DAILY

Mahal itu RELATIF

Agenda tadi pagi, beres lari, nyuapin anak, nyuci, ngejemur, pel, bebersih dan sholat dhuha iseng-iseng cek toko toko branded di PC. Coba search yang dari barang sederhana : tas wanita. Harganya amazing, bisa buat beli buku WWP 1 paket lengkap wkwkwk.

relatif

ternyata nilai/harga suatu barang itu relatif. Bergantung mindset. Mungkin bagi sebagian orang tas seharga 7juta udah kayak beli kacang goreng, menurut sebagian orang lagi lebih baik untuk investasi dll. kalau aku pribadi lebih baik buat investasi beli buku (eaaa~ yang suka bacaa ūüėÄ wkwkwk). Eh no no no..kalau misal beli tas, mungkin hanya dipakai di waktu-waktu tertentu ya. Kalau beli buku bisa diturunkan ke anak-cucu.

WhatsApp Image 2017-08-09 at 18.09.01

Nah kok tetiba bahas beginian? hahaha. Iyaaa…cuma mau sharing dikit aja tentang alasan ngotot banget beli buku-buku premium? salah satunya adalah PENGHEMATAN JANGKA PANJANG !

saat ini aku baru punya satu anak, usia 2 tahun. Intinya mah belum terlalu banyak pengeluaran (sekolah dll). Mumpung masih kecil, aku kumpulkan tuh produk premium buku-buku mulai dari ensiklopedia dan programnya, hafizdoll, smart hafiz, boardbook Little Abid dan alquran. ini menurutku penting sebab selain bisa dipakai untuk kakak dan adik2nya kelak juga penghematan biaya.

Katakanlah aku gakmau merogoh kocek ngelesin bahasa inggris anakku, maka sejak sekarang kucoba membeli menabung buku english time yang merupakan program lengkap anak belajar bahasa inggris. bahasa inggris ini penting untuk ke depannya (MEA- masyarakat ekonomi asean -dan pasifik).

Kalau misalkan les, 1 bulan minimal keluar biaya (minimal- misal) 500ribu, ongkos 500ribu. Total 1juta. Ambil program basic (6bulan/ 1 semester) total 6juta. kalau lancar ambil program 2 tingkat lagi (intermediate & advance) jadi 12juta. Itu untuk 1 anak bisa keluar duit 18juta dalam kurun 3 semester. Belum lagi jajannya, belum bukunya dll. Banyak banget kan. kalau anakku misal ada 3 anak, kalikan aja 18juta x 3. udah berapa? sedangkan investasi English Time 1 kali, berlaku seumur hidup (ada trade in-tukar tambah misal buku sobek/rusak mau ganti baru dengan harga separo juga bisa). Gimana, hemat bukan??

aku paling suka beli di Tigaraksa karena ada TRADE-IN itu kalau di toko lain mungkin ga bakal ada (rugi lah tokonya). Contoh aku punya buku ensiklopedia WWP, 10 tahun lagi ada yang sobek/rusak bisa tukar tambah lho dengan harga 50% nya. Keren abis kan. tapi aku lebih memilih merawat buku dan membacanya, sambil mengajarkan anak untuk bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya.

WhatsApp Image 2017-08-09 at 18.09.08

Okeh, sekali lagi MAHAL itu relatif. tergantung kebutuhan, benefit dan nilainya. Buku mahal jangan dibandingkan dengan buku yang murah2. Karena isinya juga beda. Sama halnya dengan masalah beras (yang kemarin sempat ramai), raskin dan beras premium kok disamakan? dilihat dari luar aja udah beda jelas… hehehhe

Oia mau share juga tentang yang nyinyir “buku mahal jutaan lebih baik kasih anak tablet, handphone, TV atau internet di rumah aja” hehehe aku senyumin aja. sekali lagi mindset tiap orang emang beda. kalau aku pribadi melakukan atau memilih sesuatu harus dengan menggunakan ilmu, minimal caritau atau tanya pada ahlinya. kalau membahas pernyataan nyinyir diatas sekilas kayaknya oke. namun pas lihat dan mendengar bahkan ikut seminar dari ahlinya ihh masyaaAllah beneran jauh.

jadii..ayah bunda yang mungkin sibuk bekerja ngasih aja itu TV, HP, internet atau game yang kita ga tau mengontrolnya. anak-anak kita jauuh lebih pintar dari kita, mungkin nampak baik-baik saja di depan kita namun apakah ia ‘sehat jiwanya’? wallahu’alam.

21231164_10208394520815501_6145139011431682964_n

Di instagram seliweran quotes diatas, dan itu memang berdasarkan FAKTA. bahwa 80% otak anak rusak disebabkan gadget, tayangan2 yang tidak layak dan sikap lingkungannya. saat anak masih kecil mungkin masih bisa berada di dekat kita, kita pantau, kita temani. Lantas kalau anak udah memasuki masa akil baligh? how? mereka punya komunitas sendiri, jika anak tidak mempunyai prinsip maka ia akan mudah ‘terwarnai’ atau sekedar ikut-ikutan (supaya diakui/eksistensi dalan pergaulan).

Jadi, masih pada mau bilang kalau buku premium, hafizdoll dan sejenisnya mahal??

mari berpikir ulang.

IMG-20160814-WA0010

anak-anak tidak selamanya kecil, namun apa yang ia pegang dan apa yang ia lakukan di masa emasnya itu lah yang menjadi asupan 80% pola pikirnya. sekolahan paud tidak mampu membentuk anak usia dini- selain di rumah dan arahan ortunya. Jika ada yang mempunyai hafizdoll tidak dimanfaatkan dengan sempurna maka sungguh sayang padahal didalamnya berisi hal baik semua. Pun dengan buku-bukunya. jadi wajar mahal itu relatif. mau investasi di awal ataukah di akhir (saat anak sudah dewasa)? padahal para pakar parenting sepakat bahwa masa emas anak tidak akan terulang lagi ūüôā yakni 0-5 tahun pertama dan 5-7tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *