RKTIM

Mengenal RKtim

Apa Rktim itu?

RKtim merupakan tim penjualan yang memiliki kepanjangan Rumah Kita Tim. RKtim dibentuk oleh Ririn Noerianty alias Bunda Ririn (NdaRin) sejak tahun 2014.

Awal mulanya namanya rorompok kuring, namun karena banyak juga yang tidak mengenal bahasa sunda, maka untuk memudahkannya menjadi ‘rumah kita’ tim. Jadi, RKTIM adalah our home, tempat kita berkumpul, berkarya, bercanda dan tempat kita menjadi diri sendiri.

Kenapa diambil dari kata Rumah?

Filosofi dari kata rumah itu adalah, kita sendiri memiliki mindset bahwa semua harus bermula dari rumah 🙂

Rumah adalah tempat kita pulang.

Rumah adalah tempat kita memulai aktifitas.

Rumah adalah tempat kita mengumpulkan inspirasi.

Dan rumah adalah tempat kita mengumpulkan kembali kekuatan kita agar bisa kuat menghadapi kehidupan di luar sana.

Visi & Misi RKTIM

Visi RKTIM adalah Kuat Keluarga dan Kuat Finansial.

Berawal dari pengguna maka dengan menggunakan program edukasi ini, kami berusaha agar keluarga kami kuat.

Kuat artinya berdaya. Berdaya bagi keluarga khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Seperti yag dituliskan diatas, kita berprinsip semua bermula dari rumah. Maka sebelum oranglain merasakan manfaat dari program, maka alangkah baiknya kita mengenalkan program tersebut kepada keluarga kita terlebih dahulu.

Kuat Keluarga berarti kita harus selesai dengan urusan diri sendiri. Bukankah ketika kita merasa lelah dan mengeluh, disana ada pelajaran dan hikmah yang harus kita cari? Selesai dengan diri sendiri bukan berarti kita harus menjadi pribadi yang sempurna. Bukan itu, akan tetapi kita harus menjadi pribadi yang berusaha lebih baik lagi setiap harinya. Itulah hakikat makna selesai dengan diri sendiri, agar kita menjadi manusia yang beruntung.

Setelah kita kuat keluarga, kita belajar untuk kuat finansial.

Meskipun semua berawal dari dalam rumah, kita tetap bisa dan harus produktif. Menjadi manusia yang produktif dengan wasilah berdagang disini.

Sesungguhnya meskipun kita berharap kuat finansial tetapi kekuatan itu hanya ada di tangan kita, bukan di hati kita. Oleh karena itu kuat finansial berarti kita memiliki finansial yang berkah, artinya berdagang sesuai aturan, etika dan tetap menebar ilmu serta manfaat dengan hati yang ikhlas.

Sedangkan misi RKTIM adalah “Kami berusaha meningkatkan kemampuan berdagang dan menggunakan produk yang didistribusikan dengan tepat.”

RKTIM ini juga salah satu dari sekian banyak tim jualan di bawah PT. Tigaraksa Satria, tbk. KhususnyaTigaraksa Smart Family.

Jadi yang berjualan produk di Tigaraksa bukan hanya tim kita dan alhamdulillah teman-teman di grup #rktimbynikmah berjodoh dengan RKTIM 🙂

Ndarin kini menjadi EPD di RKTIM, membina puluhan EPC seluruh Indonesia. Ini dia wajah Ndarin 🙂 bisa cek IGnya @ceritandarin.

ini foto Ndarin

Cerita Awal Mengenal RKTIM

Awal mula saya menjadi resellernya Ndarin tahun 2015-2016. Di tengah tahun 2016 saya langsung mendaftar EPC, waktu itu langsung training ke kantor cabang Bogor. Kemudian membina beberapa reseller, bahkan pernah banyak juga membernya. Di tahun 2017 sempat kopdar juga di kebun raya Bogor.

Namun saya vakum agak lama, kemudian balik lagi. Ceritanya pernah saya angkat disini. Bagi yang tanya kode EPC, saya kodenya BG00397.

Apa Perbedaan EPD, EPC dan Reseller?

EPD dan EPC bertanggungjawab langsung ke kantor Tigaraksa, selain itu memang memiliki tugas dan tanggungjawab yang cukup besar.

EPD

EPD (educational product distributor) cakupan tanggungjawabnya sangat besar, yakni membina beberapa EPC agar tetap semangat memberikan edukasi. Segala informasi dari pusat biasanya deliverynya dari EPD kemudian ke EPC. Mengingat jumlah EPC saat ini juga sangat banyak. EPD kita adalah Ndarin ya, pendiri RKTIM. Oia menjadi EPD juga tidak mudah, perlu waktu yang cukup lama dan syaratnya juga semakin ketat.

EPC

EPC (educational product consultant) ini semacam salesnya kantor namun memiliki tugas membina reseller. EPC yang bertanggungjawab penuh atas orderan langsung yang diinputnya. Fokusnya memberikan edukasi dan membina tim reseller. Di Tigaraksa, jika ingin mendapatkan bonus loyal, EPC diikat untuk tidak berjualan produk edukasi atau produk lain yang menyerupai dari produk yang didistribusikan. Jika statusnya Reseller kan bebas mau jualan apapun kalau sudah menjadi EPC hanya boleh posting produk Tigaraksa jika mau mendapat reward loyal (dengan syarat dan ketentuan unit).

ini foto saya tahun 2017 lalu :’)

EPC juga perlu menyiapkan materi, berkomunikasi atas ke bawah (delivery informasi) dari EPD ke reseller serta bertanggungjawab atas after service yang menjadi hak konsumen.

Selain membina reseller, EPC juga wajib melakukan rekap data closing dan memberikan hak reseller setiap bulan (komisi). Terdapat 2 jenis EPC berdasar unitnya.

Oia, di Tigaraksa menggunakan istilah ‘Unit’ untuk menghitung pencapaian EPC. Unit merupakan satuan produk yang dinilai berdasar jumlah pembelian. Misalnya 1 boneka hafizdoll dihitung 5unit, dsb. Unit inilah yang dikumpulkan oleh EPC untuk menentukan prosentase komisi produk. Terdapat status yang ditentukan per kuartal :

  1. EPC freelancer (kurang dari 300 unit) komisinya hanya 11% dari CV (cash value).
  2. EPC Qualified (unit minimal 300) memiliki komisi 17% dari CV (cash value).

Nah, terbayang kan jika EPC status freelancer ia mendapatkan komisi 11% jika closing sendiri. Jika closing dilakukan oleh reseller, komisi tersebut dibagi kepada reseller 10% (jika arisan), sehingga EPC hanya mendapat sisa 1% saja. Atau jika 11% (komisi cash) maka EPC mendapatkan 0% alias kosong.

Inilah yang membedakan antara sistem MLM dengan direct selling. EPC yang memiliki reseller sebanyak apapun namun jika tidak ada aktifitas penjualan statusnya sama seperti freelancer. Ia akan mendapat komisi jika melakukan penjualan sendiri, kondisi EPC ini wajib melakukan closing juga.

Sedangkan produk MLM, jika bawahnya bekerja sedangkan atasnya tidak melakukan apapun tetap dapat komisi kan. Di Tigaraksa justru prosentase komisi ditentukan oleh seberapa banyak unit yang dikumpulkan EPC setiap kuartalnya. Sehingga jika status EPC masih atau bahkan turun menjadi freelancer, ia akan kesulitan memberikan tambahan reward kepada reseller. Kecuali mau modal sendiri. So, ayo semangat Qualified.

Reseller

Reseller sama halnya dengan EPC (fokus memberi edukasi dan melakukan closing) namun tidak memiliki tugas sebagaimana EPC yang bertanggungjawab membawa nama tim dan memberikan pembinaan tim. Reseller fokus kepada edukasi dan berjualan/posting produk serta melakukan closing dan konsultasi dan bebas tidak terikat dengan perjanjian bermaterai di kantor. Reseller mendapatkan komisi dasar 10%-11% dari produknya dan juga reward-reward.

Ada reward spesial untuk reseller yang qualified juga. Detailnya kita bahas di bab komisi ya nanti.

Oke, mungkin itu dulu.

RKTIM kini bertumbuh besar, melahirkan 2 EPD (Ndarin dan Ambu Diena), ratusan EPC dan ribuan reseller. Di RKTIM mengusahakan program upgrading personal setiap membernya sehingga kita bisa mendapat banyak hal yang bisa mendongkrak kapasitas diri.

Semangat! 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *