3.2 BUNCEK ULAT-ULAT IBU PROFESIONAL

Jurnal Pekan 4 – Tahap Ulat Bunda Cekatan – Jeda

Pekan keempat ini, rasanya sungguh malas makan makanan apapun, baik yang disediakan di hutan maupun makanan sendiri. Entah karena bosan atau lelah berjalan, atau memang saya perlu jeda? Yang jelas, saya masih memegang peta pedoman perjalanan saya, peta belajar yang sudah saya susun di tiga pekan lalu sebelum masuk tahap ulat.

Problem(s)

Saya cukup fokus, saking fokusnya, di pekan ini tersadarkan bahwa saya terlalu ‘nyaman’ di keluarga manajemen waktu hingga saya lupa akan tujuan awal saya membuat peta belajar, untuk menyelesaikan naskah buku. Maka, di pekan keempat, saya menambah grup, saya masuk di keluarga literasi. Di sana, saya posisi menyimak, karena sejak awal memang tidak mengikuti alurnya. Saya berasa jadi orang asing.

Sejujurnya, saya lagi puasa makan apapun sepekan ini. Beberapa literatur yang seharusnya saya baca pun, saya geletakkan begitu saja. Bahkan saya malah membaca buku yang tak ada kaitannya dengan peta. Saya merasa jenuh, ingin leyeh-leyeh dulu. Hanya ada satu kebiasaan yang masih berjalan di pekan ini, jurnaling, menulis blog rutin, walau beberapa hari ini cukup pontang-panting, bahkan semalam, saya tak setor sekali. Namun, hari ini saya harus setor, karena ada yang mengganjal jika tak setoran blog post, sekaligus menuliskan jurnal ini.

Jeda

Ya, saya perlu jeda. Setidaknya untuk me-restart isi kepala saya. Sembari terus berjalan. Saya hanya ingin menulis bebas, lepas, nyaman, refreshing! Walau saya mengikuti KLIP (kelas literasi ibu profesional), masuk grup whatsappnya juga, hanya silent reader sih, saya masih terus membuat kebiasaan tangan atau jemari otot ini lihai menekan keyboard, mengetik. Saya tak bisa hilangkan itu sama sekali.

Namun, saya akui, mempertahankan kebiasaan itu jauh lebih sulit dibanding memulainya. Awal Januari 2021, tanggal 2, saya ikuti tantangan tersebut, mendaftar sebagai member KLIP dan memulai mengikuti tatangan setiap hari, hingga akhir Februari, full, every day I got 1 post gradually. Hasilnya? Dua bulan saya mendapat badge outstanding performance, saya berhasil mengisi post blog penuh dan submit setiap hari. Puas? Hmm, tidak. Saya merasa kuantitas naik, namun semakin ke sini, saya baca tulisan saya, kualitasnya biasa saja, flat dan tak ber-‘ruh’.

So? Well, saya perlu jeda, termasuk melahap makanan di kelas buncek. Stop dulu.

My Maps

Micro Habit Has Become Me to be Someone new! Right? Oh tentu saja belum, belum saat ini. Saya belum sepenuhnya mempraktikkan, bahkan untuk mengulas bukunya, masih saya siapkan, perlu waktu. I got overwhelmed this weekend! Sure! membentuk kebiasaan kecil itu, effortly!

Lalu, apa makanan pekan ini?

Sebagai ulat yang lagi malas-malasan, saya tak makan apapun. Beberapa vidio saya lihat, namun tidak sampai tuntas. Beberapa judul cukup menarik, saya merasa butuh, namun saat saya klik, tak ada vidio yang muncul, entah dihapus atau bagaimana, yang jelas, saya tak melihat postingannya walau itu ‘past event’. Ada juga judul lainnya, menarik, namun saya tak tertarik.

Maka?

Yasudah. Saya makan snacks aja. Inipun snacknya tak berkaitan dengan maps.

Snack(s)

Sebagai ganti makanan utama di hutan apel, saya makan makanan saya sendiri, snack ringan saja. Sambil mencoba mengulang beberapa bacaan lama, sekaligus saya ulas untuk topik review :

Bacaan agar enggak ngegas saat bicara sama anak. Review disini.
Buku yang saya pinjam di ipusnas sepekan ini. Saya review disini.

Jadi, gimana?

Saya masih jeda. Semoga pekan kelima lebih baik. Amiin.

Tinggalkan Balasan