EDUKASI INNERCHILD

Menoleh ke Belakang

 

Halo dear, aku pernah merasakan salah jurusan. Saat pertama kali menginjakkan kaki di ITS rasa-rasanya ini bukan diriku. Seperti masuk kedalam pusaran waktu..kuingat kata tegas dari (alm) Pak Bibit Subardjo guru bahasa indonesia dan pembimbingku saat masih SMA jaman aktif di majalah sekolah. Saat itu beliau bilang, “Potensi Nikmah ada pada tulis menulis, jika Nikmah mau lulus MSA masuklah ke Ilkom UI, bagus untuk memoles potensi Nikmah” Waktu itu..aku berpikir..”lantas untuk apa aku susah payah di jurusan ipa kalau endingnya aku hanya menggeluti duni tulis menulis?”

Tidak menerima, tidak mau dan sedikit gengsi. Dengan halus aku menargetkan diriku masuk ke UI tapi bukan ilkom. Saat itu aku ambil SIMAK UI dan hasilnya gagal.

Kesempatan terakhirku saat SNMPTN (tes seleksi nasional PTN) kebagian nomor peserta test di kampus Negeri Malang. Alhamdulillah aku diterima di ITS (pilihan pertama) padahal dalam hatiku ingin kuditerima di UGM (pilihan kedua). Namun aku tetap semangat, terpenting lulus masuk PTN, pikirku.

Ternyata benar, sampai di kampus ITS aku benar shock. Awal mula disana sakit, sempat kena tipes. Sempat juga jatuh dari tangga kosan dll. Ujian selalu ada, namun itulah yang menaikkan kapasitas. Di kampus sebenernya tidak benar menikmati selain organisasi, baca buku ratusan yang ada di perpus dan bermain bersama teman.

Puncaknya saat sidang finalku dilakukan 2x sebab kurang matang. Rasanya sangat lama menunggu waktu 1 semester beranjak. Benar adanya, jika kita tidak mampu memetakan dan melihat potensi, padahal oranglain di sekitar kita selalu melihatnya dan menyatakan hal itu lantas kenapa diri ini tidak terima? Malu? Gengsi?

Inilah yang merugikan diri sendiri antara waktu, tenaga dan pikiran.

namun tidak ada yang percuma, pasti ada hikmahnya. Dari kuliah di ITS kudapatkan rasa pengkaderan yang kuat, perjuangan yang pantang menyerah dan masih banyak lagi di luar materi perkuliahan.

Saat ini, hal utama yang perlu kubereskan selain innerchild juga membereskan semua hal yang telah membelenggu di pikiran. Semangat Nik, semangat semua. Selalu ada hikmah di setiap peristiwa 🙂

Sangat bersyukur di posisi sekarang, artinya Allah memang memberikan rencana terbaik-Nya untukku. yakin 🙂 selalu yakin pada keputusan-Nya 🙂

1 thought on “Menoleh ke Belakang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *