MINIMALIST REVIEW

Minimalist Parenting

Apa yang terlintas di benak teman-teman jika mendengar kata ‘minimalist’?

Sekilas seolah tak punya barang banyak atau punya barang sangat sedikit. Lantas apakah benar demikian? Di satu sisi, minimalis sedang marak akhir-akhir ini sampai saya sendiri ikut menulis sebuah buku yang bertema minimalis juga (coming soon).

Di post blog kali ini saya mau berbagi buku bacaan yang saya dapatkan dari Bentang Pustaka bulan Oktober 2020. Judulnya ‘Minimalist Parenting’. Wah seperti apakah buku ini?

Oia karena buku ini masih dalam masa pre-order, jadi tidak akan saya bahas isinya detail. Akan saya review jika khalayak sudah menerima bukunya nanti ya. Ini menulis untuk merekomendasi aja.

Itu dia bukunya, berwarna putih kombinasi line atau garis bawah dan layout sampingnya berwarna moss green . dari sisi ketebalan menurutku ini buku minimalis yang ‘lumayan gemuk’ tebalnya mungkin dikarenakan ini versi translasi. Karena dari bahasa asli ke dalam bahasa Indonesia biasanya buku akan otomatis mengembang volumenya 1-2x lipat dari buku aslinya.

Minimalist Parenting disusun oleh 2 penulis yang merupakan pengelola blog minimalist parenting dari USA, Christine Koh dan Asha Dornfest pada tahun 2013 lalu (tujuh tahun lalu jika ini tahun 2020). Keduanya memiliki latar belakang yang cukup berbeda sehingga buku ini disuguhkan dalam kondisi yang bervariasi dan menyesuaikan authorsnya.

Kesan pertama saat memegang buku ini, ‘WOW’ tebal sekali, “apakah aku mampu membacanya dengan cepat?”. Hehe. Mengingat buku bacaan tebal yang bisa saya lahap dengan mudah adalah novel atau genre fiksi.

Sneek peaknya bisa teman-teman tonton di youtube ya :

Pro (Kelebihan)

Menurut saya, buku ini cukup oke, karena mencakup banyak hal, tidak hanya berbicara tentang pola asuh minimalis namun juga minimalisme keuangan dan waktu.

Terdiri dari 14 chapter yang memulai dari konsep pendalaman diri sendiri untuk menuju hidup minimalis. Kemudian beralih ke manajemen waktu, ruangan, keuangan, kegiatan dan seterusnya (takut spoiler euy, hehe).

Buku ini cukup berani mendobrak pola pikir seseorang untuk menerima diri apa adanya dan fokus untuk menyederhanakan hidup. Intinya membuat diri para ortu jadi lebih percaya diri dalam menerapkan pola asuh di rumah masing-masing.

Saya suka tulisan pembuka dari Asha di bab pendahuluannya tentang pengasuhan. Bahwa untuk menjadi ortu yang baik yang terpenting adalah senantiasa membuka diri untuk belajar dan bukan selalu tahu jawaban yang benar. Menurut saya, itu sungguh bijak, karena selama ini terkadang kita dituntut oleh lingkungan agar menjadi sosok ortu yang serba bisa, sempurna dan serba tahu. Bahkan untuk hal-hal sederhana sekalipun. Padahal kondisi setiap personal kita jelas berbeda.

Buku ini ditutup dengan self care, yaitu bagaimana kita, sebagai ortu sangat penting untuk merawat diri agar tubuh dan pikiran kita tetap fresh, bugar dan sehat.

Cons (Kekurangan)

Beberapa hal dari dalam buku ini cukup relevan, beberapa yang lain sepertinya sudah perlu diupdate (menurut saya) mengingat ini bukunya sudah lama juga. Selain itu, kelemahan buku-buku luar memang terkait dengan budaya, kebiasaan yang berbeda dengan Negara kita sehingga ada part-part yang tidak bisa kita telan mentah begitu saja. Tetap perlu filtering ya (apapun itu bukunya).

Untuk ukuran buku minimalis, buku ini rekor banget, ketebalannya. Menurut saya kurang simple dari sisi bobotnya.

Buku ini hanya mencakup dan ditujukan untuk ortu yang memiliki anak rentang usia 0-12 tahun sehingga seandainya anak kita di atas usia itu, perlu mencari referensi parenting yang lain.

Karena ini buku translasi, mungkin sengaja dikunci sisi tata bahasanya, sengaja dibiarkan kaku untuk menjaga keontetikannya. Namun saya pribadi lebih nyaman membaca buku non-fiksi dengan bahasa yang cair dan luwes, atau versi asli -jika buku-buku impor.

Oia karena bukunya lumayan tebal, saran saya dicicil aja, cek setiap chapter. Sehingga untuk teman-teman yang tidak terbiasa membaca buku setebal ini tidak bisa sekaligus beres dalam sekali duduk, mungkin jadi tidak tuntas dan bisa ngantuk ini bawaannya jika dipaksa langsung tuntas, hehe.

Oke sekian dulu reviewnya, buat yang penasaran bisa langsung beli di mizanstore atau Bentang Pustaka ya.

1 thought on “Minimalist Parenting”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *