Jangan Menyerah

sejak tadi pagi aku udah bersemangat,, setiap pagi selalu mensupport dan memotivasi diri dengan beberapa agenda yang bagiku adalah ladang mencari pahala,,

tadi pagi sudah kutulis,,
jam 8-10 kuliah SOK
jam 10-12 kuliah dinstruk II
jam 13-15 mentoringin adik2 2011
jam 15-17 halaqah
jam 18-19 kuliah ekotek

hmm.. serba terperinci kan?? aku melakukan rutinitasku dengan kutulis di secarik kertas seperti di atas,, namun sayang..

jam 7.00 tepat setelah aku beranjak dari meja belajarku kepala ini langsung pusing, pandangan kabur dan terasa berputar-putar. aku biarkan saja dengan duduk di atas springbed kamar. kututup pintu dari dalam dan aku mulai merasakan kepusingan itu @.@

aku biarkan saja, kemudian reda dan akhirnya aku bisa beraktifitas kembali. tetapi beberapa menit kemudian, ketika aku ke depan asrama membuka pintu untuk pak galon yang ngantar aqua pesananku kepala ini kembali berputar. maka secepat2nya aku membayar piket beli airku itu dan segera kembali ke kamar. aargh.. aku hanya mampu berteriak dalam hati.

di asrama,, sejak kemarin beberapa temanku sakit. dimulai dari dik filza yang habis jatuh saat camp, disusul rinda yang demamnya tiba-tiba meninggi dan wajah pucat dek desi di kamarnya tadi ditambah kepalaku ini yang juga “turut berpartisipasi”

aku sadar, pola makan dan istirahatku tidak teratur sejak senin kemarin.

aku sendiri gamau curhat ke siapa-siapa, bahkan ke ibuku sekalipun. aku ingin menguatkan diriku dan tidak mau membiarkanku jadi orang yang cengeng.

namun pertahanan diriku jebol juga,, aku merasakan sakit dan sungguh-sungguh ingin nangis T0T

jeda waktuku untuk turun dari kasur hanya saat sholat dan makan (itupun tadi siang masak mie) benar-benar ga banget deeh ):

akhirnya, setelah sholat duhur aku minum sangobion sirup. kemudian tidur dan bangun untuk sholat asar,, aku sms adik2ku dan mbakku yang jadwal mentoring dan khalaqah tadi. sungguh,, menunda dan mengcancel agenda itu membuatku makin ga karuan :((

saat tidurpun rasanya tidak tenang, seperti orang yang dipermainkan setan saja,,

sedikit bercerita ya,, beberapa bulan ini aku sudah bertekad untuk tidak menghubungi dan melihat seseorang yang jauh disana,, tetapi entah kenapa tetep gabisa. tapi yasudahlah kalo memang gabisa kuhapus (dari memoriku) setidaknya jejaring sosialnya sudah kuhapus.

ternyata semakin kita berusaha menghapus, malah semakin ingat :((

yasudahlah,, toh aku dan dia ga sekampus, ga sekota dan jauuuh.. jadi gabisa liat beneran bagaimana beliau

*kembali ke topik*

setelah menganalisa dari beberapa peristiwa yang menimpa hari ini (gabisa masuk kulia, semua jadwal tercancel, dan hanya bisa guling2 di kamar sendirian meraskan sakit) setidaknya ada 3 hal yang perlu kugarisbawahi :

1. manajemen diri

menjadi mahasiswa itu harus bisa menjaga diri (kesehatan dan pikiran) dan mengatur prioritas. itulah pentingnya kenapa kita harus membuat list to do (daftar apa yang harus dilakukan). tapi itu sebenarnya tergantung komitmen sihh -_-

aku sadar, sejak dari UI aku bisa semangat kembali, , namun aku tidak melihat pola tidur dan makanku. jadi yaah.. gampang ngedrop. apalagi darah rendah itu sering pusing, dan sering pusing itu berarti kurang oksigen,, dan kalo kurang oksigen kudunya olahraga teratur dan makan minum yang sehat serta bergizi,,

2. kesampingkan hal-hal yang ga penting like buang-buang waktu

hal yang ga penting ituu.. semacam fesbuk (ups). sebenarnya bukan salah fesbuk ato twitter,, yang salah adalah tangan dan pikiran ini yangselalu “otomatis” search and enter one name yang ga jelas kenapa bisa langsung otomatis muncul saat senantiasa membuka fesbuk. fufufu..

yeah,, tetep aja yang namanya orang bagaimaanapun walopun ga mendukung masa depan dan bahkan bukan kategori yang penting untuk saat ini,, kalo ga dikesampingkan jadinya seperti saya ini >> sering banget nangis dan nyesel akibat membuang-buang waktu di depan layar leptop
*lempar modem

3. fikiran yang berat

yeah,, you know me so well lah,, aku kuliah ini kan bonek (bondo nekat). walo aku anak tunggal tapi bapak dah nikah dengan mami yang lain.. so ofcourse,, aku harus bantu ibu untuk mewujudkan impian. aku tetep kuliah tapi dengan biaya sendiri..

sebenarnya ibu tidak menuntuku kuliah,, karena andai aku ga kuliah,, aku akan dipondokkan trus bisa kerja ato nikah. tapi aku emang dasar anak umum ya sejak TK-SMA sehingga mau gamau tetep ingin lanjut kuliah walo hanya berbiaya otak dan otak (hehe,, uangnya dari negara dan rakyat).

kegalauanku saat sakit adalah pikiran ini berat akibat setelah semester 6 ini adalah akhir dari beasiswa berasaramaku. beastudi etos yang telah merawatku sejak semster 1 dengan agenda pembinaan softskill dan pengembangan diri (agama juga) harus kuakhiri bulan depan.

aku yakin walopun saat ini aku tak ada tabungan sepeserpun, Allah akan menolongku. tapi tidak semudah itu. well,, aku bisa ngelesi namun melihat kondisi saat ini (drop2an) ga bakal aku mampu mengumpulkan rupiah banyak dalam waktu dekat. ditambah biaya KP yang bujubuneng banyaknya.

biaya kos sendiri,, aku berusaha nego dengan bu Alifa yang menawariku di kosan baru yang beliau bangun. namun aku ga yakin,, karena uang saku bulan depan itu pasti akan habis untuk jalan2 ke situbondo dan ke rumahku, lumajang dengan teman2 etosers.

belum lagi mikirin spp semester 7,, beasiswa yang dulu aku apply belum jelas kapan muncul kembali. aku hampir frustasi terkait biaya.. tetapi di tengah rasa frustasiku ini,, aku yakin aku bisa. karena ada Allah yang  selalu memantauku 🙂

bukankah selama ini aku selalu ditolong Allah??

waahh jadi ingat saat awal masuk ITS. hampir2 aku putus asa, namun bantuan Allah sungguh luarr biasa datangnya ga bisa kusangka-sangka.

ingat jugaa saat dulu awal2 masuk kuliah ingin nyontek pekerjaan teman,, tapi Allah selalu menghalangiku… dan alhamdulillah hingga detik inipun “terjaga” kejujuran ini. Alhamdulillah 🙂

ingaat pulaaa,, kemarin2 saat semester 12345 yang ada (dan bergantian) cowok2 yang naksir tapi aku memberi #kode bahwa aku ini punya idealisme gamau pacaran sebelum nikah.. so,, mereka akhirnyapun paham. dan bahkan udah ga menawakan diri lagi untuk “mbonceng” -karena selalu kutolak-

ingat juga saat pindahan rumah kemarin dengan ibu. walo kata tetangga,, harusnya aku ga membiarkan ibu sendirian. tetapi aku berdiri disinipun juga karena ibuku yang menginginkan putrinya bahagia..

so that,, buat apa aku mengeluh yaa??

hehehe..

well,, aku emang harus istirahat dan kembali menata ulang hati, pikiran, otak, jasad, dan prioritas kembali.

untuk seseorang yg emang entah kenapa gabisa kuhapus dari otakku :

I know you so well, (∫˘▽˘)∫ you can’t see that i’m the one who understand youuu

Aku ingin bersikap lebih dewasa (◦’⌣’◦ )

hehe,,sekian dulu

*sruput sangobion dulu ya*

Tinggalkan Balasan