3.1 BUNCEK TELUR-TELUR IBU PROFESIONAL

Jurnal Pekan 1 – Kelas Telur-Telur (Telur Hijau) Bunda Cekatan batch 2

Akhirnya! Tugas pertama sudah muncul. Seperti yang saya posting sebelumnya, bahwa saya mengikuti kelas bunda cekatan batch 2. Sebelum berada di kelas ini, saya mengikuti serangkaian syarat pra-bunda cekatan yang pernah saya tulis di sini. Dan hari ini saya akan menuliskan tugas pekan pertama di sesi kelas telur-telur.

Terdapat 2 tugas di pekan pertama, yaitu melacak kekuatan melalui :

  1. Kuadran Aktifitas sebagai seorang individu, istri dan ibu.
  2. Memilih 5 Aktifitas yang disuka dan bisa.

Tugas kali ini menggali kekuatan diri, agak mirip dengan NHW 7 di matrikulasi lalu. Oleh karena itu, saya membuka kembali tugas tersebut dan mengkonfirmasi ulang apakah saya masih di jalur yang sama atau memang sudah ada perubahan aktifitas?

Langkah yang saya lakukan, yaitu merenungkan kemudian menuliskan hal-hal yang menjadi aktifitas keseharian saya sebagai individu, istri, dan ibu. Kemudian memilih 5 aktifitas yang disuka dan saya bisa. Tentu aktifitas ini harus yang sudah setiap hari dikerjakan dan memiliki syarat utama yaitu BAHAGIA. Jika kita bahagia, maka seluruh aktifitas lain akan mudah mengikuti. Ibarat baterai, ini adalah sumber daya utama.

Maka, menentukan aktifitas yang membahagian tentu tidak boleh main-main sebab pekan pertama adalah pekan penentu. Di tahap ini, saya harus jujur dan betul-betul look-in untuk menentukan langkah diri yang harus ditekuni selama kelas berlangsung nanti.

Saya masih berpedoman pada hasil tes bakat dan kekuatan yang saya kerjakan di NHW 7 tahun 2018 lalu. Masih relevan walau ada beberapa aktifitas yang sudah bergeser seiring dua tahun waktu berjalan. Namun untuk bakat dan kekuatan, rasanya tetap sama. Hanya memang perlu diolah saja.

Dari hasil talents mapping, saya memiliki bakat : FOCUS, DISCIPLINE, STRATEGIC, MAXIMIZER, SIGNIFICANCE, COMPETITION, COMMAND, BELIEF dan LEARNER.

Dari hasil talents mapping, saya memiliki kekuatan : CONTROLLING, STRATEGIZING, PUBLICIZING, SELLING, INFLUENCING, FINISHING dan MARKETING.

Dari tes tersebut, terdapat saran aktifitas yang cukup komprehensif yang setelah saya renungkan beberapa malam lalu ternyata masih selaras walau ada beberapa yang berbalik (dari kuadran tidak suka menjadi suka dan sebaliknya).

Oke, langsung saja, saya share jurnal aktifitas saya sebagai berikut :

1. Kuadran Aktifitas

Setelah saya menuliskan aktifitas berdasar rataan waktu 24 jam saya gunakan untuk apa saja, saya bagi ke dalam aktifitas rutin dan sesuai posisi (apakah sebagai individu atau istri atau ibu) kemudian saya rampingkan beberapa. Setelah merasa pas, saya pungut satu demi satu, kemudian masukkan ke dalam kuadran berikut ini :

Sebagai individu

Sebagai individu artinya sebagai ‘Nikmah’ yang utuh secara personal, melakukan kegiatan karena hal itu sebagai kebutuhan pribadi.

Pada kuadran aktifitas sebagai individu, saya temukan diri saya kedalam 4 kategori ini :

  1. Bisa dan Suka : blogging, baca buku, menerbitkan buku, nonton.
  2. Bisa tetapi Tidak Suka : olahraga, administratif, penjualan, penyelenggara acara.
  3. Tidak Bisa tetapi Suka : berhubungan dengan kesenian (art, terutama menggambar), memasak, menyanyi, personal care (seperti make-up, skincare-an, saya suka tapi saya tak bisa melakukannya dengan baik).
  4. Tidak Bisa dan Tidak Suka : building (bukan hanya berkaitan dengan rumah, tapi semacam membangun tim atau menjadi motivator juga masuk ke dalam ini), installing (bukan terbaca seperti install perangkat lunak ya, tetapi lebih kepada menempatkan seseorang- misalnya dilibatkan dalam open recruitment- di sebuah posisi yang tepat, saya tidak bisa dan tidak suka melakukannya), dan menjadi pengikut (saya benar-benar tidak bisa jadi seperti ini).

Sebagai Istri

Aktifitas sebagai istri adalah aktifitas yang bukan hanya berfokus pada diri sendiri namun juga terhadap pasangan saya (suami).

  1. Bisa dan Suka : menata rumah (biasanya dilakukan berdua dengan suami, kami berbagi tugas), mencuci dan melipat pakaian (ini jobdesk di rumah yang saya suka, biasanya ide bermunculan saat saya sedang mencuci), memberi hadiah (saya suka memberi hadiah ke suami, biasanya barang yang fungsional yang kadang suami masih tak terpikirkan untuk menggunakannya- merasa sayang jika diganti), dan nonton (aktifitas yang bisa jadi obrolan berdua). Oia, membaca buku tidak saya masukkan ke sini karena genre dan buku bacaan saya dan suami saya berbeda.
  2. Bisa tetapi Tidak Suka :aktifitas harian yang saya bisa tapi agak ogah gitu hehe. Yaitu ada bangun pagi (jujur saja, ini agak berat terutama jika malamnya saya begadang- jadi perlu mengatur pola tidur lagi), belanja kebutuhan sehari-hari (terbiasa suami yang belanja karena lebih cepat dan efisien), mengurus administratif seperti keuangan (bisa sih tapi kurang suka), dan mandi tepat waktu (misalnya mandi sore sebelum asar, kebanyakan saya mundurkan, terpenting shalat asar dulu, padahal idealnya mandi sekaligus melanjutkan salat asar).
  3. Tidak Bisa tetapi Suka : membuat rencana, membuat kue, berkebun dan packing paket. Dalam keseharian saya, keempatnya adalah aktifitas yang saya sukai namun saya tidak ahli di sana. Seperti packing paket misalnya, ketika suami meminta tolong untuk mengepak paket tanaman, saya senang tapi tidak sesuai dengan harapan, jadi terpaksa suami yang melakukannya ulang.
  4. Tidak Bisa dan Tidak Suka : disuruh mencari perkakas, berbahasa sunda dan bepergian dalam waktu lama. Ketiga hal itu entahlah saya memang tidak bisa dan tidak menyukainya. Mau dipaksa bagaimanapun tetap mbendol ing jerone ati hihi.

Sebagai Ibu

Aktifitas yang berkaitan dengan parenting atau pengasuhan anak atau berkegiatan bareng anak. Sebenarnya ini sudah tampak di tugas kelas bunsay.

  1. Bisa dan Suka : membacakan buku ke anak, berbenah bareng anak, membeli es krim bareng anak dan nonton. Keempatnya merupakan aktifitas mood booster harian saya. Melibatkan anak ke dalam aktifitas harian yang kemudian menjadi kebiasaan, sungguh meringankan hati dan jiwa saya. Alhamdulillah, baca buku rutin setiap hari, minimal sebelum bobo (biasanya anak minta pijit juga, katanya pijitan saya enak, tapi saya tidak bisa mengklaim mahir di sini karena mijitnya juga berdasar intuisi belaka).
    Berbenah dengan anak juga bagian dari aktifitas harian, prosesnya dari anak bayi sampai sudah melalui fase balita, hasilnya dia kooperatif dan sering mengingatkan akan kerapian juga. Walau anak saya laki-laki namun kerapian adalah bagian dari nilai keluarga yang tak bisa ditanggalkan.
    Kemudian beli es krim, karena kami belum punya kulkas yang memadai, sementara saya menyukai es krim bersama anak, maka membeli es krim adalah aktifitas yang paling kami suka.
    Terakhir tentu nonton. Karena menonton biasanya terkoneksi dengan wawasan yang sudah dipelajari dari buku, namun secara visual dan auditori langsung tersaji.
  2. Bisa tetapi Tidak Suka : membangunkan anak tidur, memeriksakan BB anak (berat badan), dan bermain game. Ketiganya saya bisa saya lakukan namun saya tidak menyukainya. Alternatifnya untuk ketiga hal itu, saya delegasikan ke abinya.
  3. Tidak Bisa tetapi Suka : memotong rambut, memasak bareng dan memilihkan mainan. Saya menyukai ketiganya namun seringkali tidak tepat atau berakhir dengan berantakan. Misalnya memotong rambut, alih-alih rapi, malah rambut anak jadi miring gak karuan. Atau memilih mainan, biasanya anak enggak suka dan memilih aktifitasnya sendiri, itulah kenapa saya akhirnya meminimalisir jumlah mainan sebab anak saya lebih suka aktifitas membuat karya sendiri (do it yourself) dan outdoor. Pun dengan memasak bareng, saya suka tapi rasanya awkward, wkwkwk.
  4. Tidak Bisa dan Tidak Suka : disuruh nyanyi, disuruh menggambar dan ikutan tren. Ketiganya tidak saya suka dan saya tidak bisa. Terkait menggambar, abinya lebih jago, itulah kenapa kalau berkaitan dengan gambar menggambar, langsung saya sodorin abi ke anak.

2. Memilih 5 Aktifitas yang Disuka dan Bisa

Dari jurnal aktifitas di atas, saya mengambil bagian yang saya bisa dan suka. Sehingga saya dapatkan aktifitas berikut :

  1. Sebagai individu : blogging, baca buku, menerbitkan buku, nonton.
  2. Sebagai Istri : menata rumah, mencuci dan melipat, memberi hadiah, nonton.
  3. Sebagai Ibu : membacakan buku anak, berbenah bareng anak, membeli es krim bareng anak, nonton.

Dari ketiga peran di atas, saya ambil 5 aktifitas yang benar-benar saya suka dan bisa berdasar aktifitas yang mirip dan terbanyak saya lakukan setiap hari. Yaitu : blogging, menerbitkan buku, berbenah, membaca buku dan nonton.

Blogging

Saya menyadari hal ini setelah beberapa orang mengirim pesan ke saya bahwa blog saya sungguh menyenangkan isinya, rapi, komplit dan enak dibaca. Entahlah menurut saya awalnya biasa saja. Namun setelah melihat bakat dan kekuatan dari hasil talents maping, memang benar adanya. Saya menyukai menulis dengan tulisan panjang, maka aktifitas blogging adalah sarana untuk itu. Dengan blogging, saya bisa recalling beberapa tulisan yang saya butuhkan, bisa membuat review dan menangkap pesan dari beberapa buku yang saya baca.

Termasuk ketika saya menulis tugas di Ibu Profesional. Jika boleh dilihat, mulai dari pra-matrikulasi, matrikulasi, bunsay dan tugas buncek saat ini, saya buatkan kategori khusus pada sidebar pada interface blog saya.

kategori tugas selama di IP

Untuk mendukung ini, saya juga mengikuti komunitas blogger perempuan network (BPN). Sebenarnya banyak komunitas blogger, hanya saja, saya hanya mengikuti satu agar fokus dan tidak terlalu banyak banner yang saya pasang pada laman blog saya. Selain itu, saya juga mulai mendaftar KLIP (kelas literasi ibu profesional) pada 2 Januari 2021 kemarin. Masih baru banget di sini, saya mengikuti tantangan setor setiap hari pada laman KLIP. Target saya untuk blogging bisa saya kerjakan setiap hari. Jika KLIP memberikan batasan minimal 300 kata. Saya memberi nilai 2x lipat, untuk tulisan saya minimal 600 kata pada setiap posting.

Menerbitkan Buku

Aktifitas yang saya suka dan saya bisa adalah menerbitkan buku, tentu dengan bantuan publisher. Beberapa penerbit yang memproses naskah saya selama ini adalah Bentang Pustaka, Ihsan Media dan penerbit lainnya (yang semi mayor seperti ITB Press, Teman Nulis dsb.) yang mana di tahun ini juga saya fokus menerbitkan beberapa buku juga.

Tahun 2018-2020 lalu cukup menjadi pemantik bahwa menerbitkan buku ternyata cukup mudah dan lancar. Menjadi bagian dari waktu harian juga.

Untuk mendukung hal ini, saya berkumpul juga di grup semut merah kaizen, yang beranggotakan para alumni kelas menulis Dee Lestari. Pada tahun 2020 lalu menjadi tahun yang meresahkan sekaligus mencengangkan karena ketika seluruh naskah saya hold karena pandemi, ternyata saya dan teman-teman masih bisa berkarya beramai-ramai, terbit singkat kala itu, Cerita Saat Jeda.

Di tahun ini, semoga produktifitas dalam menerbitkan buku saya lebih meningkat. Saya sadari bahwa inilah aktifitas yang paling saya gemari sebab bagian dari ikigai diri.

Berbenah

Berbenah adalah aktifitas harian yang saya bisa dan suka. Jika kondisi bebas clutter (clutter free) biasanya pikiran saya jadi ikut rapi dan mudah ditata. Sebaliknya, jika kondisi sekeliling saya kacau balau, maka saya akan menghabiskan energi saya untuk menuangkan rasa tidak nyaman yang memicu emosi negatif keluar.

Bukan hanya physical clutter yang menjadi fokus saya, melainkan clutter yang lain seperti emotional clutter, digital clutter, spiritual clutter hingga mental clutter adalah bagian dari kategori aktifitas berbenah harian saya. Mungkin satu-satunya aktifitas yang bisa meredam banyak ketidakproduktifan semua berkumpul di sini, berbenah.

Membaca Buku

Saya punya hobi mereview buku, update progress baca di goodreads dan membagikannya ke pembaca blog ini. Walau tidak semua buku yang saya baca, saya tulis di sini, tetapi kebutuhan akan membaca buku seperti makanan sehari-hari. Selain sebagai pabrik koleksi kosa kata untuk saya tuangkan dalam proses menulis, membaca buku juga melatih diri saya untuk lebih berkesadaran (mindful) sebab hanya melakukan 1 aktifitas di 1 waktu itu. Tidak bisa saya sambi.

Pun dengan membacakan buku pada anak. Saya terselamatkan dari gangguan speech delay yang sempat anak saya alami dengan terapi rutin membacakan buku. Alhamdulillah. Kini, anak saya selalu sigap dan otomatis mengambil buku pilihannya setiap menjelang tidur.

Nonton

Sebenarnya bukan aktifitas yang setiap hari saya lakukan, hanya kadang-kadang dan saat butuh saja. Sebab di rumah tidak ada televisi, biasanya saya nonton melalui laptop atau ponsel dengan aplikasi yang saya unduh di sana. Saya suka nonton netflix, khususnya film dokumenter, TED Talks, dan beberapa aplikasi seperti youtube, youtube for kids dan WeTV.

Menonton cukup membuat saya bahagia, walaupun saya bukanlah penonton kelas berat tetapi saya cukup mampu memilah mana yang harus saya tuju dan mana yang harus saya skipped.

Fokus satu : MENERBITKAN BUKU

Sebenarnya jika disuruh memilih satu yang sungguh penting dan ter-amat saya suka adalah menerbitkan buku atau membuat buku. Karena didalam aktifitas tersebut, sudah merangkul seluruh aktifitas yang lain. Seperti blogging (otomatis saya lakukan saat promosi buku), membaca, nonton dan berbenah. Keempat aktifitas ini menjadi penunjang atau yang memfasilitasi saya untuk menuju satu aktifitas yang saya dambakan, menerbitkan buku.

Namun, karena di grup dijelaskan kalau disuruh memilih 5 aktifitas, ya akhirnya saya jabarkan lima itu. Namun aslinya saya hanya ingin fokus pada 1 ability saja, yaitu menerbitkan buku.

Jadi, untuk proses menetaskan telur nanti. Bismillah, saya fokus menetaskan 1 kekuatan dan aktifitas penting yang saya suka, yakni menerbitkan buku. Bukan sekadar menuliskan birth date semata tetapi ya benar-benar menerbitkannya, menjadi buku, ada ISBN dan dicetak! Semangat!

Demikianlah tugas pekan pertama saya. Semoga sesuai dengan instruksinya ya. Bagi teman-teman yang membaca post blog ini, terimakasih sudah berkenan mampir di sini.

Bogor, 13 Januari 2020.

-Khoirun Nikmah a.k.a Niknik

4 thoughts on “Jurnal Pekan 1 – Kelas Telur-Telur (Telur Hijau) Bunda Cekatan batch 2”

Tinggalkan Balasan