KAJIAN ISLAM

Menyambut Ramadhan 2022 dengan Ilmu

Pada tanggal 22 Maret 2022, saya mengikuti kajian singkat melalui akun zoom suami. Ceritanya, suami mengisi webinar tandem dengan Ustadz Wijayanto. Namun dikarenakan betapa padatnya agenda Ustadz, sehingga yang seharusnya Ustadz menyampaikan di awal, bergeser setelah penyampaian materi suami. Sebabnya karena jadwal Ustadz bentrok dan sedang stripping di berbagai stasiun televisi. MasyaaAllah.

Langsung saja, pada materi yang beliau sampaikan. Berikut ini saya rangkumkan.

Penyebab Ibadah Ramadhan Tidak Diterima oleh Allah

Setidaknya ada 3 hal yang Ustadz paparkan.

Pertama, Niat yang salah.

Jika niatnya karena ingin diet, ingin membangun kebiasaan, ingin menghemat pengeluaran, atau niat bisnis (misalnya pesanan jadi ramai), maka ini perlu diluruskan. Luruskan niat, hanya satu. yaitu karena Allah.

Kedua, Kurangnya Persiapan.

Maka, di bulan Sya’ban yang tinggal beberapa hari ini mulailah ‘berlatih’. Siapkan apa-apa yang perlu untuk Ramadhan. Bak menyambut tamu besar, tentu tidak sembarangan.

  1. Siapkan fisik. Mulai rajin berolahraga.
  2. Siapkan mental dan spiritual.
  3. Siapkan ilmu. Ini penting banget. Amal tanpa ilmu, sia-sia.
  4. Maknai Ramadhan dengan benar. Yaitu syahrul qur’an (baca, hafalkan, maknai, amalkan, menyebarluaskan), syahrul ‘ibadah (dengan jaga kesabaran, keikhlasan), syahrut taubah, syahrul hijrah (setelah puasa menjadi pribadi lebih baik), syahrut tarbiyah (mendidik diri, memahami agama, mempersiapkan harta untuk sedekah, dst)

Ketiga, tidak menyempurnakan ‘tiga saudara kandung’.

Apa itu 3 saudara kandung?

  1. sholat.
  2. zakat.
  3. berbakti pada kedua orangtua.

Pertanyaan Seputar Puasa

  • Amalan untuk wanita di bulan Ramadan, dimana wanita tersebut berhalangan puasa (haidh, nifas, sakit)?
    Ustadz Menjawab : Masih banyak yang bisa dikerjakan, seperti bersedekah memberi makan orang yang berpuasa. Bisa berzikir, mengkaji agama, dst.
  • Cara mengajak anak berpuasa, bagaimana Ustadz?
    Ustadz Menjawab : Pastikan ciptakan suasana yang memang menandakan bulan Ramadhan, misalnya tidak mengeluarkan makanan di waktu-waktu sebelum berbuka, sambut Ramadhan bersama, dll. Pastikan juga bertahap, tidak sekaligus. Misalnya dari puasa tengah hari, tujuannya mengajarkan anak untuk menahan diri, jika sudha kuat bisa full hingga maghrib. Pastikan juga bareng-bareng, misalnya saat sahur, berbuka semua dilakukan bersama, tidak sendiri-sendiri. Pastikan juga paham ilmunya, ajarkan pada anak, bisa melalui buku, cerita, dst. Dan tentunya, pastikan Anda sebagai orangtua mendoakan anak. Karena doa memiliki kekuatan yang tinggi di sisi Allah. Wallahu’alam.

Demikian kajian singkatnya, mudah-mudahan kita bisa berjumpa dengan bulan nan Mulia ya. Marhaban yaa Ramadhan….

Tinggalkan Balasan