3.3 BUNCEK KEPOMPONG IBU PROFESIONAL

Jurnal Kepompong ‘Puasa’ Pekan 1

Pekan pertama ini awkward. Antara pikiran, plan, body dan realita jumpalitan engga sinkron. Bisa dikatakan, saya gagal di pekan pertama ini. Bagaimana tidak? Niat puasa gadget, masih slow motion bahkan terikat sedemikian rupa.

Sebagaimana yang telah saya pelajari di tahap ulat-ulat bahwa hal yang paling mendistraksi produktifitas selama ini adalah gadget, wabilkhusus henpon berkuota internet super cepat dan banyak aplikasi. Sekali klik, tak terasa waktu berjalan merosot cepat. At the end, saya menyesal. Dan di tahap kepompong inilah saya belajar untuk mengendalikannya. Sayangnya, masih FAILED!

Jika digambarkan kedalam bentuk badge, seperti ini :

Hanya ada 2 hari dengan kondisi ‘memuaskan’ yaitu hari minggu dan selasa. Kenapa bisa?

Minggu, merupakan hari dimana saya jauh-jauh dari gadget karena seharian cucurak ke rumah mertua dan ngobrol dengan saudara sampai malam. Sehingga rasanya tak ada bayangan dan ekspektasi apapun terhadap benda mungil nan lucu emoet ini (baca : hape).

-___-

Selasa, kemarin. Seharian saya cukup produktif karena pagi hingga siang mencoba menyimak siaran ulang live dari webinar (dapat tugas resume) dan siang hingga sore ada kajian. Sore hingga sebelum tarawih, saya ngepodcast marathon di dua akun. Maka, fungsi gadget cukup paripurna sebagaimana fungsinya, bukan untuk scrolling gak jelas.

Lantas, di hari selain minggu dan selasa lalu, kenapa Nik?

Mbuh, wkwkwk. Intinya saya terpesonaaa… aku terpesonaaa…. Pada beberapa tayangan dan film yang lagi hype serta karena agak norak, baru install tiktok, scrolling bablas. Pun dengan instagram, saya malah keasyikan nonton explorer yang isinya penuh dengan ‘Kisah untuk Geri’. alamak deh, parah, saya bucin syifa angga yang memerankannya bak drakor ala Indonesia.

-___- (mon maap, jiwa-jiwa drakor mulai meronta-ronta setelah intens dengan aplikasi weTV).

Kini?

Saya merasa khilaf, namun masih menunggu 1 episode penutup lagi, hari Jum’at (wkwkwkwk). Setelah itu, janji, insyaa Allah saya un-install itu aplikasi candu.

Semoga puasa bermedia sosial mulai pekan kedua mulai meningkat progressnya (apapun itu, nonton enggak jelas juga masuk sini. Btw, saking senengnya sama Syifa, saya sampai rela nonton segala film yang dia perankan, kurang bucin apa coba, hihihi).

Apresiasi diri selama sepekan ini adalah, saya berhasil menghapus aplikasi media sosial yang mendistraksi segala pekerjaan yang mangkrak. Saya hapus instagram, goodreads, tiktok, inshot, IGTV, repost aps, twitter dan tentunya facebook (kalau FB udah sejak beres live di tahap ulat lalu, saya un-install again).

Sekian jurnal tahap tirakat yang agak gagal di pekan 1 ini. Semoga pekan berikutnya lebih baik. Aaaaamiiiiiiinnnnnn ((angkat dua tangan, menengadah, mengucap ‘amin’ yang kencang dan panjang)).

Tinggalkan Balasan