EDUKASI

Menolong Agama Allah

Ada yang ‘nagih’ tulisan ini, katanya “kenapa abis ikut kajian gak bagi-bagi ilmunya?” waduh ! iya deh saya share di blog aja, supaya terdokumentasikan dan lebih bermanfaat.

Jadi.. saya ikut kajian tanggal 10 Maret 2018 lalu yang diisi oleh ust. DR. M. Taufik Q. Hulaimi, Lc, MA, M.Ed. Beliau adalah Pakar ushul FIQH, muridnya Sayyid Sabiq. Alhamdulillah saya bisa menyaksikan dan menyimak secara langsung saat itu, dimana kita sebagai muslim wajib belajar dan mengenal agama ini. Terutama terkait FIQH.

FIQH adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Allah SWT.

Nah~ karena kita berislam bukan sebab pencarian (sebagaimana para muallaf) melainkan bawaan dari bayi so wajar aja jika banyak muslim yang tidak memahami islam (tidak berperilaku sesuai ajaran islam). Bisa jadi karena kurangnya pengetahuan dan ilmu. Adapun yang belajar sampai tinggiiii banget namun juga ada yang tergelincir pada bisikan setan (sombong, ujub, sok, dll) dan godaan dunia (uang, jabatan) itu adalah urusan mereka dengan dirinya sendiri. Klik disini (tentang sikap sombong).

Lantas gimana supaya kita nggak tereglincir? ya harus cari ilmu dan mengamalkan. Kewajiban kita yang masih awam ini hanyalah mencari ilmu supaya tidak salah dalam menyimpan pola pikir dan tidak salah dalam beramal. Jangan lupa juga.. senantiasa berdoa semoga Allah berikan karunia pada diri kita agar terhindar dari bisikan syetan yang durjana. Kalo kondisinya sulit mengamalkan? ya minimal dalam hati. Dan itu selemah-lemahnya iman. Mengikuti ijtihad para ulama juga merupakan bentuk ikhtiar kita.

Topik yang disampaikan oleh beliau cukup menarik yakni “Menolong Agama Allah”.

Beliau memaparkan dari Alquran Surat Al-Baqarah dua ayat terakhir yang salah satu artinya adalah sebagai berikut..

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Sejak jaman Nabi Adam hingga kini, semua manusia di muka bumi ini pasti pernah merasakan sakit. Baik sakit hati, sakit fisik bahkan sakit secara spiritual (ruhiyah lemah). Apa tanda-tanda jika yang sakit adalah ruh? salah satunya adalah membenci bacaan Alqur’an, Naudzubillah… sebab yang membenci Alqur’an hanyalah setan dan para pengikut iblis.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada cerita menarik dari ibu saya, dulu ibu saya adalah TKW di Malaysia. Saat di penampungan (tempat magang/pelatihan) dikumpulkan di penampungan yang menyeramkan. Bekas kuburan, hampir setiap hari ada yang kesurupan. Dan selalu sembuh dengan bacaan Al-qur’an. Termasuk yang non-muslim juga baru bisa ditangani dan tenang setelah dibacakan ALqur’an saat kesurupan ūüôā

Bagi yang sedang sedih, membaca alqur’an semacam obat hati apalagi ditambah dengan membaca artinya. Termasuk orang yang depresi. Kemarin sempat ada yang debat masalah depresi di media sosial, katanya itu adalah penyakit bukan karena kondisi ruhiyah turun. Ya, saya sepakat depresi adalah penyakit.

Depresi adalah penyakit mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang intens. Anda juga mungkin merasa tak berdaya, putus asa, dan tidak berharga. … Anda harus ingat bahwa depresi dapat diobati dan banyak orang yang merasa lebih baik setelah menjalani pengobatan. Apa penyebab depresi? Tidak ada penyebab pasti dari depresi. Hal ini biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai faktor. Banyak faktor yang dapat memicu depresi, termasuk genetika, biologi dan kimia otak, dan peristiwa kehidupan seperti trauma, kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang gagal, pengalaman anak usia dini, atau situasi stres. (sumber : hallosehat.com).

Kalau menurut psikolog yang saya kenal, depresi bisa disembuhkan dengan cara membuka kembali makna tujuan hidup, melihat kelebihan diri, potensi diri dan membuat target.

Nah kembali kepada makna rasa sakit. Didalam hadist Rasulullah pernah menyampaikan bahwa ada 2 rasa sakit yang gak bakal pernah bisa dihindari oleh manusia, dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman bumi ini. Apakah ituuu? yakni sakitnya saat sakaratul maut dan rasa sakit ketika dihimpit oleh kuburan (didalam liang lahat).

Ih ngeri ya, membayangkannya aja sangat menegangkan. Bahkan saking sakitnya, orang yang naza’ (sakaratul maut) tidak mampu berkata-kata, berteriakpun tidak mampu, saking sakitnya ruh mau keluar dari kerongkongan. Kalo sakit keiris pisau yang terasa hanya urat-urat, sedangkan ruh yang ditarik luar biasa pasti lebih dalam lagi. Oleh sebab itulah saking sayangnya Rasulullah Muhammad pada kita umatnya, saat beliau naza’ meminta pada Allah agar semua rasa sakit sakaratul maut ditimpakan pada beliau, jangan pada umatnya (kita). Beliau bahkan berucap ‘ummati..ummati.. ummatii” masih mengkhawatirkan kondisi umatnya sepeninggal beliau. *) tetiba meleleh hati ini, ya Rasulullah.. T_T

Kabar baiknya, dua hal rasa sakit itu tidak akan pernah dirasakan oleh para syuhada. Siapakah syuhada? yakni orang yang mati syahid, Orang yang syahid saat sakaratul maut justru tersenyum dan merasakan rasa nikmat.

Lha, apakah syahid ini hanya diperuntukkan pada orang yang mati di medan perang pertempuran?

Ternyata tidak.

Orang yang mati syahid adalah orang orang yang menjadi penerus risalah Rasulullah Muhammad, yakni uswatun hasanah. Maknanya adalah menolong agama Allah.

Seperti apakah menolong agama Allah itu?

Yakni dengan cara tidak merobohkan bangunan islam.

Maksudnya gimana? >> islam runtuh bukan sebab kurangnya orang ‘alim, melainkan banyaknya orang islam itu sendiri yang tidak peduli kepada islam (atau malah menghancurkan dari dalam).

Kuncinya adalah : peduli.

Minimal didalam hati, diatasnya lagi dengan tangan, dan diatasnya lagi adalah dengan pena (tulisan).

 

1 thought on “Menolong Agama Allah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *