3.1 BUNCEK TELUR-TELUR IBU PROFESIONAL

Jurnal Pekan 3 – Kelas Telur-Telur (Telur Oranye) Bunda Cekatan batch 2

Bismillah, memasuki pekan ke-3 kelas telur-telur, saya pandangi beberapa lembar kertas coretan yang terbaring di atas meja. Lembaran kertas yang beberapa hari lalu isinya berubah-ubah tak menentu. Berisi berbagai hal yang perlu saya selesaikan, termasuk salah satunya, jurnal tugas kelas bunda cekatan.

Pekan ketiga, semakin terasa lebih menantang dan kompleks mengerjakan jurnalnya dibanding pekan sebelumnya. Setidaknya saya harus mengganti posisi telur dan menentukan revisi pada telur merah yang sudah saya tulis di jurnal pekan ke-2. Dan saya pun harus membaca berkali-kali jurnal pekan pertama di telur hijau supaya semakin jelas binar mata tertuju kemana.

Untuk mengerjakan telur oranye, jalannya cukup panjang dan saya harus mencoba mencocokkan antara telur hijau dan merah serta korelasi dengan apa yang disampaikan oleh Magika dan Kunang-Kunang.

Bismillah.

Jadi, gimana memulai ceritanya?

Saya kilas balik terlebih dahulu. Jika pada :

  • telur hijau pekan pertama, saya belajar bagaimana menentukan kekuatan #LacakKekuatanmu.
  • telur merah pekan kedua, saya belajar bagaimana menentukan keterampilan yang akan saya pelajari #LacakTerampilmu.
  • telur oranye pekan ketiga saat ini, saya belajar bagaimana mencari cara belajar #CariCaraBelajarmu

Artinya, ketiga telur itulah yang nantinya saling berkesinambungan, maka harus selektif sebab ke depan akan ditetaskan.

Sebelum melanjutkan mengisi telur oranye, saya melakukan revisi terlebih dahulu pada telur merah yang pada pekan lalu ‘keluar jalur’. Seusai saya revisi di post blog, hasilnya adalah dua telur merah berikut ini :

So? What’s the next step?

Selanjutnya, saya belajar bagaimana cara saya belajar sesuai dengan petunjuk dari Magika serta Kunang-kunang di Hutan Cekatan.

Prinsip Belajar di Telur Jingga atau Telur Oranye

Mulai pekan ini saya belajar untuk menggali diri, merumuskan cara belajar dengan menanyakan ke diri sendiri terkait hal yang akan dipelajari secara mandiri ke depan, dalam kurun waktu atau durasi kelas bunda cekatan berlangsung (enam bulan).

Saya mulai menanyakan kepada diri sendiri, bermodal dua telur di atas.

  • mau belajar apa?
  • mengapa mau mempelajarinya?
  • mau belajar dengan siapa?
  • kapan belajarnya?
  • dimana?
  • bagaimana cara belajarnya?

    Tidak sampai di sana, menurut kunang-kunang, perlu ditambah 1 poin, yakni perasaan untuk menyelami kebutuhan rasa. Bagi seorang wanita, penting untuk melihat perasaannya sebab berkaitan dengan emosi yang akan dikelola. Hal ini juga berperan untuk meletakkan kondisi urgensitas dari pilihan yang akan dituju.
Konsep di atas disebut dengan 5W+1H (plus feeling atau rasa).

Selain itu, saya juga perlu meletakkan prinsip ‘I CAN’ dalam platform belajar kelas bunda cekatan. Apa itu I CAN?

Prinsip ‘I CAN’ :
Intelectual Curiosity
Creative Imagination
Art of Discovery and Invention
Noble Attitude
  1. Intelectual Curiosity artinya saya harus punya rasa ingin tahu akan hal tersebut. Harus penasaran, sehingga membangkitkan semangat saya untuk mencari.
  2. Creative Imagination yakni apakah ketika saya belajar sebuah tema belajar nanti membuat diri saya semakin kreatif untuk mengaplikasikannya atau merealisasikannya.
  3. Art of Discovery and Invention yaitu apakah dengan belajar sebuah tema belajar tersebut membuat saya semakin terampil untuk mencari sumber belajar dan bertambah fitrah belajar saya, saat membuat formula belajar nanti.
  4. Noble Attitude ini hal yang paling penting. Yaitu bagaimana saya mempelajari sebuah topik belajar :
    >>membuat perubahan yang signifikan kepada diri saya, baik secara akhlak mulia serta kemuliaan ini. Saya jadi teringat quotes yang tertera pada binder buku saya.

Pada bagian belakangnya tertulis,

‘Rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari’

-Ibu Profesional-

Kata-kata itu dari Ibu Septi.

yang dicari adalah kemuliaan.
  • >> Noble Attitude di level selanjutnya juga akan memberi dampak perubahan pada sikap, tutur kata serta pola pikir saya.
  • >> Hingga pada tataran hikmah dan kebijaksanaan diri terhadap hidup.

Kunci dari peletakan Telur Oranye adalah mau untuk JUJUR dan BERANI TEGAS memilih kebutuhan belajar.

Kunang-Kunang Farda

Maka, saya harus memilih, “Mana sih yang PALING URGEN?”

Telur Oranye, Belajar Cara Belajar dengan Membuat Peta Belajar

Saya harus membuat peta belajar agar tetap on track, tidak salah jalan. Menurut saya, membuat track ini ibarat kita sedang berkendara di kegelapan malam dengan dibantu oleh garis lurus yang ada pada permukaan aspal jalan.

Dengan membuat peta belajar pada telur oranye ini, ke depan, diharapkan peta ini memudahkan diri saya untuk menelusuri dan mendalami akan sebuah ilmu.

Tahap Membuat Peta Belajar

  1. Empati terhadap kebutuhan dengan cara jujur pada diri sendiri terhadap kebutuhan diri. Apakah itu :
    – penting – mendesak
    – tidak penting – tidak mendesak
    – menarik tapi tidak tertarik
    – belanja ide dan gagasan
  2. Desain – Develop. Membuat disain untuk mengembangkan kemampuan dengan cara :
    – mencermati sumber daya dari dalam diri serta lingkungan.
    – mencari sumber belajar.
    – mencari sumber mentor atau coach.
    – membuat support system.
  3. Melakukan implementasi dan review, terus mengevaluasi materi yang dipelajari dan terus mencari sampai hal tersebut memenuhi kebutuhan diri. Jangan cepat puas, bongkar-pasang itu sudah biasa. Caranya :
    – Uji coba atau praktik.
    – Konsisten latihan dan belajar
    – Tulis, ikat ilmu, Tacit Knowledge (untuk tacit knowledge bisa baca post blog saya kemarin, di sini)

Alhamdulillah cukup jelas di sini. Sekarang…

Saatnya Mengerjakan Telur Oranye

Menemukan Cara Belajar

Terdapat dua poin yang harus saya kerjakan dalam membuat jurnal telur oranye. Pertama, membuat peta belajar. Kedua, menempatkan dan menetapkan isi telur oranye.

Untuk menemukan cara ‘bagaimana cara belajar’ yang menjadi peta belajar ke depan, saya dipandu oleh tahapan-tahapan. Setidaknya ada empat tahap yang harus saya isi pada template telur oranye nanti, sebagai berikut :

  1. Tujuan Belajar. Sebagai pijakan pertama saya yang menjadi alasan kuat (strong why) berupa tujuan mengapa saya harus mempelajarinya.
  2. Sumber Ilmu. Bisa dari berbagai hal dan berbagai media belajar.
  3. Ilmu yang saya Perlu. Yaitu ilmu-ilmu yang menunjang untuk belajar selama proses belajar nanti.
  4. Cara Belajar Saya, akan saya sesuaikan dengan gaya belajar terefektif menurut diri pribadi.

Karena terdapat 2 keterampilan yang saya fokuskan di telur merah, maka untuk cara belajarnya, saya ikuti alur telur merah.

Dengan menggunakan bantuan template cara menemukan cara belajar, saya tulis sbb :

3.1.1 Menemukan Cara Belajar Manajemen Waktu

Diagram cara menemukan cara belajar part 1 (managemen waktu).

Tujuan Belajar

Setidaknya terdapat 7 alasan kuat yang mendasari saya untuk butuh dan merasa penting terhadap penataan waktu adalah untuk :

  • Hidup lebih seimbang.
    Bagaimanapun, hidup yang seimbang di masa pandemi seperti ini sungguh sulit. Antara kurang gerak, tidak kemana-mana dan masih menjaga ketat protokol kesehatan membuat waktu yang tersedia terasa penuh didalam diri. Penataan waktu menjadi kebutuhan mendasar untuk saya, tanpa saya latih, tanpa forum belajar yang menantang seperti ini, saya akan tetap jalan di tempat. Maka, motivasi utama, untuk hidup yang lebih seimbang, tawazun, dari akar utama saya, managemen waktu.
  • Menyelesaikan problem defisiensi energi.
    Saya seringkali merasa kelelahan, ngantuk tidak pada tempatnya. Hal ini efek dari agenda harian yang random dan lelah terhadap penataan waktu yang selama ini sekadar rutinitas dan ala kadarnya. Maka, di kelas ini saya bertekad untuk menambah energi diri melalui penataan waktu yang sesuai dengan ritme tubuh sehari-hari.
  • Agar minim distraksi, tidak ada yang tersia-siakan.
    Distraksi sering muncul dari dalam ponsel kecil yang melekat di tangan. Sehingga waktu yang harus saya gunakan membaca buku, menulis menjadi berkurang. Kembali lagi, kepada pemanfaatan waktu.
  • Membangun Kebiasaan Kecil Berdampak.
    Masih banyak hal yang perlu saya perbaiki, hal kecil, katakanlah bangun pagi dan merapikan tempat tidur. Sepele, namun cukup berdampak. Rencana akan saya konsistenkan di kelas ini.
  • Untuk menunjang produktivitas.
    Karena saya masih ada tanggungan naskah buku, di satu sisi sebagai istri, ibu dan individu maka saya perlu membagi waktu agar produktivitas saya terjaga tanpa perlu mengorbankan kewajiban utama.
  • Lebih sehat, lebih mindful.
    Saya ingin menyelipkan kegiatan olahraga dan shalat khusyu kedalam managemen waktu harian. Tujuannya agar lebih berkesadaran serta sehat jiwa dan raga.
  • Less-stress.
    Ini terpenting, mengurangi stress harian dengan menyempatkan waktu untuk diri sendiri. Salah satunya dengan blogging ini (bagian dari terapi de-stressing saya). Saya akan memasukkan aktivitas ini kedalam rutinitas waktu. Sudah saya coba dari awal Januari, menulis rutin setiap hari di blog, semoga konsisten.

Sumber Ilmu

Berbagai sumber ilmu managemen waktu akan saya cari dan dapat dari :

  • Buku.
  • Video.
  • Podcast.
  • Online Course.
  • Personal.

Ilmu yang saya perlu

Sebenarnya cukup banyak, namun beberapa yang sempat terpikir dan terlintas adalah sbb :

  • Tadabbur Bacaan Shalat. Saya butuh belajar ini harapannya agar waktu shalat menjadi waktu yang paling diidamkan dalam 24 jam waktu yang Allah sediakan.
  • Mengatur Waktu Bagi Seorang Muslimah sebagai individu, istri dan ibu dalam keluarga.
  • Journaling. Melalui blogging.

Cara Belajar Saya

Langkah yang saya tempuh untuk belajar managemen waktu adalah :

  • Menentukan target di awal.
  • Fokus mencari sumber ilmu.
  • Mencatat setiap pencapaian.
  • Melakukan evaluasi.
  • Temukan model yang pas.

3.1.2 Menemukan Cara Belajar Menulis Buku

Diagram cara menemukan cara belajar part 2 (manulis buku).

Tujuan Belajar

Setidaknya terdapat 2 alasan kuat yang mendasari saya untuk butuh dan merasa penting terhadap keterampilan menulis buku adalah karena saya memiliki janji, dan janji adalah hutang. Kali ini janjinya pada salah satu publisher.

  • Menyelesaikan naskah buku non-fiksi.
  • Menulis naskah buku fiksi (novel).

Sumber Ilmu

  • Buku.
  • Video.
  • Online Course.
  • Komunitas Menulis.
  • E-book.

Ilmu yang Saya Perlu

  • Creative Writing.
  • Kaizen Writing.
  • Mental Unload.
  • Teknik ERR.
  • Save the Cat (untuk fiksi)

Cara Belajar Saya

  • Membuat target birth date setiap naskah.
  • Membuat Outline di awal.
  • Membaca buku referensi dan melakukan riset sebelum menulis.
  • Mulai menulis.
  • ERR (edit, revise, rewrite).

Dan tugas kedua, yang memang saya nantikan sebab beberapa kali dibikin revisi dan galau, and finally! Menentukan isi telur oranye.

3.2 Ilmu dalam Telur Oranye

Setelah memikirkan telur apa yang spesifik, yang kira-kira pas, ilmu mana yang saya pilih?

Saya kembali kepada acuan telur hijau. Dimana saya memilih satu fokus aktifitas yang membuat saya bahagia, bertumbuh dan menjadi bagian dari kesejahteraan hidup, yaitu menerbitkan buku. Pada telur merah, saya memecahnya menjadi 2 skills yaitu managemen waktu dan kemampuan menulis buku untuk tepat waktu.

Dan jadilah telur oranye…

Time Management for Book Writer

Kenapa jadi dilebur hanya satu?

  1. Setidaknya itulah fokus saya dalam belajar. Jika saya bagi dua, rasa-rasanya saya akan memilih atau condong pada salah satu.
  2. Merger lebih baik, sekali dayung, semua tujuan yang menjadi alasan kuat- strong why saya, insyaa Allah bisa terealisasi.
  3. Saya sadar, jika tidak dipush sedemikian rupa, itu naskah dari dua tahun lalu yang masih berupa draft, tak akan saya sentuh sebab managemen waktu saya yang masih perfeksionis (all or nothing at all).

Sebagaimana kata Magika bahwa

“Belajar adalah tentang membuat perubahan pada diri kita.”

Magika Hamidah

Maka, walaupun hanya satu telur, semoga hal ini mampu memberikan perubahan pada diri saya pribadi. Sebab hal yang tetap menjadi poin utama, akar problema sehari-hari ada pada time managemen saya, apakah saya mampu melatih skills tersebut? Dan bagaimana saya mengekesekusi dan mengasah kemampuan menulis saya, cara menulis yang tepat, cepat, efisien, sehingga naskah buku bisa saya selesaikan nanti?

Wallahu’alam. Bismillah semoga di tahap berikutnya bisa lebih menemukan diri yang terang benderang. Amiin.

TTD. Telur Oranye.

Niknik di Bogor, 27 Januari 2021