DAILY EDUKASI PARENTING

Komunikasi Produktif dengan Pasangan (Suami-Istri)

KOMUNIKASI PRODUKTIF DENGAN PASANGAN
Komunikasi Suami-Istri
Adam dan hawa memiliki perbedaan pola pikir, sikap, fisik dan cara berpikir. Allah menciptakan demikian dengan tujuan agar saling menjaga keimanan, karakter diatas ego masing-masing. Begitu banyak pasangan yang menikah tanpa mau tau perbedaan ini, enggan belajar sehingga perjalanan sakinah, mawaddah warrahmah tidak sesuai dengan ekspektasi di awal pernikahan.
Lantas bagaimana solusinya? BE-LA-JAR ! ya hanya belajar dan saling memahami kuncinya. Lebih detailnya akan dibahas bersama Teh Fufu (ahli komuniasi pasutri).
 

Moderator : Dina

Pemateri : Teh Fufu (@fufuelmart)

Resume by : Khoirun Nikmah (@nikmahwriter)


A. MATERI
Originally created by @fufuelmart

Komunikasi adalah salah satu elemen penting dalam setiap interaksi antar sesama manusia, begitupun dalam pernikahan. Banyak banget teori tentang bagaimana berkomunikasi yang baik antar suami dan istri, tapi saat mengaplikasikannya tidak semudah teorinya. Sekarang ini, saya akan membahas 3 hal yang biasanya menghambat proses komunikasi yang baik antara suami dan istri. Langsung saja, ini dia…

Yang pertama, adanya “Mindset” yang berbeda tentang bagaimana berkomunikasi dalam pernikahan.
Saat menikah dengan pasangan, kita adalah dua asing yang disatukan dalam sebuah ikatan; dengan dua pola pikir berbeda, dua kebiasaan bertahun2 yang berbeda, dua isi kepala dan tingkah laku berbeda serta dua keluarga yang berbeda. Oleh karena itu, patut dipahami bahwa perbedaan cara komunikasi pun akan berbeda. Karena tak ada sekolah pernikahan dan berkeluarga, secara otomatis mau tak mau, suka tak suka, kita akan belajar dari orangtua kita. Bahkan dari semenjak kecil. Apa-apa yang kita lihat dan dengar dari orangtua kita, terutama saat masa golden age, secara otomatis akan menjadi “mindset” dalam otak kita, tanpa kita sadari. Karena, di masa-masa golden age tersebut, apa yang kita “terima” tidak disaring oleh otak mana yang baik dan mana yang buruk; dikarenakan sistem otak yang masih dalam tahap perkembangan.
Sehingga, meski kita “merasa” sudah belajar ke sana kemari, sudah mencoba menyerap ilmu itu; mencoba mengaplikasikannya, tapi tetap ada saat dimana kita tak mampu mengontrol hal tersebut, terutama saat tertekan. Misal, saat kecil kita seringkali melihat cara ibu memperlakukan ayah saat bertengkar, itu akan mempengaruhi bagaimana cara kita memperlakukan suami saat bertengkar. Maka dari itu, hal yang penting dilakukan untuk memprogram ulang “mindset” yang mungkin kurang baik, diperlukan penerimaan terhadap masa lalu, alias membersihkan sampah emosi.

Yang kedua, adanya EGO yang mendominasi
Biasanya hal kedua ini juga menjadi salah satu alasan “mandek” nya komunikasi dalam pernikahan. Suami dan istri yang sama-sama menunggu salah satu diantaranya “duluan” minta maaf, duluan bilang terima kasih, duluan inisiatif ngajak bicara. Salah satu atau keduanya merasa bahwa “seharusnya” pasangannya lah yang memulai. Padahal pernikahan itu sendiri adalah tugas bersama, bukan tugas masing-masing, keduanya perlu bekerja sama dan mempertnaggungjawabkan itu semua.
Sehingga yang perlu dilakukan adalah merendahkan ego dan mencoba “memulai” tanpa harus khawatir bagaimana respon pasangan. Saat ego meninggi, ingat bahwa derajat kita di hadapan Allah tak lantas menjadi rendah. Apalagi ada niat baik untuk semakin harmonis dengan pasangan.

Yang ketiga, TIDAK TEPAT dalam “Waktu, Tempat, dan Cara”
Kemauan untuk berkomunikasi dengan baik sudah di dapat, namun seringkali tak menuai respon yang baik dari pasangan. Tiga penyebab utamanya biasanya; karena waktu yang tidak tepat. Sebaiknya pilih waktu yang benar-benar dalam kondisi keduanya sedang dalam berpikiran jernih dengan suasana yang nyaman. Baiknya tidak menimpali, mendebat atau menyangkal di saat emosi salah satu atau keduanya sedang meninggi.
Kedua karena tempat yang tidak tepat. Sebaiknya dicari tempat yang nyaman untuk bicara berdua. Tempat yang ideal untuk berkomunikasi versi suami dan istri biasanya berbeda, sehingga cari tahu dan tanya pada mereka, dimanakah tempat yang nyaman untuk berbincang berdua untuk mengklarifikasi sesuatu atau merancang mimpi pernikahan bersama.
Ketiga mungkin karena cara yang tidak tepat. Berkomunikasi dengan manusia yang notabene makhluk super kompleks itu, tentu ada seninya. Meskipun kita tak bisa mengkotak-kotakan jenis orang begini dan begitu; namun mengetahui jenis personality, karakter dan “jenis apa” pasangan kita, akan mempermudah kita untuk berkomunikasi dengannya. Sehingga mengetahui ilmu tentang karakter personality seperti apa diri kita, dan seperti apa pasangan kita, menjadi salah satu poin penting untuk tercapainya komunikasi produktif dalam pernikahan.
Pernikahan memang tak sesederhana teori dalam buku, namun sangat patut diperjuangkan dengan mengaplikasikan ilmu. Pernikahan yang harmonis adalah hadiah terindah bagi anak-anak kita, kenangan masa kecil baginya yang otomatis menjadi warisan saat mereka dewasa. Maka dari itu, mari kita senantiasa perbaiki komunikasi dengan suami, merendahkan ego diri, karena antara suami-istri tidak ada istilah menang atau kalah; melainkan maju dan bahagia bersama hingga Jannah.

Mari kita berdiskusi kurang lebih dua jam ke depan, silakan ajukan pertanyaan ke moderator
πŸ˜ŠπŸ™πŸ»
Wallahualam

B. TANYA-JAWAB

  • Ask : Bagaimana Seni komunikasi yang baik untuk membahas HSI (Hubungan Suami Istri) kepada pasangan ?

Answer : Mbak boleh baca dulu materi yang saya paparkan ya, sudah dibahas di materi yang saya sampaikan di atas, agar pertanyaannya lebih spesifik makasih 😊

  • Ask : Bagaimana menjaga komunikasi yang efektif untuk pasangan LDM (long distance marriage)?

Answer : Lima tahun pertama baiknya memang nggak LDM teh, karena msh proses mengenal pasangan. Sumber pahalanya ada di interaksi jg bagaimana kita berkomunikasi, bagaimana melayani pasangan. Jd yg  LDM perlu kesabaran dan  perjuangan ekstra dibanding mereka yang nggak LDM.

Kalau guru saya bilang, seenggaknya yg LDM, perlu usaha ekstra 5 kali lebih dibanding yg nggak.

Pastikan sudah jelas mau sampai kapan LDM nya, karena kalau terlalu lama pun nggak baik, perlu jelas arah dan tujuan pernikahan seperti apa ke depannya.

Ini juga perlu dipikirkan terkait nanti saat punya anak seperti apa. Kalau mmg misal karena kondisi seperti aparat negar dsb, berarti sebenarnya sbeelum menikah sudah paham konsekuensi akan hal ini, saat memilih suami menjadi pasangan.

Tetap taat tetep bisa jaga diri yang paling penting mah selama LDM. Agendakan untuk komunikasi rutin per harinya 😊 Misal telepon atau video call rutin setiap jam berapa, dsb

  • Ask : Bgmn cara ngajak suami ikut belajar parenting?

Answer : Pertama, ini adalah PR banyak istri di Indonesia, karena konsep turun menurun yang memasang mindset kalau pendidikan anak adalah urusan ibu. Seperti bu Elly Risman bilang kalau Indonesia adalah fatherless country. Dan ini adalah konsekuensi yang perlu teteh ambil, karena sebelum memilih pasangan kurang screening dulu tentang bagaimana suami menyikapi masalah parenting, bagaimana semangat belajar beliau pada ilmu pernikahan dan keluarga. Sehingga ini perjuangan teteh untuk memahamkannya 😊

Kedua, salah satu cara memahamkan pada suami adalah KOMUNIKASI, dan untuk hal ini memang perlu berlapis.

Hanya saja, cara komunikasinya seperti apa, saya nggak tahu soalnya nggak kenal suami teteh seperti apa, beda orang beda cara perlakuan 😊

Tapi setahu saya, fitrah suami itu paling nggak suka dikasih PERNYATAAN, sukanya dikasih PERTANYAAN.

Sehingga saat teteh mengungkapkan keluhan,   selain cara yang TEPAT, perlu juga di waktu yang tepat.

Misal waktu dimana sedang santai, kalau rekomendasi sesuai riset, paling nyaman mengungkapkan perasan pada suami adalah after sex, setelah berhubungan intim karena kondisi hormon endorphin membuat perasaan lebih tenang. Biasanya suami lebih siap mendengarkan keluhan istrinya.

Ketiga, ciptakan KEBUTUHAN alias NEEDS pada beliau, lelaki nggak akan berubah selama dia merasa gak butuh berubah 😊

Coba minta waktu mengagendakan untuk couple time SERIUS misal seminggu sekali, hanya dua jam saja dr waktu yang ia miliki, untuk berbincang permasalahan anak dan pernikahan kalian.

Yg penting teteh coba ikhtiar, urusan perubahan itu emang gak bisa dipaksakan, tergantung orangnya 😊 Jd serahkan sama allah juga, semoga memberi petunjuk suami teteh agar berubah

Semoga berkenan ya teh, nuhun πŸ’œπŸ™πŸ»

  • Ask : Kalo misalnya mau ngobrol sama suami masalah rumah tangga itu baiknya kapan ya? Ko saya bawaannya emosi terus jd susah mau komunikasi sama suami, belum lg mertua suka ikut campur.. Mau gmn kedepannya nnti??

Answer :  Di materi dan pemaparan saya sampaikan, sudah dijelaskan mbak, tentang pentingnya mencari WAKTU yang tepat, dalam berbicara SERIUS dengan suami.

Sama hal nya seperti perusahaan, selalu mengagendakan rapat untuk mencapai visi misinya. Maka, berumah tangga yang diniat seumur hidup pun, tentu perlu punya waktu khusus untuk membicarakan tentang visi misi selama ini, masihkah arah pernikahannya sama, tentang pendidikan anak, tentang rasa cinta dan sayang yang perlu diintimkan.

Jadi, baiknya saya menganjurkan untuk punya waktu couple time khusus, RAPAT berdua sama suami. Kalau udah diagendakan, misal satu minggu sekali, biasanya akan lebih aware dan teratur untuk mau menjalaninya.

Di saat kepala sama sama dingin, sama sama sadar kalau komunikasi ini dibutuhkan 😊

Bisnis yang direncanakan berjangka waktu saja, selalu ada meeting khususnya.Lalu kenapa pernikahan dan keluarga yang ditujuan dunia akhirat kita menjalaninya dengan santai berleha?

Semoga menemukan waktu yang pas untuk komunikasi rutin dengan suami ya teh πŸ˜ŠπŸ’œπŸ™πŸ» nuhun

  • Ask : Disaat istri ingin menunjukkan sisi romantismenya ke suami,,udah pake kode,,tapi suami ga ngeh,,etis ga sih kita ngmg lgsg? Bagaimana menyampaikannya? Posisinya sedang di acara keluarga. Takutnya kalo istri bicara blak2an sama suami,,dikira pamer kemesraan.

Answer : Salam silaturahim mbak Septi 😊

Tipe romantis setiap orang itu berbeda. Sy pernah posting di akun sosmed saya, tentang hal ini. Biasanya ada tiga tipe romantis 😊

Pertama, romantis dalam berkata, tapi melalui tulisan.Biasanya tipe orang kayak gini nggak begitu pinter  ngomong langsung hal so sweet, atau juga nggak begitu romantis dalam melayani. Tp dia punya cara romantis dengan menulis, kelihatannya biasanya lebih hangat saat sedang berjauhan dan diajak chat. Atau dia pandai mengungkapkan perasaan dan pujianya di postingan sosial media, atau saat dia disuruh menulis sesuatu tentang pasngannya akan keluar keromantisannya.

Kedua, romantis dalam berbicara. Nah yang ini romantis pada umumnya yang diharapkan banyak wanita ya. Dlam arti emang cara dia mengapresiasi atau merayu pasangan adalah dengan ngomong langsung.

Ketiga, adalah romantis tindakan. Nah yang kayak gini, biasanya paling sering dicap GAK ROMANTIS saking nggak keliatan romantisnya. Tp dia justru punya cara membahagiakan pasangannya dengan “melayani”atau bersikap secara langsung, menganyomi dan melindungi pasangannya. Hal kecil biasanya, tapi kalau kita pikir itu justru manis.

Coba mbak sama suami tipe yang seperti apa. Disesuaikan sama kebutuhan aja, yang penting sama sama nyaman. Tanya sama suami lebih suka romantisme semacam apa, mbak jg boleh mengungkapkan kebutuhan mbak nya.

Nggak akan terasa lebay atau sungkan, di saat sikap romantisme kita sudah menjadi kebutuhan pasangan, dan sudah biasa kita lakukan bersamanya.

  • Ask : Bagaimana menghadapi suami yg ingin menyelesaikan masalah ga tatapam langsuny, lebih merasa nyaman disampaikan via whastsap,sms dn media sosial lain..  Apakah baik bagi komunikasi antr suami dan istri Dan bagaimana membuat suami berani mengunngkapkan perasaan ny dengan bertatap langsung dg istrinya

Answer :  Ini mungkin hanya perbedaan karakter saja. Teteh yang VISUAL, dan suami yang Kinestetik 😊

Orang visual lebih nyaman tatap muka langsung, agar tahu mimik wajahnya seperti apa dsb.

Tapi orang kinestetik menghindaru pertemuan di saat beliau nggak nyaman.

Dala arti boleh jadi suaminya khawatir kalau menyelesaikan masalah saat ketemu. Apakah mungkin ada respon tertentu dari teteh saat bicara serius sama suami? Mungkin ada yang membuatnya nggak nyaman, segan, takut dijudge, takut dimarahi, takut tidak diterima, takut tidak didengarkan, sehingga beliau memilih jalan untuk menyelesaikan masalah by chat 😊

Karena boleh jadi saat via chat, istrinya lebih bisa menghargai apa yang diucapkannya.

Jadi, coba ubah respon teteh saat berbicara berdua sama suami, buat beliau nyaman. Suami kinestetik suka untuk dipeluk, disentuh, dielus elus saat berbicara dengan istrinya. Kalau beliau sudah nyaman insyaAllah beliau akan mau menatap istrinya 😊

  • Ask : Assalaamualaikum wr wb. Saya mau tanya ammah, saya adl seorang ibu 1 anak, usia anak saya 1,5 th. Alhamdulilah bbrp waktu lalu Allah berikan saya hidayah untk hijrah. Nah masalahnya adalah, suami saya adalah org yg keras hati. Dari pertama menikah beliau tidak pernah bersedia diajak mengejar akhirat, beliau jarang sholat dll. Saya merasa ini menjadi penghambat saya untk berhijrah. Ditambah beliau bekerja di perusahaan rokok yg notabene diharamkan, dan rumah kami pun kpr, begitu juga kendaraannya adalah dari leasing. Saya gelisah, hidup kami dipenuhi dgn riba, namun saya benar2 ingin berhijrah. Hanya suami saya selalu pura2 tdk mendengar jika saya bicara ilmu agama.. Saya harus bagaimana ammah? Dan apakah boleh menjatuhkan talak jika suami menolak mengikuti perintah agama? πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Ohiya jika berkenan menjawab, mohon nama saya diprivate. Syukhron. Wassalaamualaikum wr wb

Answer :  Pertama, ikhtiarkan dan berjuang dulu, untuk memotivasi suami agar mau hijrah juga dan berubah. Cari figur otoritas yang sekiranya bisa didengarkan sama suami. Ustadz, ulama, mentor dsb.

Kedua, buat target untuk bisa menginspirasi suami agar mau berhijrah. Apa yang akan dilakukan dsb. Hidayah itu murni milik Allah. Jadi perbanyak doa pada Allah agar Allah melembutkan hati suami, dan memberi jalan cahaya agar suami ikut berhijrah juga.

Ketiga, dalam islam suami yang perlu ditaati adalah yang taat pada allah. Ada larangan mengikuti suami yang melanggar hukum Allah. Kalau tekad teteh kuat dan mau ikhtiar terus, boleh terus berusaha untuk tetap melayaninya dengan baik, dengan syarat tidak mengikuti anjurannya yg melanggar hukum Allah. Kalau memang dirasa tidak ada lagi jalan keluar, tidak bs dipertahankan, lebih banyak mudzorot dalam pernikahannya, lebih dekat pada dosa dan murka Allah, mengajukan talak adalah jalan terakhir yang bisa ditempuh. Tapi perlu benar benar seimbang logika dan hati, dan murni tujuannya keridhaan allah.

Semoga berkenan πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

  • Ask : Bagaimana komunikasi pasutri terkait hubungan seksual? Apa pihak istri harus  menunggu? Kalau ngajak agak gengsi takut ditolak suami krn sdng capek atau masih sibuk dg aktivitasnya. Sementara kl istri sy nangkepnya harus selalu ON, siap diajak berhubungan kapanpun suami menginginkan.

Answer :  Jima’ atau hubungan seksual, adalah salah satu ibadah utama perekat cinta dalam pernikahan. Meski beberapa hadits lebih banyak membahas terkait istri yang wajib mentaati saat suami berkehendak, tetap pada pelaksanannya pun dibutuhkan toleransi 😊

Sepemahaman saya,menurut riset justru ada kesenangan tersendiri pada suami di saat istrinya mengajak terlebih dahulu. Ia merasa dibutuhkan, merasa diinginkan, merasa dicintai.

Suami suka istrinya manja, ganjen, merayu, centil, di dalam Islam namanya rafats. Diperbolehan bercanda antara suami istri yang mengarah pada kebutuhan seksual.

Kenapa harus merasa gengsi?Sedangkan bagian terintim tubuh kita saja sudah diketahui pasangan 😊

Setiap dari kita paham bahwa keterbukaan adalah salah satu kunci harmonisnya pernikahan. Dan keterbukaan mengenai kebutuhan seksual, juga penting sekali, untuk menguatkan rasa percaya dan menumbuhkan gairah cinta antara kita dan pasangan.

Istri perlu banyak mencari tahu eksplorasi ilmu tentang seks ini, bagimana memuaskan pasangan dsb.

Semoga berkenan πŸ˜ŠπŸ™πŸ»πŸ’œ

  • Ask : 1. Bagaimana cara menegur pasangan dgn cara yg baik, agar tdk ad kesalahpahaman?
    2. Bagaimana memanage emosi agar ketika marah tdk menyinggung perasaan pasangan?
    3. Adakah pola komunikasi suami istri yang ditularkan dari org tua?

Answer : Satu, ini sudah dibahas ya jawaban sebelumnya tentang bagaimana komunikasi yang baik antara suami istri 😊 Menegur dengan mencoba ajukan PERTANYAAN.

Kedua, ini juga sama lebih pada cara marah yang tepat, tetap santun, fokus pada permasalahan, empati pada perasaan pasangan, jangan sungkan minta maaf 😊

Ketiga, SANGAT BISA teh. Karena dari kecil nggak ada ilmu berumah tangga, lebih dari 70% bagaimana cara kita memperlakukan pasangan akan mirip dengan bagaimana cara orangtua kita memperlakukan pasangannya. 😊

  • Ask : Seperti yg sudah kita ketahui, kebutuhan perempuan adalah bercerita dan mengeluarkan kata-kata lebih banyak daripada pria. Seringkali ketika saat bercerita pada suami, istri tidak langsung pada inti namun bercerita hal-hal lain dulu sebagai pembuka dan pencair. Bagaimana agar suami bisa menangkap maksud/inti pembicaraan istri? Karena jika istri langsung to the point kebutuhan untuk bercerita tidak terpenuhi.

Answer : Tenang teh, saat istri berbicara panjang lebar dan lain lain itu, yang akan suami tangkap hanya INTI nya kok πŸ˜„

Jadi seringkali kalau istri berbicara misal sampai 10.000 kata non stop gitu ya, yang akan ditangkap suami hanya ratusan kata nya saja, yang emang jadi poin pentingnya πŸ˜„

Memang cara kerja otak lelaki seperti itu hehe…

Kesabaran suami kita mau inisiatif mendengarkan pembicaraan kita yang panjang kali lebar saja, itu sudah patut disyukuri dan diapresiasi. Untuk mengeceknya, nanti coba tanya maksud dari cerita kita, untuk meminimalisir beliau salah tangkap.

Tapi biasanya setiap suami punya kemampuan untuk mengambil poin penting saja dari perkataan istrinya πŸ’œ

  • Ask : sy mw menanyakan gmn solusinya kl kita sdh merasa tidak mempercayai lg suami karena beberapa x perselingkuhan,walau sdh berusaha memaafkan dia dgn mengingat kebaikannya selama pernikahan,berdo’apun sdh spy suami sy menjadi setia dan sy bisa mempercayainya lg,tp tetep sj kl melihat dia sdh asyik dgn hpnya baik dirumah atau dikantor,trauma itu sll terbayang lg..tolong dibantu kiat apa yg hrs sy lakukan untuk mengembalikan keharmonisan keluarga sy ini..terimakasih

Answer :  Kaca yang sudah retak, memang akan sulit disatukan kembali meskipun dengan lem sekuat apapun. Begitu hal nya dengan hati, apalagi lukanya hati tidak terlihat, tapi dampaknya pasti terasa.

Mbak mungkin nggak bisa mempercayai pasangan 100% seperti sebelumnya. Tapi kalau memang keputusan tetap bertahan adalah yg dipilih, maka mbak perlu siap dengan konsekuensinya.

Pastikan memang beliau mau berubah dan nggak mengulang kesalahannya lagi.

Akan ada rasa tidak tenang atau curiga itu wajar. Niatkan semua yg kita lakukan karena Allah, karena Allah nggak pernah salah dalam menilai hambaNya.

Tetap lakukan tugas sebagai istri yang seharusnya, sambil tetap berdoa pd Allah untuk menjaga iman suami 😊

Hanya Allah yang bisa mbak, berserah pdaNya.

Semoga berkenan, makasih πŸ˜ŠπŸ’œ

  • Ask : sy IRT dg 2 balita, suami kerja, pertanyaan sy, sebenarnya apa kuncinya, agar istri bs menyampaikan kpd suami ttp apa yg istri inginkn dlm hal misalnya mendidik anak,ato mnyampaikn uneg2 apa saja krn istri mrasa kurang pas /nyaman? secara, suami cenderung pendiam atw cuek, terlihat spt menganggap smw baik2 sj, tp tdk mnrt istri…

Answer :  Kuncinya KETERBUKAAN mbak 😊

Biasanya yang punya problem saling nggak merasa dimengerti satu sama lain seperti ini, saling merasa berjuang menurut versinya, karena JARANG NGOBROL hal serius.

Seringkali rutinitas dan perjalanan pernikahan lama kelamaaan, membuat suami istri menjalani hubungan transaksional. Saling ngerasa yang penting sudah menjalankan perannya. Suami fokusnya ke nafkah, karena seringkali suami dianggap hanya pencari nafkah. Istri fokus ke ngurus rumah.

Dua duanya sama lelah, berjuang terhadap pernikahannya, tapi nggak merasa satu arah.

NGOBROL alias bahasa kerennya couple time itu, yang akan menyamakan pandangan antara suami istri.

Wallahualam.

Makasih semoga berkenan 😊

  • Ask : Assalamualaikum.. Teh Fu bagaimana tips membuka obrolan dengan pasangan yg suka bermain game, perlukah kita memberikan waktu khusus/kesepakatan  untukny dalam bermain game..

Answer :  Tepat teh, buat kesepakatan. Kalau bisa tanyakan juga pada pasangan adakah kebiasaan dari kita yang tidak dia sukai, dan berharap bisa dikurangi?

Komitmen bersama, biasanya kalau kita buat kesepakatan nggak satu pihak, tp kitanya jg ada yang disepakati dan mau diubah, pasangan akan lebih bisa menghargai dan mau komitmen 😊

Terapi main game ini, perlu pelan pelan, nggak bisa sekaligus. Karena biasanya suami sudah punya kebiasaan itu sejak kecil. Buat needs kenapa dia perlu berubah, misal demi contoh untuk anak2 dsb 😊

Semoga berkenan, nuhun

  • Ask : menurut Bundami yg sudah success dlm bukunya dan rumah tangganya, pengertian komunikasi yg sehat tidak sehat itu seperti apa? Apakah ada indikatornya? Bukankah masing-masing pasangan itu beda-beda, dan punya caranya masing-masing? Ketika sudah mendapatkan/meraih komunikasi yg sehat, bagaimana cara Bundami mempertahankan itu? Mengingat mempertahankan lebih sulit drpd meraih.

Answer : Saya nggak pernah merasa saya sudah sukses dalam rumah tangga saya, karena sukses itu hasil kan? Tujuan kami masih belum kami raih, bisa berkumpul di surga bareng2. Kami hanya menyadari sebagai suami istri biasa, yang memiliki KEMAUAN BELAJAR terus menerus 😊

Sampai sekarang saya masih berkonflik sama suami, karena konflik dalam pernikahan adalah 100% ada, tapi kami berusaha untuk bisa lulus dari setiap konflik, agar Allah naikkan kami ke tantangan berikutnya, yang bisa membuat pernikahan harmonis 😊

Iya, setiap pasangan itu berbeda, seperti halnya dalam ilmu psikologi, bahwa karakter setiap manusia itu beda beda, nggak bisa disamakan satu sama lain.Namun para ahli melakukan riset berusaha seenggaknya bisa mempermudah kita dalam menjalin hubungan, dengan mengetahui karakter dan sifat tertentu orang dan bagaimana penanganannya.

Komunikasi yang sehat, adalah komunikasi yang mengalir dan gak mandeg, bisa terbuka satu sama lain. Perjuangannya seumur hidup, karena pernikahan adalah taaruf seumur hidup. Kita nggak akan pernah berada di titik memahami 100% pasangan kita, tapi kehancuran rumah tangga biasanya dipicu saat kita berhenti, saat kita menyerah MENGENAL pasangan kita 😊 Terima kasih

  • Ask : Treatment apa yg dilakukan untuk pembersihan emosi?! Kita ingin keterbukaan masa lalu suami (misal soal pola pengasuhannya dulu shg menyebabkan emosinya meletup2 di masa skrg) tapi ada kekhawatiran beliau trauma dan tak mau mengingat.

Answer : Saya banyak bahas ini di buku-buku saya mbak, istilah kami itu Cleansing, berdamai emosi negatif yang pernah menjadi luka di masa lalu.

Dalam Islam, istilahnya yaitu Tazkiyatun Nafs, atau pembersihan jiwa.

Dimana seringkali respon kita yang spontan, merupakan mindset yang tertanam akibat emosi negatif yang masih tertanam, yang sempat jadi luka dan trauma 😊

Untuk bisa berdamai, ada beberapa tahap yang diperlukan, dan perlu berurut tahapnya, nggak bisa loncat2.

Pertama, tahap MENYADARI. Jadi suami mbak perlu paham dan sadar dulu kalau ada luka atau trauma yang masih menyisa terkait pengasuhan orangtuanya dulu. Selama dia menolak dan nggak ngeuh, agak sulit untuk bisa proses cleansing nya.

Kedua Tahap Menerima. Trust me, ini kelihatannya kayak mudab, tapi prosesnya butuh perjuangan.Untuk bisa menerima hal yang gak seharusnya kita dapat dan alami, tapi skenarionya kita perlu mengalaminya.

Ketiga tahap BERSYUKUR, dimana kita mampu mengambil hikmah dan kebaikan dari trauma dan luka yang kita alami. Mampu berprasangka baik, dan insyaallah mencapai kete nangan.

Keempat tahap Memaafkan. Tahap ini nggak bisa cuma dimulut aja, atau formalitas saat lebaran aja. Tapi benar benar perlu spesifik kejadiannya, momennya, rasa sakitnya dan orang yang menyakitinya kita maafkan.

Semoga berkenan mbak, nuhun. Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *