3.3 BUNCEK KEPOMPONG IBU PROFESIONAL

Jurnal Kepompong ‘Puasa’ Pekan 3

Sepekan ini, puasa media sosial, bisa dibilang cukup menggembirakan. Karena saya tidak terlalu mempedulikannya lagi. Saya hanya menggunakan sesuai kebutuhan, misalnya untuk posting tantangan, dsb. Hanya saja, ada target yang memang tak tercapai di T30.

False Celebration

Saya rasa, menulis novel tak semudah menulis karya non-fiksi. Saya harus matang terlebih dahulu di fase pre-writing. Sayangnya, untuk naskah sejenis fiksi, saya masih mentah. Dan saya rasa di T30 ini saya tumbang, lebih tepatnya, abai.

Namun, saya perlu merayakan kegagalan ini. Setidaknya saya jadi tahu diri, mengukur kemampuan saat ini. Walau seribu satu motivasi menghampiri, jika saya tak siap untuk mengeksekusi, ya salam, bye.

Saya hargai proses ini, saya memang tak memiliki fokus untuk ‘do it yourself’ pada peta belajar yang sudah disusun rapi. Namun, perkembangan terhadap ‘kepikiran’ terhadap media sosial, apa kata orang, apa kata ‘mereka’ yang ‘mungkin merasa mengenal saya’, sudah tak separah sebelumnya. Saya jadi bodo amat. Termasuk off dari telegram selama sebulanan ini. Saya lebih fokus untuk mengurus pribadi sendiri, off dari beberapa komunitas dan ‘amanah’ yang selama ini menggelayuti, seperti organisasi yang sedang dibangun. Saya hanya ingin take a breath, take a break. Supaya diri ini tak merasa penuh.

Thanks to my self.

Tinggalkan Balasan