Kerja didalam Rumah

Akhir-akhir ini saya merasa cuaca Bogor sedikit lebih dingin dari biasanya. Hal itu membuat saya sedikit mager, jika saja tidak dipaksa dan karena ada rutinitas maka gak akan mau keluar rumah wkwkwk.

*ngetik sambil pakai jaket tebal* brrr….

Hari ini saya bangun pagi, masak, memandikan anak, sarapan dan berangkat ke PAUD. Syahid sangat kooperatif, bahkan sudah bangun dan ‘membantu masak’ di dapur. Abinya? jangan ditanya lagi, abi sangat cepat bergeraknya, dari bangun pagi, langsung mandi dan mencuci baju plus ngepel dan prepare sebelum berangkat ke kantor.

Syahid memang masih 2,5 tahun tapi kami membiasakannya di rumah untuk berpartisipasi dalam melakukan tugas tugas di rumah. Mulai dari menjadi ‘asisten’ untuk mengambil sesuatu hingga dia membantu membersihkan ruangan. Sudah menjadi pemandangan rutin kami.

Hari senin penuh semangat. Pagi sebelum berangkat sempat saya mampir ke warung untuk membeli isi ulang galon air minum dan gas (diantar siang- tapi sampai dzuhur juga belum diantar karena hujan). Pagi ini juga sempat memantau grup MIIPB5 melihat berapa orang yang belum mengerjakan NHW. Ternyata menulispun masih belum menjadi ‘lifestyle‘ di Indonesia ya. Sebenarnya hanya masalah ‘memberikan sedikit waktu saja’ untuk menulis. Namun memang butuh effort sedikit lebih besar jika mau berubah.

Cuaca masih dingin, asiknya kalau tidur berselimut tebal dan berjaket tebal. Atau membaca buku sambil menghirup segelas coklat hangat, wah! hahahaha *berkhayal *plaaak. Saya sadar dan mencoba berusaha ‘menyadarkan diri’ membangunkan alam bawah sadar bahwa pagi ini harus bergerak menuju paud. Titik.

Walaupun demikian dingin, saya nggak mau ‘kalah’ dengan anak-anak karena anak-anakpun tetap masuk sekolah. Di sekolahpun anak-anak juga senang gembira. Setelah berbaris, berdoa maka ada sesi membaca(kan) buku ke anak-anak. Saya bagian membacakan buku anak usia 4tahun keatas. Hingga beres materi dan bermain, waktu untuk pulang pun memanggil. Anak-anak duduk rapi, berdoa dan pulang sambil mencium tangan kami (guru paud).

I love to monday! (2)

Sampai rumah, Syahid tidur siang, sedangkan saya harus membuka PC untuk beberapa urusan. Salah satunya komunitas konMari Indonesia.

Sebenarnya ada kegiatan lain yang menjadi target pribadi sejak tahun lalu, yakni : membaca buku. Target baca buku per bulan januari adalah 5 buku/bulan.

Kemarin saya menuntaskan beberapa buku. Namun hingga pekan terakhir baru bisa membaca 4 buku. Ckckckck. Kurang satu lagi dan ini sudah tanggal 29. Kurang 2 hari lagii, sanggupkah Nik? *hugs

Bukan kata-kata melainkan perilaku dan tindakan kita sehari-hari yang menunjukkan kesungguhan kita untuk berubah! Untuk apa mengatakan ingin berubah! jika perilaku dan tindakan masih sama seperti hari-hari kemarin?” -Paulus Winarto-

Pas baca kutipan diatas berasa *plaaaak ketampar gitu. Saya ingin berubah namun baca buku 5 buku sebulan aja kok yaaa belum tercapai? masa iya harus sama seperti bulan lalu (tahun lalu) yang hanya 4 buku? Come on! let’s move on!!

Saya bekerja didalam rumah, lebih banyak didalam rumah sejatinya harusnya lebih mampu dong baca buku. Saya keluar rumah hanya saat pagi hari senin, selasa dan kamis saat mengajar PAUD. Rabu jadwal liqo biasanya sore (kondisional, kadang berganti hari), ke luar rumah jika mengisi materi konMari, ada acara keluarga, pengajian, ikut kajian, ke tetangga dll.

Lebih tepatnya saya jarang banget keluar rumah (makanya jangan pernah tanya tentang lokasi Bogor ke saya yak, saya ngga tau! wkwkwk), apalagi di musim yang superb dingin ini (padahal di rumah ngga pakai AC) jadi superb mager. Saya lebih betah berada didalam rumah, baca buku dan membersamai anak. Karena di rumah nggak ada TV juga maka membaca buku sebagai alternatif utama mengisi waktu.

Dulu saya suka online dan selalu punya waktu kosong, saya bisa melahap lebih banyak buku dan kegiatan lain yang bisa dikerjakan. Namun seiring bertambahnya usia ternyata semakin banyak juga usahanya dan waktu yang tersedia berasa kurang. Hehehehe. Ini pun mencoba ‘puasa’ facebook selama sebulan biar ada efisiensi waktu untuk hal-hal yang lain..

Mulai dari mengelola reseller (yang beberapa pekan ini terbengkalai karena sibuk mengurusi konMari), komunitas (kerja tim tapi butuh pemikiran banget sih) konMari, dan pekerjaan lain yang biasa disambil sambil bermain dengan anak.

Akhir-akhir ini anak saya suka banget dengan robot. Alhamdulillah jagoan emang suka banget dengan mekanika semacam itu. Alhamdulillah lagi di rumah sudah punya buku WWP. Ini pula yang terkadanga menjadi ‘kelegaan’ tersendiri walaupun di awal dulu harus invest buku agak besar nominalnya 🙂

Bekerja didalam rumah start senin – jumat. Selebihnya dihitung ‘lembur’. Itulah cara saya untuk ‘menghibur diri’ dengan sadar bahwa tidak menggunakan ijazahpun mampu berbisnis menghasilkan profit lebih dari pekerja kantoran. Bisnis mainan dan buku edukasi anak. Walaupun masih sedikit resellernya namun saya enjoy menjalaninya tanpa beban dan tanpa ada paksaan.

I love monday. Monday is mon(e)y day 😀 so ganbarishou!!

Tinggalkan Balasan