DAILY MINIMALIST REVIEW

Lightly – Francine Jay

Sebenarnya membaca buku ini sudah lama, saya hanya ingin menulis rangkuman atau review untuk memenuhi instagram baca buku (@rethinkingrewiring) milik saya, yang memang belum saya update isinya. Saking banyaknya buku yang saya baca, saya sendiri sampai overwhelmed, bingung mana yang akan saya unggah. Akhirnya saya memilih melanjutkan review buku ini setelah kemarin menulis yang Joy of less, daripada lenyap begitu saja setelah membaca, siapa tahu ada yang ingin ikutan juga atau bersiap membeli bukunya sehingga tahu sekelumit isi dari sini (pede amat wkwk).

Btw, saya membaca buku ini versi e-book (format .epub) bukan buku fisik ya, karena buku dari Barat kebanyakan lama tiba di Indonesia, saya membaca melalui kobo e-reader. So, untuk review fisiknya, saya skipped.

Buku ini terbit (versi buku fisik) pada bulan Mei 2019, jarak sekitar 9 tahun dari buku pertama Francine Jay (Joy of less, 2010). Namun, berita terkait munculnya buku ini bulan Februari 2019. Dan saya mendapatkan versi ebooknya di bulan April 2019. Jadi, bisa dikatakan saya membaca buku ini sebelum ada versi terjemah Indonesia bahkan sebelum versi buku fisik diedarkan.

Oke, langsung saja. Saya bahas ya.

  • Judul Buku : Lightly, how to live a simple, serene & stress free life
  • Penulis : Francine Jay
  • Tahun Terbit : 2019
  • Penerbit : HMH (Houghton Mifflint Harcout) publishing
  • Tempat terbit : New York, US
  • Jumlah halaman : 210 (versi e-book)

Seperti yang saya paparkan di paragraf sebelumnya, bahwa buku ini adalah buku lanjutan dari buku pertama Francine Jay, Joy of Less. Sebagaimana kebiasaan para penulis, saya juga demikian, biasanya isi dari buku kedua jika tema dan genrenya mirip maka enggak akan jauh-jauh pembahasannya dari buku sebelumnya. Kenapa demikian? Karena biasanya buku lanjutan adalah komplemen dari buku pertama.

Disclaimer : Review ini belum tentu sepaham dengan pembaca buku yang sama lainnya, karena sudah subyektif dan saya tidak membaca versi bahasa Indonesia. Sehingga penerjemahannya bisa saja menangkap kosa kata yang tidak sama dengan apa yang saya tulis di sini walau tujuannya atau maksudnya sama. Sama halnya saat saya menulis ‘clutter’ dalam bahasa asli, sengaja tidak saya tulis berantakan. Sebab tipe clutter dan clutterer itu tidak hanya sekadar berantakan dalam definisi umum (kekacauan barang).

Maksud dari kata Lightly

Lightly masuk ke dalam ‘kata keterangan’ (ingat, imbuhan -ly dalam bahasa Inggris adalah adverb). Menerangkan kata light, yang berarti enteng, ringan, tiada beban.

Dalam kamus bahasa Inggris, adalah adverb: lightly , yang memiliki makna :

  1. gently, delicately or softly.
  2. in relatively small amounts or in low density; sparingly.
  3. in a way that is not serious or solemn; carelessly.
  4. without severe punishment; leniently.

Dalam benak saya, setelah kita minimalis barang, minimalis dalam hal clutter fisik maka next step, kita harus naik level dengan mencari cara bagaimana kita menerapkan hidup minimalist dalam kehidupan sehingga hidup terasa ringan. Harapannya jika merasa ringan, maka produktivitas kita akan naik.

Nah, buku ini menjelaskan terkait hal tersebut.

Topik pembahasan tiap chapter buku ini :

  1. Lighten your stuff.
  2. Lighten your step.
  3. Lighten your stress.
  4. Lighten your spirit.

Itulah keempat chapter (4 bab) yang ada dan dibahas dalam buku ini. Namun, lagi-lagi, dimulai dari meringankan barang (stuff) di awal. Dan isinya jauh lebih banyak dan detil jika dibandingkan dengan chapter lain.

Lighten your stuff

Membuat enteng barang-barang, yang saya tangkap artinya bagaimana diri kita merasa ringan dengan barang, tidak lagi mumet, pusing atau dipusingkan dengan barang di rumah. Maka, meringankan barang di rumah ada tekniknya.

Teknik yang ditawarkan di buku ini adalah clean slate, consolidate, curate, out box, on hold, organize, refine, resign, restraint.

Tidak hanya memaparkan secara teknik, Francine Jay juga menjelaskan meringankan barang item by item. Dari pakaian (work clothes, casual clothes, formal clothes, specialty clothes), tapi menurut saya ini kurang simply karena saya pribadi telah menyeragamkan pakaian sehingga membaca bagian ini, kurang relevan dengan kehidupan saya.

Selain itu juga membahas item dari kaus kaki dan underwear, outwear, shoes, handbags dan aksesoris.

Untuk dapur dibahas item mulai piring dan mangkuk, gelas minum, flatware, entertaining ware, posts and pan, bakeware, small appliance, kitchen tools. Merambah ke area kerja dari junk drawer, office supplies, paperwork, tech devices, digital.

Kemudian merambah ke kamar mandi, dari handuk atau towels, bedding, hingga area umum seperti books, hobbies, gifts, baby gemar, toys, decor, furniture dan sentimental items.

Lighten your step

Nah, bagian ini ini yang saya merasa klik, searah, sefrekuensi sebab memang sejak menerapkan konsep minimalism dari 2018 lalu perlahan tapi pasti, semua yang ditulis pada chapter ini benar kami terapkan di rumah.

Mulai dari waste less, eat lightly, clean lightly, buy less, buy used, buy kindly, buy for life, access, ride lightly, dwell lightly.

Sejak 2018 saya dan suami setelah berhasil memilah sampah dan mengolah, kini kondisi kami tidak lagi terikat dengan jeratan konsumerisme dan ketertarikan terhadap menimbun barang. Konsumsi hanya untuk menegakkan badan dan menyehatkan jiwa.

Lighten your stress

Beberapa bulan ini terutama sejak pandemi, ilmu di buku ini terpakai banget. Walaupun tidak hanya dari buku ini semata, ada beberapa buku lainnya yang saya mixed and matched agar hidup lebih nyaman.

Isi dari buku ini meliputi : do less, lightly decline, unschedule, unplug, stepping Stones, safety Nets, choreograph, perfectly good, lighten success, live your light.

Lighten your spirit

Spirit yang dimaksud adalah bagaimana cara dan sikap kita dalam menghadapi tantangan setiap hari, dan berhubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri kita. Misalnya ketika kita merasa hidup ini seolah-olah terasa berat, ada beban entah dimana tapi membuat diri merasa terhambat. Ini masuk ke dalam bab terakhir buku lightly. Pembahasan di chapter ini kuncinya ada di 1 kata yaitu mindfulness.

Yang dijadikan pembahasan pada bab ini meliputi :

  • Savor, kuncinya menikmati dan tidak terdistraksi, bisa mulai dari eat slowly, melatih kemampuan mendengar, menikmati serta fokus saat diajak ngobrol anak atau pasangan, dst.
  • sophrosyne, ini istilah dari Yunani (sophrosyne is the ancient Greek virtual of taking Joy in a temperate way of life) yang artinya hidup yang lebih moderate. Mempraktikkan sophrosyne sama seperti bermain musik instrumen dengan baik, dengan segala kata, value dan aksi yang selaras.
  • equanimity, artinya tenang, kalem aja.
  • feel lihgtly, hanya bisa dikerjakan jika kita merasa berat dan mau tak mau memang harus meringankan, caranya dengan letting them go! Cara yang dibahas ini agak mirip di kelas gemari madya tapi lebih baik dan terinci di kelas madyanya gemar rapi. Hihi
  • speak lightly, artinya berbicara dengan sadar penuh dan memilih kata yang memudahkan lawan bicara. Bukan hanya untuk percakapan namun juga di internet (etika berkomentar dll.)
  • walk, jalan kaki. Pernah saya baca di buku yang lain -Eat, sleep, Move- membahas khusus hal ini. Konektivitas jalan kaki dengan berbagai hal memang luar biasa.
  • let go of your ego, hahaha ini clear lah ya.
  • be fluid, sama halnya dengan aliran air, jika air tak mengalir, ia akan keruh pun dengan isi kepala kita.
  • be kind, ramah dan rendah hati. It’s wonderful. Jika merasa tak biasa, cara melatihnya bisa dengan kindly dengan binatang atau hewan di sekitar terlebih dahulu.
  • be still. Lebih kepada meditasi atau praktik mindfulness. Sekelumit saja, saya merekomendasikan ada di buku khusus mindfulness. Mungkin akan saya posting next time.

Penilaian : 4/5

Kekurangan buku ini, ada beberapa nilai yang diambil tidak sesuai dengan kepercayaan saya. Selebihnya oke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *