DAILY

My Hexa House – Bunda Produktif Batch 2

Welcome September !

Walau posting blognya udah telat sepekan, enggak apa-apa ya?

Ada yang baru dari bulan ini, salah satunya saya memulai perkuliahan online di Institut Ibu Profesional tahap Bunda Produktif angkatan kedua. Seusai 6-7 bulan bergelut di kelas Bunda Cekatan, setelah lulus bulan Agustus kemarin, saya langsung mendaftar Bunda Produktif dengan tujuan untuk meneruskan apa-apa yang sudah saya mulai di Bunda Cekatan.

Berbeda dari tahap sebelumnya, visualisasi proses dari telur, ulat, kepompong hingga menjadi kupu-kupu dalam hutan kupu cekatan. Kali ini, saya memasuki kota virtual yang disebut ‘Hexagon City’. Kota produktif yang berisi para perempuan yang ingin berkarya serta mengasah kemampuannya serta membangun kota impian. Dalam fokus awal mendaftar, saya hendak meneruskan produktifitas saya sebagai penulis di bidang (passion) kepenulisan yang sempat kurang optimal sejak pandemi dan di kelas Buncek lalu.

Awal masuk, saya mendapatkan julukan ‘as hexagonia’ sebagaimana para penduduk kota virtual hexagon city lainnya. Mendapatkan KTH (kartu tanda hexagonia) serta sebidang tanah virtual untuk membangun rumah impian. Di sini, fokus pada diri sendiri. Saya membayangkan jika diberi sepetak tanah untuk membangun rumah (hexa-house). Dari sana, saya berpikir akan menggunakan rumah tersebut hanya untuk mengasah produktifitas pribadi. Ibarat tinggal dalam kota yang nyata, selain punya rumah untuk berkeluarga di kehidupan nyata, saya bayangkan hexa house ini seperti house production atau bisa juga sebagai rumah pribadi.

Tahapan Merancang Denah Hexa-House

Desain awal begitu sederhana, saya hanya memikirkan tujuan pembangunan, aktifitas serta kelompok kepentingan. Saya berharap yang menjadi sentral adalah ibadah, maka saya bayangkan ibadah itu berada di tengah rumah sebagai pusatnya. Kemudian membagi ruangan berdasar kebutuhan serta aktifitas saya di sana. Seperti ruang beristirahat, membaca dan riset, menerima tamu, menyendiri dalam batcave untuk menulis, serta exercise dan dapur.

Dikarenakan hanya 166,272 meter persegi, dimana saya hitung tidak terlalu luas (kurleb seukuran rumah saat ini) dimana jika terlalu banyak ruang, akan sempit dan kurang lapang. Sebagai gambaran, saya corat-coret desainnya mengikuti titik hexagon menggunakan paint yang sudah default di laptop.

Kemudian saya bagi lebih detail menggunakan aplikasi canva dengan menambahkan bekgron dari kelas. Mulai saya isi lebih jelas detail tujuan masing-masing ruangan.

Terakhir, saya tambahkan gambar dari elements canva untuk memudahkan visual saat mata memandang. Dikarenakan saya penganut minimalisme, semua ruangan hanya saya isi barang esensial dan tidak terlalu banyak. Untuk warna, saya sesuaikan dengan warna latar belakang frame hexagon.

Keterangan Denah Hexa-House

Dari depan, pintu masuk (tanda panah) ke arah kanan.

  1. Living Room : untuk menerima tamu, disain minimalis, hanya saya sediakan sofa dan karpet. Tujuannya bisa duduk di bawah, leyeh-leyeh sambil menikmati sajian kue dan teh bersama-sama.
  2. Kitchen : berisi pantry, kulkas, meja makan, kursi makan serta peralatan memasak. Ruangan ini kompartemen nutrisi untuk memenuhi energi fisik dari sisi nutrisi makanan.
  3. Exercise room : untuk berolahraga ringan didalam rumah, melenturkan tubuh yang lelah sepanjang duduk menulis memproduksi kata.
  4. Batcave : ruangan terfavorit, hanya berisi meja dan kursi serta humidifier. Suasana hening, syahdu, tenang menjadi kebutuhan saya untuk fokus menulis.
  5. Bedroom dan kamar mandi : satu ruangan melepas lelah serta menyegarkan badan. Tak terlalu banyak barang, hanya berisi pakaian yang esensial. Idealnya, saya desain agak masuk kedalam, menyisakan balkon di depan kamar untuk menjemur pakaian.
  6. Research room & Library : pusat dari proses riset sebelum menuju batcave. Tidak hanya berupa buku fisik, di sini saya sediakan wifi super kuat untuk aktifitas searching, googling & zoom meeting . Perlu menambahkan sebuah layar untuk menonton juga.
  7. Prayer room (di tengah-tengah) : pusat dari segala aktifitas, tempat berjeda, tempat mengisi baterai jiwa. Sengaja didesain di tengah, didalamnya terdapat tempat wudu dan toilet mini, supaya para tamu tak perlu masuk kedalam kamar tidur jika hendak berkebutuhan ke kamar mandi.

Demikianlah rumah impian berbentuk heksagonal saya. Sampai jumpa di perjalanan dalam kota ‘hexagon city’ berikutnya. Daaghhh~

1 thought on “My Hexa House – Bunda Produktif Batch 2”

Tinggalkan Balasan