena ada peserta doktoral juga beres sidang td pagi. Ada prasmanannya. Karena masih banyak menunya, kami mengira itu makanan jd satu dg Teh Gagan. Aku yg merasa lapar bersama bu Nuk mengambil makan (pas tau itu punya peserta jd kecilee hehee) *tutupmuka

image

image

image

Jam 14.40 semua beres dan berfoto ria. Dan kami pun bersiap pulang.
Today is a great day.

image

Tinggalkan Balasan