DAILY EDUKASI

Membuat Sabun Minyak Jelantah

Hari ini saya mengunggah post blog yang sebenarnya sudah lama saya draft. Kegiatan membuat sabun minyak jelantah (mijel) tahun lalu bersama para tetangga di komplek. Kalau enggak salah inget, tanggal 16 Oktober 2020. Hari Jum’at. Narasumber yang hadir masih domisili di sekitar Bogor.

Sejujurnya, kami baru belajar hidup minim sampah dan ramah lingkungan baru mulai di tahun 2018. Awalnya memilah sampah, kemudian mengolah hingga merembet ke kegiatan lain yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan bisa sampai di sini. Yaitu hidup yang berkelanjutan dan peduli lingkungan.

Suami saya hobi berkebun, memasak sayur sehat dan mengelola sisa konsumsi organik dan non-organik. Suami sempat menuliskan perjalanan mula bergerak ke hidup ramah alam disini.

Setelah 2018 kami sadar lingkungan, tahun 2019 suami mengikuti training ecobrick melalui global ecobrick alliance. Tahun 2020 beliau menjadi master trainer ecobrick dan sampai kini terus belajar untuk menaikkan kapasitas diri terhadap bidang lingkungan.

Tahun 2020, saya pribadi banyak belajar terkait dunia per-sabun-an. Saya mengikuti kelas membuat skincare, sabun dan sejenisnya. Namun, belum semua bisa saya praktikkan. Alasan klasik saya, masih ngontrak, enggak bebas, tunggu momen, belum ada waktu, masih ada aktifitas lain, dst. Sehingga sabun untuk mandi dan mencuci, saya masih beli. Kecuali untuk pel dan cuci baju kami menggunakan ecoenzyme (bikin sendiri) dan lerak. Kapan-kapan saya tulis terkait hal ini.

Adapun untuk minyak jelantah, saya baru belajar saat pindah rumah dan bersama ibu-ibu komplek yang baru bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya. Maka saya perlu klarifikasi di awal :

Disclaimer! Disini saya hanya mendokumentasikan, bukan sebagai ahli pembuat sabunnya ya. Maka, jika ada yang bertanya terkait komposisi dan sebagainya, itu bukan ranah atau bidang keahlian saya.

Langsung saja ya, dimulai dari resep dan cara pembuatan.

Resep Mijel

Minyak Jelantah 500gram
Air 130 gram
Soda Api 64 gram

Langkah Pembuatan

Pertama, minyak jelantah perlu ‘dibersihkan’ terlebih dahulu. Bisa menggunakan arang, bisa juga dengan bahan lain (bisa cari sumber yang lain ya, banyak di google).

Kedua, pastikan kondisi saat membuat sabun, aman. Gunakan sarung tangan tebal, kacamata dan masker.

Ketiga, bisa simak vidio berikut.

Langkah 1

Langkah 2

Hasil Sabun

Setelah dicetak, sabun menjadi padat kurang lebih 2 pekan. Namun, untuk lebih optimal, dibiarkan selama 1 bulan. Kemudian dipanen.

Berikut ini tampilan sabun yang sudah dibuat di atas (foto saya dapat dari tetangga).

sabunnya benar-benar kesat dan bersih (ini digunakan untuk mencuci ya, bukan mandi)

Mau benar-benar alami?

Jika ingin benar-benar alami, teman-teman bisa mengikuti resep dari website banaransoap ini.

Menarik dan cukup mudah bukan?

Sayapun bercita-cita ingin mandiri sabun, resep sudah ada, tinggal niat, mencari bahan baku serta alat dan tekad kuat untuk membuatnya terealisasi. Jika nanti saya sudah mandiri sabun, saya update ke sini ya. Sebab resolusi 2021 saya adalah memiliki rumah yang sustainable, minimalis dan berdikari (baik mandiri pangan -makan dari kebun di rumah- serta mandiri personal care , salah satunya sabun).

Ada juga artikel yang menjelaskan tentang diversifikasi produk dari bahan yang terbuang. Misalnya biji kapuk atau kapas. Saya kutip dari laman republika bahwa selama ini, biji kapuk masih kurang dimanfaatkan dan dibuang begitu saja tanpa diolah dan dimanfaatkan. Padahal, kandungan minyak biji kapuk yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sabun padat.

Proporsi biji dari pohon kapuk adalah 3/5 bagian. Apabila produksi kapas mencapai 700 ton kapas berbiji, maka akan dihasilkan 420 ton biji kapas. Jika potensi biji kapas ini dimanfaatkan, maka akan memberi nilai tambah pada kegiatan agribisnis kapas. Biji kapuk mengandung minyak sekitar 24 sampai 40 peren. Persentase biji kapuk yang terkandung pada setiap gelondong buahnya sebesar 26 persen. Jadi, setiap 100 kilogram gelondong kapuk akan menghasilkan 26 kilogram limbah biji kapuk. Besar sekali ya!

Minyak sebagai bahan baku sabun (kita sedang mengalami dilema pohon sawit yang semakin merusak hutan), ini bisa lho diperoleh dari proses ekstraksi biji kapas dan kapuk. Proses ekstraksi pun dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara fisik, misalnya, melakukan pengepresan. Cara lainnya dengan menggunakan cara kimia dengan ekstraksi pelarut. Warna minyak biji kapas dan kapuk adalah kuning kecokelatan.

Minyak yang dihasilkan dari proses ekstraksi tersebut masih dalam bentuk minyak yang belum jernih (crude oil), sehingga memerlukan proses penjernihan, yaitu dengan cara pemisahan gum (deguming), netralisasi, pemucatan (bleaching), dan penyaringan.

Penjernihan Minyak Biji Kapuk/Kapas (Wawasan Saja)

Tahap pertama dalam proses penjernihan minyak adalah deguming. Deguming bertujuan untuk memisahkan getah atau lendir-lendir yang terdiri dari fosfotida, residu, karbohidrat, gossypol, air, dan resin tanpa mengurangi jumlah asam lemak bebas dalam minyak. Netralisasi minyak biji kapas hasil deguming dipanaskan hingga 50 sampai 60 derajat Celcius sambil diaduk.

Kemudian pemucatan. Pemucatan adalah proses pemurnian untuk menghilangkan zat-zat warna dan gossypol yang terkandung di dalam minyak. Setelah melalui proses pemucatan, dilakukan penyaringan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang tersisa pada minyak biji kapas dengan menggunakan alat penyaring.

Dari keseluruhan proses tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pemanfaatan minyak biji kapas dan kapuk sebagai bahan baku pembuatan sabun padat dapat menjadi alternatif diversifikasi produk. Apalagi, hal itu bisa dilakukan cukup dengan menggunakan hasil samping tanaman kapas dan kapuk.

Kesimpulan

Semoga kita yang memiliki kemampuan waktu, tenaga dan juga bahan mampu mengurangi produksi sampah kemasan dari sabun dengan menggunakan sabun yang dibuat sendiri dari bahan alami. Saya pribadi memiliki niat menuju ke sana. Mudah-mudahan ya, karena sifat perfeksionis ini kadang yang suka menunda-nuda. Sebab prinsipnya, nothing or everything all at once. Jadi, saya tuh sering bertindak atau membuat keputusan dengan cara tidak sama sekali (jika ada yang kurang sreg) atau totally I have to do that jika secara persiapan jelas dan paripurna. Jangan ditiru ya.

Tinggalkan Balasan