DAILY

Potluck 1 : Healthy Cooking Recipes

Memasak adalah kebutuhan harian setiap insan. Saya pribadi mulai ‘aware’ terkait kegiatan memasak, setelah pindahan rumah. Sebelumnya, saya melakukan aktifitas memasak hanya untuk rutinitas, belum mindful (berkesadaran) karena kegiatan memasak bukan kegiatan yang ‘gue banget’.

Dalam rangka memberikan potluck di kelas bunda cekatan, saya pun ingin memberikan hadiah ini kepada saudari saya (tak perlu menyebut namanya ya, privasi) sebagai ‘camilan’ sebelum perjalanan penjelajahan dimulai lagi. Oleh-oleh ini saya olah dari berbagai bahan dengan sepenuh hati. Semoga bermanfaat.

Memasak Sehat, Cepat, Sederhana, Apakah Bisa?

Ngobrolin aktifitas ini, ada beberapa kata kunci yang perlu saya olah, yaitu sehat dan sederhana. Memasak sehat, menurut saya, setidaknya melibatkan 3 komponen :

  1. Alat masaknya.
  2. Cara memasaknya.
  3. Bahan baku yang dimasak.

Tentunya, perlu jam terbang ya, untuk unggul di bidang ini. Namun izinkan saya menuliskan 3 poin utama itu.

Alat masak sehat

Bagaimana cara memilih alat masak yang sehat?

  1. Hindari alat masak anti lengket (non-stick coating cookware).
    Sebenernya ini nih jenis alat masak yang paling populer dan merakyat di Indonesia, wajan anti lengket atau yang sering kita kenal dengan Teflon. Tapi sebaiknya jika mau membeli teflon, coba berpikir berulang lagi untuk menggunakannya karena bahan teflon atau anti lengket ini ketika suhu materialnya sekitar 350 derajat celcius, hanya mampu bertahan dalam 3-5 menit saja, dia akan mengeluarkan 15 jenis gas kimia beracun, termasuk 2 jenis senyawa karsinogenik jika dibiarkan lama. Selain itu, jika tergores sedikit saja, tak akan bisa digunakan lagi karena pelindung (coating)nya sudah terkikis walau satu biji atom.
  2. Hindari bahan alumunium.
    Aluminium termasuk logam yang bersifat reaktif dan beracun Namun kenapa alat masak dengan bahan dasar ini sering digunakan? Ternyata karena dia sangat cepat menghantarkan panas (dan murah). Tapi ia lemah, terutama jika digunakan untuk bahan masakan yang bersifat asam dan asin, ia akan bereaksi dengan aluminium dan berpotensi tinggi masuk ke dalam makanan. 
  3. Aman dengan Stainless steel (tapi yang berkode ya)
    Stainless steel relatif aman, ASALKAN beli yang berkode SUS304 atau 8/10. Kenapa dua kode itu penting? Karena didisain dari sisi material, khusus untuk masak. Dan keunggulan stainless steel, jika tergores, tak masalah. Saya menggunakan SS berkode untuk alat masak di rumah.
  4. Aman dengan Cast Iron
    Biasa disebut dengan besi tuang, ini favorit saya di rumah. Cast iron termasuk barang yang unik dan mudah perawatannya, bisa diperbaharui juga. Ibaratnya ia paripurna dan eksotis, semakin sering diminyaki, digosok dan digunakan semakin cantik dan berkilau. Kelemahannya hanya satu : berat! Bobotnya itu lho, beuuh, wkwkwkwk.
  5. Bahan lainnya yang aman : Kaca, Gerabah, Keramik.
    Namun jangan sampai tertipu dengan harga murah. Karena setiap bahan, memiliki perawatan dan sifat yang berbeda. Kalau di rumah, saya gunakan bahan kaca dan keramik untuk alat makan. Mulai mengurangi plastik.

Cara Masak Sehat

Beberapa metode memasak yang sehat :

  1. Merebus
    Merebus adalah cara yang mudah dan cepat. Kita hanya perlu menambahkan air dan sedikit garam. Namun suhu yang tinggi dan jumlah air yang banyak bisa mengurangi jumlah vitamin larut air dan mineral dalam sayuran sampai 70 persen. Merebus lebih dianjurkan untuk wortel, brokoli, atau zucchini (sayuran mirip mentimun hijau).
  2. Mengukus
    Hampir semua jenis bahan makanan, mulai dari sayuran sampai ikan cocok dikukus. Dengan metode memasak ini rasa asli dan nutrisi makanan tetap terjaga. Merebus dengan sedikit air Merebus dengan sedikit air (poaching) adalah cara yang direkomendasikan untuk makanan seperti ikan, telur, atau buah.
  3. Membakar
    Ini adalah metode pemasakan makanan langsung ke dalam panas atau api dalam waktu singkat. Pembakaran adalah cara yang dianjurkan untuk memasak daging yang dipotong, seperti sate.
  4. Memanggang
    Memanggang adalah cara yang dianjurkan untuk mendapatkan rasa daging yang tetap segar dan empuk. Tetapi beberapa riset menyebutkan cara memasak ini bisa meningkatkan risiko kanker pankreas dan kanker payduara. Memanggang di suhu tinggi akan menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein dalam daging sehingga menghasilkan toksin yang akan merusak keseimbangan antioksidan dalam tubuh. Hal ini diketahui akan memicu diabetes dan penyakit kardiovaskular.
  5. Menumis
    Metode pemasakan ini hanya memerlukan sedikit minyak. Hampir sebagian besar bahan pangan cocok dimasak dengan cara ini.
  6. Menggunakan Microwave (jika ada) karena diyakini menjaga nutrisi sebab makanan matang dengan cepat dan terjaga (suhunya).
  7. Raw- Tidak dimasak
    Pola makan makanan mentah (raw food) sedang populer belakangan ini. Penganut pola makan ini mengklaim cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran tidak akan hilang. Meski begitu beberapa riset menyebut mengasup makanan mentah akan membuat kita kehilangan likopen dalam tomat serta antioksidan dalam wortel atau bayam.

Basic memasak bisa belajar ke Gordon :

Resep Masakan yang Sehat, Cepat dan Mudah

Saya pribadi, biasanya masak apa adanya. yaitu memasak bahan dari kebun rumah, diolah dengan cara yang cepat dan gampang. Namun, jika ingin profesional atau menambah jam terbang, saya sarankan menonton vidio para chef dan juga ahli kesehatan.

Adapun untuk resep Indonesia, saya biasanya masak cepat seperti bikin cah kangkung, sup, sayur bayam, sup ayam, tahu telur dsb. Detilnya bisa klik di resep koki ini.

Bibliography

  1. https://lifestyle.kompas.com/read/2013/02/06/10010235/7.Metode.Memasak.Paling.Sehat.
  2. https://resepkoki.co/21-resep-masak-cepat-untuk-anda-yang-sibuk/
  3. https://resepkoki.id/aneka-jenis-alat-masak-aman-dan-sehat-kah/

1 thought on “Potluck 1 : Healthy Cooking Recipes”

Tinggalkan Balasan