DAILY

Nasib Bacaan Mangkrak

Hari ini, entah kenapa terasa begitu penuh dan tergesa. Dari pagi buru-buru bergegas ke acara kids club. Pulang siang dan langsung shalat. Kemudian sorenya memasak hingga Maghrib. Dan kini, terpekur di sini memandangi jadwal yang acakadut tak menentu.

Secercah jajaran buku yang mangkrak kini menjadi fokusku. Entahlah, sudah dari 2020 lalu, belum juga aku tamatkan itu baca novel series Supernova. Padahal, sebelum rasa mangkrak mendera, biasanya saya bisa melahap sebuah novel ribuan halaman hanya dalam kurun waktu dua hari. Kini? nol.

Tidak hanya buku fisik, ebook juga senasib. Padahal ada puluhan buku didalamnya yang belum selesai terbaca.

Kalau boleh mengevaluasi dan memberi kesimpulan, kenapa dulu saya begitu mudah membaca belasan buku dalam beberapa pekan, sementara saat ini, untuk bisa berjalan sebagaimana mestinya -antara hobi, passion dan profesion, kok ya bingung cara menyisipkannya.

Waktu yang randomize

Beberapa hal yang menjadi kendala diantaranya (bisa jadi) efek fleksibilitas dan fluktuatifnya agenda. Ya, jika zaman kuliah sudah jelas ritmenya, zaman jadi ibu rumahtangga tentu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Itulah kenapa per Januari lalu, aku mencoba belajar lagi dan lagi mengatur waktu.

Abstract Clutter

Rumah udah rapi dan nyaman tapi masih ada yang ruwet didalam pikiran. Sebenarnya mudah saja, jika sudah tahu ritme dan arah biasanya sudah terbebas dari mental dan emotional clutter. Hanya saja, kini pun pelajaran dan praktikalnya masih berproses.

Baca buku Karena perlu

Dulu, kubaca buku karena suka, seru dan ada yang terbaru. Kini, boro-boro yang terbaru, buku lawas aja masih ada yang belum rampung sebab skala prioritas, tak merasa perlu dan butuh.

Karena agenda random, buku yang kubaca saat ini adalah buku yang mendadak dan mendesak penting untuk disegerakan. Dan… Kebanyakan non-fiksi.

Bermedia sosial

Tak ada yang salah sih dengan medsos, hanya keasyikan scrolling kadang jadi lupa tujuan awal. Itulah kenapa saat membuka hape, jangan lupa berdoa. Agar tak salah tujuan dan terhindar dari wasting time. ini pun masih terus belajar untuk mempraktikkan.

Distracttions

Well, beberapa buku kadang kutumpuk karena merasa ada buku lain yang seru dan perlu. Saat sudha dibaca, berulang lagi muncul hal yang serupa. Efeknya, tak tamat juga dari buku yang dipegang, setengah-setengah jadinya. So, focused!

Aktifitas Lain penuh dan menyita waktu

Itulah kenapa kumulai mengurangi amanah di beberapa tempat, karena itu tadi, lelaaah jika dipaksa eksis dimana-mana. Bahkan ada kalanya aku perlu privacy, tak mau menengok gadget sama sekali. Kadang juga hanya membaca sosmed, tanpa perlu berinteraksi. Itulah kenapa sejak algoritma medsos berubah, status dan post feeds punyaku, tak lagi muncul karena kurangnya interaksi.

Ya, itulah alasan kenapa buku bacaan mangkrak. Selamat malam.

Tinggalkan Balasan