IBU PROFESIONAL KELAS PRA BUNSAY

#NHW4 PRA BUNSAY – AKTUALISASI DIRI

Halo, berjumpa lagi dengan NHW Pra- BunSay angkatan 5.

Kali ini kita membahas tentang aktualisasi diri. Whaaaaa apakah itu? Bu ibu udah pada tahu kah 🙂

Setelah saya cari maknanya, nemu definisinya dari brainly nih 🙂

Aktualisasi diri adalah ketepatan seseorang di dalam menempatkan dirinya sesuai dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya.

Aktualisasi diri merupakan istilah yang telah digunakan dalam berbagai teori psikologi. Ahli jiwa Abraham Maslow, dalam bukunya Hierarchy of Needs menggunakan istilah aktualisasi diri (self actualization) sebagai kebutuhan dan
pencapaian tertinggi seorang manusia. Uwaaaww ajiib yak, jadi aktualisasi diri ini merupakan kebutuhan, bukan lagi prestise atau gaya-gayaan 🙂

Maslow menemukan bahwa tanpa memandang suku asal-usul seseorang, setiap manusia mengalami tahap-tahap
peningkatan kebutuhan atau pencapaian dalam kehidupannya masing-masing.

Kebutuhan tersebut meliputi:

  • Kebutuhan fisiologis (physiological), meliputi kebutuhan pangan, pakaian, dan tempat tinggal maupun kebutuhan biologis.
  • Kebutuhan keamanan dan keselamatan (safety), meliputi kebutuhan keamanan kerja, kemerdekaan dari rasa takut ataupun tekanan, keamanan dari kejadian atau lingkungan yang mengancam.
  • Kebutuhan rasa memiliki sosial dan kasih sayang (social), meliputi kebutuhan terhadap persahabatan, berkeluarga, berkelompok, dan interaksi.
  • Kebutuhan terhadap penghargaan (esteem), meliputi kebutuhan harga diri, status, martabat, kehormatan, dan penghargaan dari pihak lain.
  • Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization), meliputi kebutuhan memenuhi keberadaan diri (self fulfillment) dengan memaksimumkan penggunaaan kemampuan dan potensi diri

Jadiii kalau dulu, saya di bangku sekolah belajar kebutuhan itu hanya ada 3 ya >> primer, sekunder dan tersier. Menurut Maslow kebutuhan itu ada 5 🙂 dan memang betul ya, apalagi di jaman serba modern ini. Mau nggak mau kita harus tahu siapa, apa, bagaimana, mengapa diri kita melakukan sesuatu itu setiap hari.

Lalu, apa aktualisasi diri saya? mau dikenal oleh orang sebagai apa?

Sebelum saya menjelaskan kenapa dan mau membangun personal branding sebagai apa, saya kulik dulu hasil test talents mapping saya disini (nulis pas kelas matrikulasi).

Pencarian aktualisasi diri paska lulus S1 tidak mudah bagi saya. Dulu saya mengira saya ini serba bisa, serba mampu jika mau belajar. Tentu, itu otomatis sebab setiap orang pasti diberikan jalan OlehNya untuk mencapai apapun berdasarkan akal pikiran/pola pikirnya. Namun tentu tidak optimal jika kita tidak mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Dan alhamdulillah saya mengenali diri dengan test Talents Maping bersama suami di awal tahun 2018 lalu. Tentu tujuannya agar lebih saling memahami, mendukung dan menyadari potensi sehingga berumahtanggapun terasa 4E-nya (enjoy, excellence, easy dan earn).

Hal itu terbukti ketika kami menuangkan uneg-uneg dengan memulai bergotong royong membangun komunitas (waktu itu KonMari- yang pada akhirnya bubar tengah tahun 2018) yang pada akhirnya bernama Gemar Rapi.

Namun. Melihat aktifitas dari Gemar Rapi pun bukan sekadar komunitas kumpul berbenah, kami berlima membangun sebuah metode juga untuk berbenah ala Indonesia. Pun tujuannya juga tidak sekadar rapi barang atau rumahnya namun juga manusianya. Itulah kenapa slogan Gemar Rapi adalah “Menata Diri, Menata Negeri.”

Jadi intinya adalah saya mau membangun branding diri saya sebagai Pendiri sekaligus Konsultan Gemar Rapi 🙂

Oiaaa karena di tugasi ini juga disuruh membuat kartu nama, maka saya lampirkan sekalian disini juga kartu saya 🙂

Berikut kartu nama saya 🙂

Bagian Depan Kartu Nama saya
Bagian belakang kartu nama saya

Kartu nama yang cukup sederhana ini mewakili makna dari Gemar Rapi sebagai gerakan menata negeri dari rumah dan pribadi. Intinya ingin menunjukkan bahwa warna putih pada kartu nama itu adalah bersih (clean, neat) sesuai dengan tujuan Gemar Rapi yang menjadikan berbenah sebagai rasa suka yang berefek bersih, terang. Warna kombinasi hijau dan biru merupakan rasa percaya diri untuk senantiasa menjaga keseimbangan, kesegaran dan stabil (sustain).

Selain sebagai pendiri organisasi ini, saya juga sekaligus sebagai bagian dari tim kurikulum (timnya hanya ada 2 orang sih, hehe. saya dan Ibu Tata 🙂 yang juga bagian dari pendiri).

Kepada akhirnya saya ingin menyampaikan kepada diri saya sendiri bahwa Gemar Rapi adalah branding diri pribadi. Adapun profesi saya sebenarnya adalah seorang penulis, konsultan berbenah dan juga tim kurikulum metode gemar rapi ini 🙂 tugas utama saya adalah memastikan konten dari materi Gemar Rapi bisa dihidangkan sesuai jadwal dan kebutuhan.

Demikian sedikit celoteh saya hari ini tentang Aktualisasi Diri.

*) ini mah panjang kali nik, -_- eh tapi nggak panjang banget- dibandingkan NHW sebelumnya 🙂 namun jika mau baca tautan talents maping saya diatas yaaa emang panjang banget 🙂

Mau dikenal sebagai apa? Ya, saya sebagai bagian pembangun Gemar Rapi 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *