BEROPINI BLOGGER PEREMPUAN DAILY EDUKASI PARENTING

Memahami Perbedaan Romantisme Wanita dan Pria

4 Ramadhan 1441H / 27 April 2020

Siang tadi saya mengikuti webinar melalui zoom meeting, sungguh menarik, membahas materi merawat cinta dan membangun romantisme pasangan halal kita. Webinar diisi oleh pemateri yg masyaaAllah luar biasa, dokter Aisyah Dahlan, diselenggarakan oleh @kalif.idn .

Romantisme dalam berumahtangga memang urgen (penting bingit) ya bukan hanya karena alasan baru menikah (butuh ilmu) atau udah lama menikah, melainkan juga berkaitan dengan kelanggengan hidup sebagai pasangan, duo sejoli dalam biduk rumah tangga.

Selain itu, juga berkaitan dengan kesehatan jiwa kita. Ada kalanya jika kita kurang paham ilmu, bisa saja menjalaninya sebagai beban tanpa sadar (dengan diekspresikan dengan ngomel menggerutu) sehingga memproduksi kortisol jauh lebih cepat dan banyak. Dan jika terlalu lama dibiarkan akan berakibat fatal. Misalnya keretakan rumah tangga.

Apalagi kiblat romantisme sudah telanjur terpatri ditayangkan massive bak obat generik, sama rata, padahal bahasa kasih sayang tidak selalu sama setiap orang.

Romantisme adalah cara atau kiat-kiat seseorang untuk mengekspresikan perasaan cinta (kekaguman) pada lawan jenis yang diminati.

sumber : slide dr. Aisyah Dahlan

Romantisme terbagi menjadi dua kubu.

  1. Aksi romantisme modern yang telah berhasil beradaptasi dengan zaman dan tetap menyandang “ROMANTIS”
  2. Aksi romantisme kuno yang masih mengandalkan cara-cara yang cenderung berhasil di zaman dahulu (Seperti memberikan bunga, cokelat, kata-kata manis bahkan pengorbanan nyawa) dan akhirnya berakhir dengan nama ‘GOMBAL’ atau ‘Sok Romantis’.

Pernikahan memiliki banyak kebaikan. Mengajarkan kita akan kesetiaan, kesabaran, toleransi, penguasaan diri dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Mungkin banyak yang takut menikah atau trauma, umur masih muda. Ya wajar karena baru juga memulai, belum banyak pengalaman dan ilmu. Jika awal menikah sudah pinter dan sempurna, wah jangan-jangan ini pasangan yang menikahnya udah tua hahe.

“……… dan laki-laki tidak sama dengan perempuan…..” (Q.S Al Imron : 36)

Dalam ayat alquran, dijelaskan bahwa Allah menciptakan laki2 dan perempuan dengan program dan susunan otak yg berbeda.

Apa saja perbedaannya?

Susunan Otak

Berikut perbedaan laki-laki dan perempuan dari segi penampang otaknya.

Bagi lelaki, mekanisme berbahasa menggunakan bagian otak kiri. Sedangkan perempuan menggunakan bagian depan otak kiri dan kanan.

Dalam berkomunikasi. Pria hanya mampu 5ribu – 9 ribu kata per hari. Rata-rata hanya 7ribu per hari (jika diambil dari interval umum). Dan pada pagi hari, kata-katanya belum terkumpul utuh sebagaimana perempuan. Perlu dipanasi dulu.

Berbeda dg perempuan yang dalam komunikasi memiliki kapasitas jauh dari pria, yakni 16rb-20rb per hari. Jika introvert paling hanya 16rb mentoknya (bukan hanya kata berbentuk suara, melainkan juga gerak olah tubuh, mimik wajah dan tulisan).

Apa lagi?

Laki-laki kebanyakan (normal, pada umumnya) sangatttt sulit untuk mampu mengatakan “I love you”, bahkan seandainya jika ada laki-laki yang terlalu keseringan mengucapkan itu bisa jadi ia ada gangguan, lebay atau bercanda. Haha.

Bagian-Bagian Otak.

Hipotalamus laki-laki adalah 2,5x lebih besar dari perempuan. Karena itulah Allah bilang kalo lelaki adalah qowwam (imam, pemimpin) wanita, kenapa?

Karena fungsi utama hipotalamus adalah menjaga keamanan (rumah, hidup, ekonomi). Selain itu, hipotalamus juga berfungsi dalam hal kontrol. Seperti pusat lapar dan haus (lelaki jauh lebih cepat lapar dan hausnya) serta pusat syahwat birahi (tentu ini lebih lebar laki2).

Karena 2,5 kali lebih besar maka kita bisa paham kondisi psikis kita pun juga berbeda.

Belahan otak kiri dan kanan dihubungkan oleh serat syaraf yang disebut Corpus Collosum.

Perempuan memiliki Corpus Collosum yang lebih tebal dan besar, sehingga otak kiri dan kanan tersambung lebih banyak. Maka itulah kenapa perempuan mampu mengerjakan pekerjaan lebih dari satu jenis dalam satu waktu (multi tasking) – walaupun aku sendiri enggak bisa ya, hehe. I’m totally monotask.

Pun dalam sudut respons reseptor. Ada yang namanya Nucleus Suprachiasmaticus yang pada wanita berbentuk bola sedangkan pada pria berbentuk cerutu.

Akibatnya karena bentuknya cerutu, laki-laki jadi mudah tersulut. Misalnya ketika mengendarai mobil, ada yang nyrempet, sebaiknya kita dukung dia, bukannya membela yang nyrempet. Lelaki akan kesal jika melihat istrinya malah mendukung oranglain.

Misalnya, terjadi dialog.

Suami : “Duh, itu orang napa! Nyrempet nggak pakai mata!”

Sikap istri yang keliru : “Sabar mas, sabar, yang penting kita enggak melanggar lalu lintas. Udahlah mas enggak usah gitu.”

Sikap istri yang tepat : “Wah iya emang enggak melihat dengan mata ya mas.”

Udah gitu aja, haha, intinya suami hanya minta didukung atau kalau enggak ya diam aja. Itu jauh lebih baik. Gitu tadi saran budok Aisyah.

Ada ilmu yag baru juga, baru masuk Indonesia sekitar tahun 2006. Hehe. Dokter Aisyah sampai ngekek ini.

Jadi, ada perbedaan muka (ekspresi wajah) laki-laki dan perempuan.

Ada yang ngeuh apa bedanya?

Heheheh.

Laki-laki itu muka rata pada 10 menit pertama, semua ekspresinya sama aja. Itu karena wajahnya mempresentasikan hormon testosteron (ini nih gantengnya lelaki, cool).

Jadiii ibu-ibu jangan heran kalau pulang kerja suami muka rata ya. Tunggu sampai 10 menit. Jangan disambut kata-kata terlalu banyak, cukup 3 kata aja maksimal. Jika diatas 10 menit masih aja merengut jutek ya itu artinya ada masalah beneran dari tempat kerjanya, wkwkwk.

Berbeda dengan perempuan ya, wajahnya bisa berubah drastis dan macam-macam sesuai suasana jiwanya. Enggak perlu nunggu 10 menit. Ya emang elastis gitu.

Pun dengan perbedaan retina mata. Konon sel kerucut mata wanita memang lebih banyak sehingga pandangannya melebar dan luas tapi pendek. Sedangkan pada pria, sel kerucutnya sedikit, hal ini membuat jarak pandang pria jauh lurus ke depan.

Itulah kenapa bapak-bapak serrrrraaaapi apapun kalau mencari barang masih aja tetep tanya. Karena memang klo mandang sesuatu ya jaraknya lurus, nggak bisa mandang kiri-kanan kayak perempuan.

Mata lelaki itu ibarat mata pemburu (hunter) karena lebih tajam ke depan dan jika mengendarai kendaraan jadi lebih fokus dan aman. Jadi ibu2 nggak perlu lagi komen ngegas ya kaum hawa misal, “Duh, kalau nyari barang liat pakai mata dong” (Lha emang klo nggak pakai mata gimana? dan lelaki emang gak kayak kita bisa lirik kiri kanan secepat kilat wkwk).

Atau komen, “Duh, ati-ati pa, pelan-pelan ngebutnya, liat kanan-kiri pa, aduuh jd takut” (semakin berisik jadi makin gak nyaman yang mengemudi, hihi. Udahlah kita serahkan hal ini pada pria yang jelas tatapannya jauh lebih tajam ke depan).

Tips

Lagi Marahan? Gimana cara baikannya?

  1. Laki-laki jika marah, jangan banyak ditanya. Karena proses berpikirnya : mikir dulu baru bicara.
  2. Perempuan kalau marah, jangan dicuekin. Biasanya kan kami ini jawab, “aku enggak apa-apa” atau “gak ada masalah kok”. Padahal aslinya tuh ada masalah wkwkwwk. Tanya terus aja kayak lagi wawancara, sampai mau cerita. Kalau udah cerita jangan dipotong, udah dengerin ajaaaa. Karena prosesnya : bicara dulu baru mikir (solusi).

Dan ingat fitrah ini :

Terakhir, kenali bahasa cinta. Ini berkaitan aliran ‘elektrik’ di dalam otak.

Dalam fase tidur-istirahat, wanita tidak sepenuhnya total off. Karena 90% aktivitas elektriknya hidup saat sedang tidur sekalipun. Berbeda dengan pria yang apabila dalam kondisi istirahat bisa off beneran. Tidur nyenyak.

Tapi jangan salah, lelaki akan tetap bangun lebih sigap tanggap jika ada sesuatu di luar rumah. Karena berkaitan dengan keamanan. Itulah kenapa jangan menggerutu jika anak ngejer bangun tapi suami diam aja saat tidur karena enggak dengar. Berbeda dengan wanita, lebih tajam pendengarannya dalam ruang tertutup.

Pun dengan fokus. Lelaki saat mulai fokus, pendengarannya juga akan menurun. Jadi, nggak bakal denger walau kita panggil 2-3x. Hehe. Kan bapak2 banyak yang heran kenapa istrinya melotot saat memanggilnya karena itu udah panggilan yang ke-5 wkwkwkwk.

Aktifitas elektrik itu semacam baterai atau komponen listrik dalam otak. Jika orang masih hidup, ia elektrik itu, akan terus aktif. Nah, semua itu bisa dicharge.

Pun dalam membina romantisme suami-istri, ini bakal yang menentukan kita bahagia saling ngecharge atau enggak, Berakibat pada produktivitas kita. Menggunakan teori baterai susun seri.

Apa sajakah itu?

Jika ada indikasi penyimpangan perilaku, misalnya pasangan kita lagi nggak peduli, cenderung dingin atau ngegombal sana-sini, atau bahkan selingkung atau main hati. Itu pertanda baterainya kosong!

So? gimana caranya agar terisi. Sebenarnya saya punya 2 buah buku (ebook) terkait 5 love language ini (baik versi anak maupun dewasa) kapan2 insyaaAllah saya bedah ya bukunya. Nah ini penjelasan dokter Aisyah jauh lebih sederhana.

Kelima bahasa cinta itu nyambung banget sama pelajaran Fisika (kesuakaanku).
Teman-teman. Tau rangkaian listrik di pelajaran fisika ada baterai2 dijajar dalam sebuah rangkaian kan? Nah otak kita mirip rangkaian seri dalam mengelola cinta. Jadi, misalnya 1 baterai tercharge, yg samping2nya (urutan setelahnya) bakal ikutan nyambung penuh. Pun jika yang paling utama (bahasa cinta dominan) diputus, bakal mati semua.

Khusus anak usia di bawah 3 tahun, berikan kelima-limanya tolong dipenuhi dan berikan. Jika sudah diatas 3 tahun akan nampak mana yang dominan, sehingga cukup diisi 1-2 (yg dominan) saja, insyaaAllah akan terpenuhi semua. Agar energi kita juga tidak banyak keluar juga kan.

Makanya saya kadang bingung sendiri dengan jiwa ini, ini suami saya udah segalanya mencurahkan banyak kebaikan dan bantuin banyak hal, tapi kok kayak ada yang kurang apaa gitu. Bukan karena nggak bersyukur ya tapi ini berkaitan dengan aktifitas elektrik otak. Jadi fakta kenyataannya baterai pertama saya (bahasa cinta yg paling dominan, urutan pertama) nggak diisi setiap hari, jadi ya merasa kurang.

Menentukan bahasa cinta ada linknya tapi in english. Kalau akurat pakai test MRI. Tapi setidaknya kita bisa gunakan cara sederhana, (keakuratan 80%) dengan cara menjawab pertanyaan berikut :

“Apabila dalam sebuah pangggung, kita memeilih berperan di posisi mana? Penonton, sutradara, penulis skenario, atau artis?”

Jika jawabannya :

  1. penonton (pecinta damai) bahasa cintanya adalah sentuhan fisik.
  2. Sutradara bahasa cintanya adalah pelayanan
  3. Penulis skenario bahasa cintanya adalah waktu/hadiah
  4. Artist bahasa cintanya adalah pujian

Nah, teman-teman, pasangan yang mana?

Sebenarnya masih panjang. Next kita bahas lagi yaaa.

#GalaksiRamadan

#30haribercerita

#InspirasiRamadan

#ceritaInspirasi

#DDpendidikan

#Literaksi

#DompetDhuafaPendidikan

1 thought on “Memahami Perbedaan Romantisme Wanita dan Pria”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *