3.2 BUNCEK ULAT-ULAT IBU PROFESIONAL

Jurnal Pekan 3 – Tahap Ulat Bunda Cekatan – The Power of Yet by Prof. Carol Dweck

Di Pekan ke-3 ini, saya akan membahas tentang beberapa hal :

  1. Terkait Makanan Utama pekan ke-3 milik saya.
  2. Snack pribadi, berisi buku bacaan yang saya baca yang mendukung makanan utama saya.
  3. Resume dari Kebun Apel sajian dari Kelas.
  4. Perjalanan dan resume dari Peer Group ‘Keluarga Manajemen Waktu’
  5. Resume kudapan keluarga yang manggung.

Oke, langsung saja.

Menu Utama – Mastery Mindset

Seperti yang saya tuliskan pada peta, bahwa saya membuat urutan konsep belajar menata waktu dengan melibatkan proses parenting, pola pikir dan pola kebiasaan. Nah, pekan ketiga ini, masuk di pola pikir bagian mastery mindset.

yang sudah selesai, saya ceklis.

Khusus topik belajar mastery mindset pekan ketiga ini, saya belajar dari Carol Dweck. Sebenarnya saya memiliki bukunya sekitar dua tahun lalu dan sudah membacanya lama (jadi agak lupa-lupa ingat, walau intinya paham). Namun saya tak akan membedah bukunya seperti apa lagi (karena sudah pernah saya baca itu dan bukan hal yang baru untuk saya). Namun dalam hal ini saya belajar topik baru terkait mindset, penguatan mindset yang saya dapat dari TED Talks pleh Prof. Dweck yang membahas tentang ‘The Power of Yet’.

Videonya ada di sini.

Saya mengenal teori mindset Carol Dweck yang membaginya dengan growth dan fixed mindset (pola pikir tumbuh dan menetap). Salah satu hal yang cukup berpengaruh terhadap pengelolaan waktu saya juga, ketika saya sudah mengambil untuk memiliki pola pikir tumbuh, biasanya saya jadi lebih produktif dan kreatif. Sebaliknya, ketika pola pikir menetap yang mencengkeram, ia menjadi masalah sosial di kehidupan saya. Dan salah satunya juga berdampak pada pola asuh.

‘The Power of Yet’ merupakan jawaban inti dari proses pembentukan mindset dalam jangka panjang terutama pada anak. Ini sungguh saya perlukan karena sejatinya, penelitian saintis juga telah membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki mindset tumbuh, jauh lebih mudah berdaya di kehidupan masa depannya. Dan lingkunganlah yang mampu membentuknya terutama ortu.

Tips yang saya tangkap dari vidio di atas, terkait ‘The Power of Yet’ adalah :

  1. praise wisely, not praising intelligence and talent. But praising the process that kids engage it. Their efforts, their focus, their strategies, their perseverance, their improvement.
    Memuji atau memberikan pujian dengan bijak, tidak memuji kecerdasan dan bakatnya. Tapi memuji proses yang dilakukannya. Khususnya upaya mereka, fokus mereka, strategi mereka, ketekunan mereka, dan juga tampak adanya peningkatan dari mereka, anak-anak kita.
  2. just say yet and not yet to our children.
    Katakan ‘belum’ dan ‘belum’ pada anak-anak kita. Maksudnya adalah jika anak memang belum bisa, katakan belum, bukan alih-alih mengecilkan dan mengatakan tidak bisa. Bagi pola pikir tumbuh yang ada hanyalah belum dicoba, belum berhasil, bukan menggunakan kata ‘tidak’.

Saya jadi banyak belajar lagi dan lagi dari sini. Semoga bisa saya terapkan walau sedikit namun semoga berkesinambungan.

Kesimpulan dari vidio ini, cukup menyentuh :

Let’s not waste anymore lives, because once we know that abilites are capable of such growth. it becomes a basic human right for children, all children to live in places that create that growth to live in places filled with ‘yet’

-Carol Dweck

Jangan sia-siakan kehidupan lagi, karena dulu kita tahu bahwa kemampuan mampu berkembang seperti itu. Dan hal tersebut menjadi hak asasi manusia bagi anak, semua anak untuk bisa tinggal di tempat yang menciptakan pertumbuhannya di tempat yang penuh dengan pola pikir tumbuh, yaitu dengan memberikan kesempatan dengan konsep ‘not yet’ tadi, konsem ‘belum’.

Snacks

Sepekan ini saya membaca dua buku berkaitan dengan pikiran, sudah saya review di blog.

[Review Buku] The Things You Can See Only When You Slow Down (klik aja disini untuk membaca)
[Review Buku] Finish What You Start (klik aja di sini untuk membaca)

Resume Kebun Apel ‘Rumus Live Sharing di Facebook’

Tips dari Mbak Ricca saat sharing di Live FB sbb :

  1. Temukan kriteria sukses untuk diri sendiri, tidak untuk berkaca dengan kemampuan orang lain, buat sesederhana mungkin. Misalnya dengan 2 penonton, bisa ada feedback 2 salam, adanya 2 testimoni dsb.
  2. Cari solusi dari ketakutan-ketakutan yang kita punya.
    -Misalnya malu atau tidak pede maka perlu latihan dan meluruskan niat.
    -Jika berkaitan dengan materi, maka buat judul atau topik tidak harus memenuhi keinginan teman-teman,
    -Cara menentukan konten dengan (1) kenali potensi diri, (2) apresiasi sekecil apapun, (3) percaya diri, yuk berbagi.
    -Gemetar merupakan reaksi tubuh saat merasa tidak nyaman, tarik napas panjang dan minum air hangat solusinya.
    -penguatan materi dengan belajar, materi dibaca berulang-ulang, bikin poin by poin, belajar cara menyiapkan public speaking, cara menyampaikan, intonasi dsb.

Persiapan Live Sharing

  1. Menyiapkan jaringan internet yang stabil.
  2. Konten, rundown waktu. Umumnya terdiri dari pembuka, inti dan penutup.
  3. Menyiapkan naskah, isinya apa-apa yang ingin kita sampaikan.
  4. Ilmu public speaking. Tipsnya : sampaikan dengan smiley view. Pancarkan aura bahagia. Ilmu berhias dengan beautyfying. Meliputi penampilan, suka dan ice breaking.
  5. Peralatan : lensa kamera, lighting penting bikin glowing. Dan kameramu adalah teman curhatmu.

Perjalanan Keluarga Time Management

Awalnya saya masuk melalui grup keluarga di saat masih berisi 4 peserta, kemudian di hari berikutnya, tiba-tiba membludak menjadi 51 orang. Alhasil, dibagi menjadi 2 kemudian, di bagian manajemen waktu Ibu Domestik dan Ibu Produktif.

Setelah saya share jurnal dan peta di kelompok keluarga Ibu Produktif, ternyata membernya masih ada 34 orang. Akhirnya dipecah lagi, dipersempit ke gadget. Saya masuk sana, beranggotakan 10 orang, atau 11 dengan saya.

Selama di grup keluarga, kam isaling sharing saja. Kemudian membantu Mbak Icha menyiapkan materi, menambahkan isi naskah untuk live FBnya. Dan alhamdulillah, hari Sabtu pukul 11, keluarga manajemen waktu sudah tampil.

Resume Kudapan Keluarga

Materi yang dibawakan adalah tema ‘Tips Mengatur Waktu dan Manajemen Gadget Ibu Produktif’ yang disampaikan oleh Mbak Icha.

  1. Problematika Ibu Produktif, Beiris cerita singkat Mom Icha.
  2. Beberapa contoh teknik manajemen waktu, gabungan dari pendapat teman-teman di keluarga WAG.
  3. Manajemen Gadget. Juga berisi beberapa pendapat dari teman-teman di WAG serta aplikasi yang bisa digunakan untuk mengatur gadget.

Terakhir, diisi dengan quotes yang sudah dituliskan didalam grup. Selesai.

Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan