IBU PROFESIONAL KELAS MATRIKULASI

#NHW7 -Matrik Talents Mapping

Tugas yang semakin memuncak kali ini saya akan menuliskan NHW 7 yakni sebuah topik yang mungkin masih banyak yang belum mengetahui …yaitu tentang personality. 🤗📣🎶🎷

Kenapa test personality atau kepribadian ini penting?

Yup! sangat penting karena jika kita gak kenal diri sendiri gimana bisa menentukan karir, profesi, ataupun rencana di masa depan?

Inget kata kata Napoleon Hill, “orang sukses adalah orang yang mau bekerja lebih banyak daripada yang seharusnya dia kerjakan”

Nah mau mengerjakan aktifitas atau karir apa? jika seseorang nggak ngerti apa yang dia bisa, suka dan mampu. Sebab semua itu butuh spesifikasi bidang dari potensi diri..

Trus inget juga kata Prof. Toshiko Konishota (University Waseda, Jepang) beliau bilang, “Orang Indonesia jarang dan bahkan tidak pernah berpikir panjang, bukan hanya di kalangan masyarakat, tetapi juga di seluruh lapisan bahkan politisi dan pejabat pemerintah. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia akan sulit bersaing dg cina dan negara2 Asia lainnya”

Menurut saya orang yang sudah mengenal dirinya maka orang ini akan mudah untuk membuat peta hidup pasti. Dan yang pasti akan punya perencanaan dan manajemen diri dan waktu yg baik.

Contoh ibunda Bapak Rudi Habibie, single mom yg bekerja keras membiayai sekolah anak2nya sndiri. Pak Habibie salah satunya. Ibunda sudah tahu potensi besar dari Rudi kecil kala itu. Rudi -habibie adalah sosok yang gemar membaca. dan ibunda beliau sangat mendukung bahkan untuk sekolah di jerman tanpa beasiswa dari indonesia, beliau biaya sndiri. Bunda yang luar biasa… *lap air mata jadi melow. mengingat Pak Habibie kini sedang sakit 😭

Oke, back to topic !

Tools yang bisa kita gunakan kali ini adalah talents Mapping.

Awal mula saya kenal metode ini sejak memiliki anak dan membaca bukunya. Suami saya juga mengenalnya dari kantor dan sempat mengikuti seminar resminya. Tahun lalu kebetulan saya bersama teman-teman di komplek juga mengadakan kegiatan seminar seputar talents mapping ini yang ditujukan kepada adik-adik remaja.

Sebelum mengenal tentang berbagai macam test kepribadian, ketika SD saya sempat bertanya-tanya -walaupun tidak ada yang menjelaskannya secara ilmiah- kenapa setiap orang berbeda wataknya? berbeda cara pandangnya, dan ara memecahkan masalah.

Bahkan lebih spesifik lagi >> saya juga menanyakan kepada diri saya sendiri kenapa bapak-ibu saya selalu berbeda pandangan dan sikap yang menyebabkan keduanya bercerai sehingga kemudian saya diasuh oleh kakek dan nenek dari ibu.

Sejak kecil saya berusaha membaca berbagai buku apapun guna mengetahui banyak hal dari segala sesuatu di sekitar yang tidak mampu dijelaskan oleh mereka yang tidak memiliki kemampuan menjelaskannya. Seperti saat saya bertanya “kenapa manusia bisa marah? prosesnya bagaimana? dll”

Ketika masuk SMP saya mendapatkan mata pelajaran BK (bimbingan konseling) tepat awal materi memaparkan tentang konsep diri. Waktu itu tugasnya disuruh maju ke depan satu per satu menjelaskan siapa diri kita, kekuatan (kelebihan) apa, kekurangan, watak yang bagaimana dll. Tatkala giliran saya maju, saya kebingungan, hahahaha. Namun waktu itu dibantu beberapa teman yang menceritakan bahwa saya adalah anak yang begini dan begitu. Sejak saat itulah saya bertekad untuk mencoba mengenali diri sendiri.

Saat masuk SMA, awal masuk semester dua saya mendapatkan hasil nyata dari proses test bakat yang diadakan oleh sekolah. Waktu itu pihak sekolah bekerjasama dengan beberapa orang psikolog untuk memetakan bakat penjurusan kelas para siswa. Akhirnya saya paham ternyata prosesnya dengan mengisi berbagai lembar buku test dengan waktu yang telah dihitung per detiknya. Hasil menunjukkan kepada saya bahwa saya dapat masuk di IPA maupun IPS. Namun hasil test saya condong kepada jurusan IPA dengan bakat sosial juga. 😅

Terkait watak.

Banyak teman bilang kalau saya adalah orang yang “nggak suka noleh kanan-kiri, lurus aja kayak kuda pakai kacamata” wkwkwk. saya ngga paham maksud mereka. Namun dengan meresapi banyak kejadian, saya mulai ngerti kenapa mereka mengatakan hal itu saat SMA. Lebih sering bekerja dalam sepi, diam dan tidak menyukai sesuatu yang berlebih.

Pertama, saya suka berorganisasi -memimpin majalah sekolah kala itu- dan ketika memimpin nggak suka membuang waktu hanya untuk bersenda gurau. Ya sih sok serius gitu.

Kedua, hampir selalu sekelas remidi fisika hampir selalu saya keluar kelas sendiri karena nilai sempurna tapi sendirian (entahlah saya juga berusaha membocorkan segala trik belajar ke teman-teman tapi endingnya selalu seperti itu). Bahkan teman-teman sudah ikhtiar les ke guru fisika tersebut. Pernah saya mendapat nilan 98, sedangkan semua teman remidi -walaupun konon soal fisika sudah dibocorkan di tempat les- wkwkwkwk~ jadi kalau mereka bilang “kenapa ngga adil? yang les bayar, kami, yang nggak remidi malah nikma?” heuheu.

Ketiga, suka baca buku yang menurut teman-teman ‘ngga wajar’ karena memusingkan. Saya heran juga kenapa saya bisa begitu. saya kira itu normal aja. Saya bisa begitu karena memang di rumah nggak punya TV, hiburan satu-satunya hanya buku. Radio punya tapi dipegang bibi saya, saya nggak dapat memindah channel radio sesuka hati. Padahal ketika teman-teman ke rumah mereka sempat menitikkan air mata, sebab saya baca bukunya di bawah lampu tempel (nggak punya listrik! wkwkwk). Kalau teman-teman ya wajar segala fasilitas memudahkan mereka sehingga jadi nggak suka baca.

Pun saat kuliah, saya lebih banyak bergaul dengan teman-teman yang beda fakultas, beda kampus dan bahkan beda agama. Sebab darisanalah saya bisa banyak belajar.

Saat di kampus, saya juga memanfaatkan fasilitas konsultasi ke psikolog di medical centre. Karena gratis dan menyenangkan. Disanalah saya mengenal istilah cleansing innerchild.

 

Okeh, langsung aja.. saya akan membahas talents mapping.

Tahun lalu saya mencoba yang gratisan di temubakat.com

Kemudian awal tahun 2018 alhamdulillah saya bisa ikut yang berbayar, bersama suami. Kami berdua mencocokkan bersama.

Manusia memang unik, nggak ada yang sama satu sama lain. Maha Besar Allah dengan segala kesempuraan-Nya. Maka betul jika kita semakin mengetahui ciptaanNya, terutama mengenal diri maka kita akan semakin mengenal-Nya dan semakin besar rasa syukur diri kita.

Setiap diri kita unik.

Bagaimana cara mengetahui keunikan, dan apa yang membedakan satu orang dengan oranglain? ya, jawabannya adalah dengan mengenal sifat atau personality. Talents mapping merupakan tools yang membantu diri kita untuk mengetahui personality itu.

Personality adalah cerminan siapa kita sesungguhnya, yang membuat kita unik, memiliki ciri-ciri otentik berupa kelebihan dan kekurangan. -Abah Rama-

Personality dapat dianggap sebagai kumpulan temperamen dan karakter seseorang. Temperamen adalah “bagaimana seseorang merasa”. sedangkan Karakter adalah “bagaimana seseorang mempengaruhi perasaan orang lain”.

Personality yang produktif itulah yang nantinya kita sebut dengan bakat.

Bakat dalam arti luas bisa disebut dengan potensi diri. Seperti sebuah alat, maka didalamnya ada sistem yang sengaja dirancang untuk mendukung kinerja alat tersebut. Maka sama halnya dengan manusia, Allah sudah menciptakan kita dengan sempurna dan sistem (yang berbeda-beda tujuannya) terbaik yang seringkali tidak kita sadari atau bahkan mengabaikannya. Padahal dari potensi spesifik itulah kita bisa menjalani hidup lebih optimal dan maksimal. Misalnya analogi sederhananya adalah seekor kura-kura pandai berenang tidak akan sama dengan burung yang pandai terbang.

Pada talents mapping terdapat 3 asesmen atau cara untuk menemukan potensi bakat dan kekuatan seseorang. Yakni TM, PSS dan ST-30.

TM atau asesmen talents mapping lebih mengali kepada bakat (sifat produktif) seseorang, PSS (personal strength statement) lebih menggali kepada pengakuan kegiatan produktif atau bakat, sedangkan ST-30 adalah strength typology yang menjadi gambaran cara paling cepat mengoptimalkan diri.

Selanjutnya adalah membahas tentang kuadran aktifitas, terdapat 4 kuadran seperti gambar di bawah ini.

Pada kuadran aktifitas dijelaskan sebagai berikut

Kuadran Satu : Kegiatan yang disukai dan produktif
Kuadran Dua : Kegiatan yang disukai tetapi tidak produktif
Kuadran Tiga : Kegiatan yang tidak disukai tetapi produktif
Kuadran Empat : Kegiatan yang tidak disukai dan tidak produktif

inilah keempat kuadran aktifitas yang bisa kita jadikan patokan dalam keseharian. Usahakan memilih aktifitas pada kuadran satu.

Lantas bagaimana supaya bisa menemukan aktifitas yang pas dengan kuadran 1? kuncinya kenali bakat dan kekuatan kita. Supaya nggak rancu maka perlu mengetahui perbedaan bakat dan kekuatan.

BAKAT diartikan sebagai Pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang berulang-ulang, alami dan dapat dimanfaatkan untuk produktivitas. Setiap orang memiliki 7 (tujuh) bakat dominan yang menjadi potensi kekuatan diri.

KEKUATAN diartikan sebagai kegiatan yang disukai (Enjoy), mudah dikuasai (Easy), hasilnya bagus (Excellent) dan bermanfaat (Earn) atau dikenal juga dengan 4E-ACTIVITIES. Dan Sesungguhnya setiap individu memiliki lebih dari satu kekuatan.

Dari hasil talents mapping, saya memiliki bakat : FOCUS, DISCIPLINE, STRATEGIC, MAXIMIZER, SIGNIFICANCE, COMPETITION, COMMAND, BELIEF dan LEARNER.

Dari hasil talents mapping, saya memiliki kekuatan : CONTROLLING, STRATEGIZING, PUBLICIZING, SELLING, INFLUENCING, FINISHING dan MARKETING.

Nahh darisana akan mampu diturunkan aktifitas yang cocok dan sesuai berdasar kuadran saya. Melalui strength cluster map berikut :

Dari asesmen diatas, saya mendapatkan 4 macam kuadran aktifitas saya.

Kuadran Satu : Kegiatan yang disukai dan produktif. Meliputi typewriting, strategizing, housekeeping, filing, organizing dan schedule. Jika disuruh memilih yang paling utama maka saya lebih memilih aktfitas di depan laptop (menulis) dan organize everything.
Kuadran Dua : Kegiatan yang disukai tetapi tidak produktif. Yaitu kegiatan yang bersifat analisis. Saya akui ini saya suka namun sangat lama. Contoh ketika semalam saya berinisiatif membuat analisis dari kelas shokyuu per kelas, saya suka dan fokus namun sangat lama dan melelahkan. Hehehe
Kuadran Tiga : Kegiatan yang tidak disukai tetapi produktif. Berkaitan dengan aktifitas building dan instaling. Ini memang sedang saya lakukan, sangat produktif dan membuat saya puas namun sejatinya saya tidak menyukai aktifitas ini. Jika ada orang yang bisa menggantikan maka lebih baik saya delegasikan saja.

Kuadran Empat : Kegiatan yang tidak disukai dan tidak produktif. Kalo ini banyak bangeetz, yaitu aktifitas yang berkaitan dengan cooking, singing, modelling, beautifying, singing, art, planting (menanam) dan dancing. Pokoknya itu nggak bangetlah, saya emang nggak suka wkwkwk.

Dari hasil test itulah yang menjadi semakin bertambah rasa syukur, makin kenal pasangan dan termasuk dalam membuat keputusan. Salah satunya adalah keputusan kami berdua (suami dan saya) di pagi hari bahwa yang memegang urusan dapur (memasak) adalah suami. Sedangkan saya upgrade diri.

#IbuProfesional

#NHW #7

#IIPB5

5 thoughts on “#NHW7 -Matrik Talents Mapping”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *