DECLUTTERING & ORGANIZING MINIMALIST

Minimalis (Part 4 – Dapur)

Dapur ini banyak polemik jika tidak ditata sesuai kebutuhan. Saya bukanlah orang yang punya hobi masak-memasak. Jadi bisa dipastikan, itu ruangan memang sekedar berfungsi saja, bukan ruang yang sentimental. Suami saya yang mempunyai hobi memasak pun sebisa mungkin selalu menjadikannya ‘seperti semula’ supaya mampu digunakan kembali. Sebab barang di dapur kami memang sedikit.

Perjalanan menuju proses menjadi minimalis bukanlah hal yang singkat, proses ini masih berkaitan erat dengan hidup berkesadaran dan peduli terhadap lingkungan yang mulai kami kuatkan pertengahan 2018 lalu. Mulai dari mengurangi barang yang tidak berguna dan tidak digunakan lagi, memilah sampah dapur hingga menciptakan kondisi rumah yang home steading. Tentu ini bukan hal yang mudah, mengingat kami masih mengoontrak di lahan yang sangat terbatas.

Kondisi dapur juga bukanlah dapur yang ideal, antara tempat kompor, tatakan piring hingga meracik bumbu tidak terukur dengan baik. Bahkan awal kami pindah kesini, aliran air dari tempat cuci piring merembes mengalir ke tatakan kompor (yang posisinya lebih rendah dan tidak ada sekat), sehingga terpaksa kami harus membuat tembok kecil untuk mengatasi hal itu. Pokoknya tidak ideal, tidak aman dan tidak nyaman.

Post blog ini akan saya perbaharui nanti setelah saya punya rumah sendiri, bismillah, semoga desain dapur rumah kami sendiri bisa memberi inspirasi kepada pembaca.

Karena saya berniat ngepost untuk trik minimalis di dapur, maka saya uraikan saja secara blak-blakan apa saja yang saya simpan disana.

  1. Piring, saya hanya punya 6 buah saja, alias setengah lusin. kadang kalau lupa tidak mencucinya, dipastikan saya tidak bisa makan menggunakan piring (sehingga ini menjadi motivasi, selesai makan, langsung cuci). Pernah saya terpaksa makan menggunakan mangkuk kecil, karena piring saya kotor semua.
  2. Piring lebar 1 (tupperwear)
  3. Tupperwear bulat 2 (ukuran mini)
  4. Kotak untuk belanja (vienta 1 set)
  5. Sendok, garpu, 6 buah.
  6. Gelas 6 buah
  7. Cangkir 4 buah
  8. Pisau 2 buah
  9. Wajan 1 (wok)
  10. Panci biasa 2
  11. Panci kukus 1
  12. Panggangan 1
  13. Ikea pruta 1 set (untuk foodprep)
  14. Mangkuk kecil 6 buah
  15. Snack box 2 pcs (tupperwear warna hijau dan ungu)
  16. Mangkuk stainless 3 buah (ukuran berbeda-beda)
  17. Folding for food container (kalau mau kemana-mana bawa ini ada 1 set dengan isi 3 buah ukuran berbeda)
  18. Sedotan stainless 5 buah
  19. Aneka botol minum (tumblr dan tupperwear- kebanyakan dikasih orang selesai ngisi acara-acara, ini jumlahnya fluktuatif jadi belum pasti, beberapa perlu dikurangi)
mangkuk stainless, folding food container (di bawahnya tupperwear bulat), snack box hijau tupperwear dan kotak vienta. Untuk piring yg putih 6 pcs asli totalnya.

Adapun alat elektronik, saya sudah menjual beberapa elektronik yang menurut saya kurang bermanfaat dan jarang digunakan. Yaitu : bread maker, oven listrik dan alat pencetak kue (lupa namanya).

Adapun di rumah, untuk elektronik hanya ini saja.

  1. Blender 1set (digunakan kadang-kadang)
  2. Magicom (ini pun hanya digunakan masak aja, tidak menghangatkan)
  3. Dispenser (tapi tidak menggunakan listrik)
  4. Kulkas (merk daichi, ini sudah rongsok banget aslinya tapi belum kami lepas karena masih dingin. saya dapat dari seorang teman yang ortunya meninggal sudah memakainya lama, awal saya nikah itu kulkas dihibahkan ke suami. tahun 2014 lalu)
kulkas merk daichi
kondisi kulkas selesai masak

Sudah itu saja primernya. Untuk kondisi dapur, jika rumah sudah jadi, saya update karena ini kontrakan beberapa bulan lagi habis.

1 thought on “Minimalis (Part 4 – Dapur)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *