DAILY EDUKASI

Ngomongin ‘Worry’

Akhir-akhir ini, dari 5 jenis emosi di magic finger, saya merasa terlalu banyak worry. Entahlah, ini bikin diri pribadi jadi kurang produktif, banyak takut, sehingga tak mau mengambil resiko. ‘Penyakit’ ini cukup meresahkan.

Oia, bagi yang belum tahu magic finger, ini dia penjelasannya.

Nah, Alhamdulillahnya, setelah belajar beberapa hal, termasuk menelisik kedalam diri, saya mendapat pelatihan dari the mental unload terkait mengatasi perasaan anxiety (termasuk worry didalamnya).

Perasaan Khawatir adalah Hal yang Natural

Khawatir adalah bagian alami dari kondisi manusia. Ini secara historis, jelas memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup kita dan membantu kita mengatasi banyak tantangan yang kita hadapi saat ini. Misalnya kita menjadi lebih berhati-hati karena perasaan worry ini.

Di saat yang sama, rasa kekhawatiran yang terlalu intens, terlalu sering, dan terlalu banyak, tak henti-hentinya pasti bisa mengurangi kebahagiaan dan kenikmatan hidup kita. Dan kita semua pasti mengalami kekhawatiran entah sering ataupun tidak disadari. Terutama di masa pandemi ini. Kita tahu perasaan gelisah itu pertanda ada sesuatu yang salah. Tapi apa sebenarnya ‘dibalik’ rasa worry itu dan mengapa kita khawatir?

Rasa worry atau khawatir, jelas bukan emosi yang menyenangkan, tetapi sebenarnya merupakan emosi esensial, normal, dan naluriah yang telah tertanam dalam diri manusia, untuk membantu kita bertahan hidup sejak kita bangkit. Kita khawatir tentang sesuatu karena kita melihatnya sebagai ancaman bagi keberadaan kita dan kekhawatiran menyebabkan kita fokus padanya dan melindungi diri kita dari ancaman itu.

Worry yang ‘Tidak Sehat’

Kekhawatiran yang tidak sehat – ketika melampaui kekhawatiran biasa dan menurunkan motivasi yang membuat kita sengsara – adalah emosi kompleks yang tidak mudah untuk dibungkus. Ini melibatkan pemikiran negatif dan obsesif, keraguan, kecemasan fisik, dan ketakutan.

Jenis kekhawatiran ini sebenarnya merupakan gejala dari masalah lain yang menjadi masalah tersendiri.

Kekhawatiran tidak sehat berasal dari beban emosional yang diperoleh sebagai manusia dan keyakinan yang dalam serta seringkali tidak disadari. Misalnya insecure, perfeksionis, pesimisme, social comparasion, need to control, toleransi rendah terhadap stress dsb.

Cara Mengetahui Diri ‘Worry’ yang Tidak Sehat

Dilansir dari website psychology today, caranya dengan menanyakan langsung ke diri sendiri :

Apakah Anda mengkhawatirkan hal-hal yang tidak nyata atau ancaman langsung?
Apakah Anda lebih (banyak) cemas dibandingkan rileks?
Apakah Anda lebih tidak bahagia daripada bahagia?
Apakah Anda sulit menikmati diri sendiri karena terlalu khawatir?
Apakah Anda tidak mau mengambil risiko yang wajar?
Apakah kekhawatiran Anda mengganggu aktivitas normal Anda?

Jika jawabannya tidak, berarti masih dalam tahap ‘Worry yang sehat’. Sebaliknya, jika iya, maka itu rasa cemas yang tak lagi sehat (an unhealthy worrier).

Cara Mengatasi

Strategi terbaik adalah dengan mengalihkan perhatian kita pada sesuatu hal yang terbaik yang bisa menjauhkan diri dari rasa khawatir. Misalnya dengan membaca buku, menonton film, bergaul dengan teman, berolahraga, atau apa pun yang bisa dikerjakan, sebab jika kita fokus pada aktivitas lain, kekhawatiran atau rasa cemas kita akan berkurang. Lebih baik lagi, jika kita dapat melakukan hal-hal yang menghasilkan pengalaman emosional yang berlawanan dengan kekhawatiran itu sendiri, yaitu, apa pun yang membuat kita merasa positif, bahagia, bersemangat, atau rileks. Walau hal ini bukan hal yang satu-satunya sebagai obat, tetapi jika dilakukan akan dapat memberikan kita kelonggaran yang bermanfaat dan cukup melegakan.

Atau coba cek vidio ini.

Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan