IBU PROFESIONAL

Making Ecobricks with Kid – Our Mini Family Project

Post blog ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas Pos 3 di kelas Orientasi Komunitas Ibu Profesional.

Di bawah ini merupakan narasi tugas yang saya uraikan sebagai berikut :

Memulai dari yang kita suka dan membuat bahagia, kemudian sebutkan alasannya

yang saya suka adalah rumah bebas sampah dan bersih. Itulah kenapa saya memilah sampah kedalam (setidaknya) dua jenis : organik dan anorganik.

Sampah anorganik kebanyakan sulit didaur ulang seperti plastik aneka rupa dan berbagai jenis sikat gigi yang udah buluk. Maka ecobrick adalah solusinya, saya pernah menuliskannya di post blog ini apa itu ecobrick.

Kebetulan, suami saya merupakan trainer kesayangan pendiri Ecobrick. Start bulan ini mewaliki mba Ani dan mister Russel untuk membimbing calon trainer baru karena sudah hampir setahun magang membantu beliau. Mba Ani dan Russel memiliki waktu yang sungguh padat karena tidak hanya mengurus Indonesia semata namun juga seluruh benua dan negara yang terafiliasi dengan sistem ecobrick.

Nah, pada project ini, karena namanya mini-project jadi ya sedikit saja membernya dan lagipula juga sebab wabah covid, kami stay at home juga, maka projectnya sungguh sederhana dan mudah. Yakni melibatkan anak untuk membuat ecobrick bersama-sama.

Penjelasan Project

  1. Judul : Making Ecobricks with Kid
  2. Deskripsi Project : Membuat ecobrick bersama anak di rumah, dikumpulkan untuk dijadikan furniture meja, kursi dan modul lego block untuk mainan anak.
  3. Kebutuhan/Susunan Tim : Abi (trainer), Umi (saya sebagai dokumentator) dan Anak (sasaran/menjadi peserta)
  4. Sasaran : Anak kami, laki-laki (usia 4,5 tahun)
  5. Waktu : Sabtu, 28 Maret 2020 (dilaporkan pada 4 April 2020)
  6. Tempat : Di rumah saja
  7. Estimasi dana : nol (gratis)
  8. Parameter keberhasilan : Anak melihat dan antusias mengikuti

Caranya Bagaimana?
1. Kumpulkan, pisahkan dan bersihkan semua jenis plastik (wajib plastik kering, jangan ada air dan sisa organik)
2. Pilih botol plastik bekas dengan merk dan ukuran yang sama
3. Gunakan tongkat bambu/kayu untuk memadatkan
4. Masukkan plastik lembut berwarna untuk dasar botol
5. Berat minimal ecobrick adalah volume botol x 0.33. Minimum 0.33g/ml dan maksimum 0.7g/ml

Jika sudah banyak, kami rekatkan dengan lem dan dijadikan tempat duduk, meja dan modul lego. Seperti ini :

Demikian mini-project ini dilaksanakan dengan sangatsederhana. Semoga diterima ya laporan ini 🙂

Terimakasih.

1 thought on “Making Ecobricks with Kid – Our Mini Family Project”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *