IBU PROFESIONAL KELAS MATRIKULASI

#NHW3- Matrik- Letter of Love to my Husband

Untuk : Aang Hudaya

Dari : Khoirun Nikmah

Dear Aang Hudaya..

Surat ini agak berbeda dari biasa yang kutuliskan padamu, sebab surat ini kutuliskan  tepat dimana aku selesai, beres cleansing dari masa lalu. jadi energi negatif yang dulu itu sudah pergi jauh dari kelopak mataku.. tidak lagi memandang sesuatu secara subyektif ke dirimu, apalagi saat menyadari bahwa kaulah suami terbaikku 😁

Dear my Aang Hudaya..

Masih ingat nggak pertama kali kita kenal? agak lucu ya, sebenarnya yang menyukai Mas pertama kali adalah teman kita. Tapi entah bagaimana Mas bisa memilihku menjadi pendamping hidup (bukan karena aku anak tunggal dan perlu dikasihani kan? sementra dirimu punya 7 kakak dan 7 adik. hahahaha 😂).

Waktu itu aku mengenalmu dari salah satu rangers Nusantara, geng aku. Masih ingatkah 4 ikhwan dan 4akhwat dari UI,  ITB, Unand, Undip, ITS dan Unhas? yang memiliki program saling curhat walaupun (katanya) ikhwan dan akhwat gak boleh bersahabat tapi nyatanya kami kompak dalam hal apapun termasuk ngobrolin banyak hal tentang masa depan 😂 (via media sosial).

Jodohku bukan pada anggota rangers mas, tapi justru monster 😂 (sebutan pada orang di luar geng kami) dan salah satunya monster itu adalah kamu.. Aang Hudaya.. hhhaha.

Ya masih ingat kan bahwa ‘kakak pendamping asrama’ adalah jabatan terbaikmu kala itu.. membina adik adik angkatan yang luar biasa. walaupun kita berbeda beda kampus.

Dear Aang Hudaya..

Begitu banyak kesalahanku di awal padamu, aku meminta maaf. Semoga Allah mengampuniku. aku yang dulu sangat egois, mudah marah, emosional dan sakkarepe dewe (semau sendiri) membuatmu berpikir keras bagaimana menanganiku, bersikap padaku, istrimu ini. Istri yang pada saat itu masih terjerat dalam jiwa masa kecilnya.

Kini, seiring waktu berjalan aku menyadari banyak hal bahwa memang dirimulah sosok yang terbaik yang Allah kirimkan untukku.

Dulu, diriku adalah sosok yang pernah membenci lelaki, membenci ayah dan membenci kehidupan. Namun dirimu tetap sabar dan selalu sabar membimbingku hingga semua potensiku, kelebihanku, bakatku, hobiku, mampu aku optimalkan.

Seandainya aku beristrikan sosok temanku yang berprofesi dokter itu- di masa lalu yang pernah kuceritakan- mungkin tidak akan ada Nikmah yang sehat dan dikenal seperti saat ini. *lap air mata 😭

Dear Aang Hudaya..

Sejak awal aku berjumpa dan kini aku mengetahuimu, mengenalmu aku jadi tau alasan kenapa banyak wanita dulu menyukaimu. Sebab kau memaang istimewa..

Mana ada laki laki yang mau setiap hari di pagi harinya melakukan tugas yang seharusnya kulakukan. Memasak, mencuci dan mengepel rumah. Dengan dalih supaya aku bisa optimal fokus mendidik anak.

Kemarin, saat dirimu memaparkan morning routinmu di AQL Ust. Bachtiar Nasir di depan peserta pra nikah bahwa dirimu bersyukur memiliki istri dengan job di rumah yang banyak sehingga dirimu handle semua domestik di pagi hari. Rasanya aku malu, tapi aku bangga. Betapa laki laki sepertimu memang langka.

*lap air mata lagi

Dear suamiku..

Masih ingatkah hasil test kepribadian kita?  kita adalah pasangan ideal walaupun posisi kepribadian tersebut terbalik. Seharusnya aku yang feeling  yang damai, yang penuh rasa.. namun ternyata itu ada pada posisimu. Inilah yang membuatku semakin bersemangat belajar.

Suamiku, aku heran kenapa anak kita sangat dekat denganmu. Konon, orang bilang seharusnya anak laki laki dekat dengan ibunya. Argh.. aku memang harus banyak belajar supaya bisa sedekat itu dengan anak. Seperti dirimu saat tertawa lepas bersama Syahid dan berlomba saat lomba kompak anak-ayah ketika family gathering akhir 2016 silam. Makasih telah berjuang mendapatkan hadiah hadiah 😂

Terkait hadiah lomba, betapa banyak usahamu tiap tahun. Dari lomba masak, lomba hafalan quran, lomba cerdas cermat, lomba baca buku terbanyak dan kemarin award kinerja karyawan terbaik di kantor. MasyaaAllah.. aku dapat coklat beng beng aja udah senang, apalagi hadiah darimu..

Sedangkan aku? yak, aku hanya mampu ikut lomba menulis. Walaupun tidak sering ikut lomba, tapi Hadiah pertama dariku cukup mengesankan bukan? dari IPB press waktu itu aku lima besar, dapat banyak buku cetak, uang dan tiket ke jungleland awal kita menikah dulu. hahahaha (eh tapi ini aku mulai rajin ikut lomba lagi lho).

Kita memang seangkatan walaupun berbeda usia. Maka jangan heran kadang aku agak kikuk ya sayang.. 😁 secara juga kita beda almamater, beda suku, beda latar belakang.

Untuk anak kita

Muhammad Syahid Al-Fatih. didalamnya terkandung bakat kombinasi diri kita. Saat ini Syahid belum genap 3tahun (masih 2,5tahun) tapi dia bisa ikut berkonMari seperti kita ya, mau ‘memasak’ juga seperti abi dan juga pasti suka baca buku kayak kita. Keputusan tidak ada TV di rumah sejak awal memang sangat efektif. 🤗

Kini aku menyadari, Allah berikan kado istimewa padaku.. Sebgai jawaban semua atas ‘segala penderitaan psikis’ di masa kecilku dengan hadirnya sosok suami dan anak penyejuk hati.

Semoga kita mampu menjadi solusi di keluarga, masyarakat dan Indonesia. Seperti tagline yang kita buat di Komunitas KonMari Ibdonesia “menata diri, menata negeri”. Semoga impian kita bersama tercapai ya sayang….

Terakhir, lihat picture ini

Setiap kisah hidup manusia pasti berbeda. Namun aku menyukai dan membuat favorit bahwa kisah cinta kitalah yang terbaik. Minimal terbaik menurut versi anak dan keturunan kita kelak..🤗

Amiin

Bogor, 7 Februari 2017.

4 thoughts on “#NHW3- Matrik- Letter of Love to my Husband”

  1. Assalamu’alaikum mba. Hari ini tanpa sengaja aku menemukan blogmu yang inspiratif. Alhamdulillah. Salah satu hal yang membuatku membaca tulisanmu yang lain termasuk tulisan ini adalah, masa kecil kita yang sama. Orang tua dan rasa benci pada Bapak. Aku masih berada dalam situasi ini mba. Lalu membaca kisahmu dengan suami, otomatis aku teringat dengan harapan itu di masa depan, aku ingin Allah kirimkan laki-laki ‘seperti itu’. Aamiin.
    Bahagia selalu ya mba bersama keluarga, aamiin.

    Salam kenal dariku. ^^

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *