DAILY EDUKASI

Mengapa RKTIM

Hutang tulisan nih, selama februari kurang dari target jadii bulan ini saya posting agak banyak. Dan khusus hari ini saya posting 3 judul insyaaAllah.

judul ‘mengapa RKtim’ ini sebenarnya sudah saya draft sejak tadi pagi. Namun karena ada agenda keluar rumah maka saya tinggalkan terlebih dahulu.

Okeh, saya mulai dulu ya tentang RKtim.

RKtim ini nama tim di Tigaraksa Satria Tbk. Isinya para EPC, sama seperti epc yang pada umumnya mendaftar atas rekomendasi seseorang maka ia akan otomatis menjadi tim orang tersebut. Banyaklah berseliweran nama tim yaa..

RKtim awalnya dibangun sendirian oleh Ririn Noerianty (temannya suamiku- IPB 2009) dan berpusat di office Bandung. saya sendiri berawal dari menjadi reseller ririn pada tahun 2015 lalu.

RKtim artinya rorompok kuring (bahasa sunda) tim yang artinya Rumah kita- team. Menurutku ini unik dan sangat baru. Kini RKtim berisi belasan EPC muda (saya katakan muda, karena kami memang baru dan memang masih muda- aseeek) yang memiliki semangat belajar yang tinggi.

saya pribadi sudah banyak mencoba berbagai macam produk sejak 2014 lalu. Mulai produk herbal, kecantikan, makanan, minuman, fashion hingga palugada (apa aja yang Anda butuhkan, saya siap mencarikan dan selalu ada. hahaha). Hasilnya lumayan sih, tapi nggak fokus. Sebab saya harus menghafal sedemikian banyak barang plus konsultasi berbagai macam produk yang itu mengganggu aktifitas domestik saya. Saya jadi sering marah ke anak, uring-uringan ke suami hehe..

Tibalah pada suatu hari aku diinbox oleh Ririn, dia menanyakan produk herbal dan aku dengan senang hati memberikan penawaran padanya. Kemudian entah bagaimana, akhirnya aku menjadi reseller hafizdollnya. Saat menjadi resellerlah banyak belajar dan kemudian akhirnya aku memilih fokus bisnis bersama RKtim.

Pertengahan 2016 pas Ramadhan saya mendaftarkan diri menjadi EPC. Dulu menjadi EPC harus datang ke kantor, kalau sekarang bisa daftar online. Setelah menjadi EPC, saya sempat maju dan mundur karena ternyata membina reseller juga tidak mudah. Namun dengan adanya tim, maka langkah itu menjadi lebih ringan. Misalnya saat aku harus mengadakan kulwhap, karena berat dan cape kadang nggak optimal namun sejak menjadi satu dengan adanya kerjasama antar member Rktim (siapapun epc nya) maka menjadi lebih mudah. Kini tarining basicpun dikoordinir sebulan sekali dari RKtim pusat.

Mengapa RKtim?

Poinnya sebenarnya ada pada suasana kekeluargaan dan visi misi yang jelas. Kami tidak ingin sekedar berjualan, karena pasti akan habis dan hilang. Kami disini selalu diajarkan untuk senantiasa meluruskan niat, terus belajar dan tidak mengejar omset. Sebab omset pasti keluar dan menghilang.

Di RKtim juga segala pola pikir tentang pengasuhan anak juga berubah dan banyak hal yang bisa kita perbaiki bersama keluarga. Prinsipnya kita harus kuat didalam keluarga dulu, jika diri kita beres dengan urusan diri dan keluarga maka sharingpun akan terasa nyaman dan enak. Akan lebih mudah kita menjalani kehidupan.

Pun tentang muamalah juga diajarkan. Gak tabrak sana sini. Biarlah tim lain berjualan di bawah harga ataupun berlaku curang namun RKtim senantiasa menjaga agar para EPCnya sesuai dengan akad yang telah ditandatangani di awal, salah satunya tidak menjual di bawah harga maupun menaikkan harga. Semua itu demi keberkahan kami.

Alhamdulillah.

Lalu bagaimana menjadi member RKtim?

Berbeda dengan bisnis di luar sana, menjadi member RKtim (reseller) tidak dipungut biaya. Hanya di awal saja pertama kali closing jualan tidak mendapatkan komisi/potongan harga. Supaya membedakan akad antara orang biasa dengan member/reseller.

Jika jadi reseller ada target nggak?

Nggak ada target, semuanya adalah kembali kepada masing-masing personal. Maka pasti beda hasil antara satu orang dengan yang lain sebab setiap orang punya target masing-masing. Bebas aja. Kalau saya pribadi minimal bisa sedekah tiap bulan dari hasil jerih payah sendiri rasanya nikmat. Maka disinilah saya mau fokus. Selain itu, nggak harus stok barang juga.. jadi lebih nyaman menurut saya pribadi 🙂

1 thought on “Mengapa RKTIM”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *