BEROPINI

Merdeka Clutter, Merdeka yang Tak Sederhana

Tepat di hari istimewa ini, 17 Agustus 2022. Indonesia merdeka. Dirgahayu Republik Indonesia ke- 77 tahun ya. Semoga Indonesia ini menjadi negara yang kuat, adil, makmur dan diberkahi serta diridhoi Allah SWT.

Dalam momen ini, saya ingin menyampaikan pesan pada anak-anak di rumah.

“Nak, merdeka itu tak sederhana.”

Ya. Tentu saja, banyak orang melakukan euforia di hari merdeka nan istimewa ini. Tentu sah-sah saja, setahun sekali. Aneka perlombaan seru yang dinanti. Namun, apa esensi dari sifat merdeka itu sendiri?

Saya sendiri pun masih harus banyak belajar. Dari sejarah yang nyata konkrit adanya. Termaktub pada kitab yang nyata. Al-Qur’an yang mulia.

Kisah Nabi Musa Memerdekakan Bani Israil

Banyak kisah, perbudakan semena-mena. Namun, para nabi membebaskannya. Sebutlah Nabi Musa, membebaskan para Bani Israil yang menjadi budak di negeri Mesir pada masanya. Kemudian mengajak hijrah ke Negeri Palestina. Sayangnya, mereka takut masuk kedalamnya. Alasannya adaaaa aja. Malah menyuruh Nabi Musa masuk kedalam sendirian tanpanya. Kaum apakah ini, sungguh tak tahu terima kasih.

Bani Israil ini, mereka takut-takut menghadapi segala sesuatu yang tak nyaman. Di zaman Rasulullah, orang-orang ini, selalu begini.

Sisa kaum Bani Israil suka bikin geli. Kurang seru peperangan melawan mereka, karena dikepung sebentar aja, udah nyerah. Biasanya berani melawan dibalik tembok-tembok dan seragam yang full kokoh. Hanya modal dikepung udah ciut nyalinya, gak ada sebulan, nyerah. (dalam al-hasyr, surat yang artinya pengusiran, cerita diusirnya kaum ini dengan pengepungan. Ya, itu kunci mengalahkan mereka).

Itulah kenapa kaumnya ini sangat takut jika umat Islam bersatu.
Oia, kalau bicara peperangan, dalam Islam, tak boleh menyerang jika tak diserang. Setiap penaklukan negeri, selalu berjalan damai. Kecuali jika dikhianati & diperangi.

Kemerdekaan Republik Indonesia

Dalam sejarah Indonesia merdeka pun demikian. Para mujahid dari ulama dan santri, bertumpahan darah melawan penjajah yang tak masuk akal senjatanya. Gak Apple to Apple.

Jikalau tanpa pertolongan Allah, mustahil bisa merdeka ini negeri. Pendiri bangsa, juga para ulama, menyusun pembukaan UUD, berbunyi indah sekali. “Atas berkat Rahmat Allah”

Rahmat, kosakata dalam bahasa Arab. Berarti kasih sayang, kebaikan yang banyak. Betapa sayangnya Allah pada kita. Sehingga kemerdekaan itu, nyata kita genggam bersama.

Merdeka Clutter Untuk Kita Semua

Pada kosa kata ‘clutter’ yang nyaris selalu menempel untuk rasa, kondisi, sesuatu yang tak nyaman dan berantakan. Saya hanya berhuznuzon, bahwa merdeka clutter di dunia ini, mustahil. Sebab, rasa tak nyaman dan kondisi tak diinginkan terkadang menyertai untuk menguji diri. Dunia ini, memang diciptakan untuk kita, bagaimana diri ini bersikap terhadap rasa (tak nyaman yang menerpa). Apakah mendekatkan diri padaNya atau sebaliknya. Tentu dengan iman, semua akan terasa lebih dimudahkan.

Untuk mengatasi clutter itu, wajib kita kurangi. Decluttering. Ibarat dosa, perlu dihapus, sedikit demi sedikit hingga pada akhirnya bisa kembali bersih, suci. Mudah-mudahan kelak kita kembali kepada sang Pencipta dalam kondisi yang baik, dalam kondisi tenang, mutmainnah. Sebab penduduk surga itu jiwanya tenang semua.

Mulai darimana? tentu, dari dalam diri kita. Hal yang paling tampak, jelas dari berbenah rumah. Bagaimana bisa kita beribadah nyaman, jika rumah atau hunian berantakan tak karuan? So, berbenah ini sebagai sarana saja. Sebab, setelahnya, masih banyak aktivitas yang menanti kita. Mudah-mudahan bernilai pahala.

Pesan Untuk Anakku

Untuk anakku..

Nak, jangan lelah, jangan berhenti. Belajarlah terus tuk membangun negeri ini. Sebab kelak, generasi inilah yang akan menjadi pewaris bumi. Dan ummi disini, berdoa, mudah-mudahan kalian diberikan Allah ilmu dan hikmah. Semoga generasi kalian lebih diridhoi dan diberkahi oleh Allah Ta’ala. Semoga kita mendapat ampunan-Nya, mampu mendapat syafa’at dari kekasihNya (Rasulullah SAW), bisa berkumpul dalam kondisi terbaik, yakni ketika kita menginjakkan kaki di jannah.

*Amiin Allahumma Amiin….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *