PARENTING READING ALOUD

#ReadAloud : Kisah Tulang Jin

Cerita ini saya dapatkan dari sebuah grup parenting, daripada mubazzir disimpan sendiri, sebaiknya saya bagikan kesini.

Kisah ini untuk mengajarkan kepada anak, terkait mengimani hal yang ghaib. Termasuk makhluk Allah yang bernama ‘jin’.

Selamat membaca dan berkisah ya parents.

T U L A N G

Oleh: Abu Ibrahim HG

Malam itu, Ayah tengah makan ditemani Ibu dan anak-anak. Makan malam yang berlaukkan ayam goreng itu dibarengi dengan percakapan-percakapan ringan.
“Kalau udah makan, Ayah mau ngasih makan jin” kata Ayah.
“Jin itu apa?” tanya anak-anak.
“Jin itu makhluk Allah juga, Sayang, sama seperti manusia, binatang, malaikat, bumi, dan makhluk Allah lainnya.”
“Jin makannya kayak gimana?” tanya anak-anak.
“Kita tidak dapat melihat jin makan, Sayang” jelas Ayah.
“Kenapa?” tanya anak-anak.
“Kakak pernah ngasih minum tumbuhan enggak?” tanya Ayah.
“Pernah” jawab anak-anak.
“Kayak gimana?” tanya Ayah.
“Disiram air” jawab anak-anak.
“Kakak lihat enggak tumbuhan minumnya kayak gimana?” tanya Ayah.
“Airnya tuh masuk ke tanah terus sama akar diminum” jawab anak-anak.
“Kakak lihat enggak akar minumnya kaya gimana?” tanya Ayah.
“Lihat kayak gini nih” lanjut Ayah sambil mengambil segelas air dan meminumnya seolah memvisualkan.
“Enggak” jawab anak-anak.
“Nah.. Jin juga sama, Sayang. Kita tidak dapat melihat jin makan” jelas Ayah.
“Hayooo.. Siapa yang tahu jin makannya apa?” tanya Ayah.
Anak-anak menjawab sedapatnya.
“Jin juga sama seperti manusia, Allah perintahkan untuk menyembah Allah, taat kepada Allah akan mendapati tulang itu penuh dengan daging.”
“Hayooo.. Siapa yang mau ikut ngasih makan jin?” ajak Ayah sambil memisahkan tulang-tulang ayam.

Begitu selesai makan, Ayah dan anak-anak keluar rumah menuju pekarangan sambil membawa piring berisikan tulang-tulang ayam. Lalu, Ayah menaruh tulang-tulang ayam itu di atas tanah.
“Sudah. Nanti sama jinnya dimakan” tutup Ayah.
Ayah mengajak anak-anak kembali masuk rumah.

Keesokan harinya, Ayah mengajak anak-anak untuk melihat tulang-tulang yang tadi malam ditaruh di pekarangan untuk memberi makan jin. Begitu Ayah dan anak-anak sampai di pekarangan, alhamdulillāh, tulang-tulang tersebut sudah tidak ada di tempat. Anak-anak mengabari Ibu terkait ini.

“Udah enggak ada, Bu! Udah dimakan jin!” lapor anak-anak kepada Ibu.
Lalu, Ayah berkata kepada Ibu, “Sebagian orang akan mengira tulang-tulang itu dimakan kucing atau binatang malam lainnya. Akan tetapi, kita harus percaya bahwa jin juga memakan tulang. Kita juga harus berprasangka baik bahwa Allah telah menerima niat kita (memberi makan jin).”


Catatan Kaki :
1) Di antara jin itu ada yang taat dan ada juga yang tidak taat.
Jin yang taat kepada Allah itu makanannya tulang. Tulang ayam, tulang sapi, tulang domba, tulang unta, dan semua tulang hewan yang disembelih atas nama Allah. Meskipun tulang, jin yang Allah berfirman dalam surat Adz-Dzāriyāt ayat 56:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالِْْنْسَ إِلََّّ لِيَ عْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”
2) Allah mengabadikan ucapan jin dalam surat Al-Jinn ayat 11:
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ ق دَدًا
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”
3) Rasulullah bersabda:
أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَ قَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ
قَالَ: فَانْطَلَقَ بِنَا فَأَرَانَا آثَارَهُمْ وَآثَارَ نِيرَانِهِمْ وَسَأَلُوهُ الزَّادَ
فَ قَالَ: لَكُمْ كُلُّ عَظْمٍ ذكُِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ يَ قَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَ رَ مَا يَكُونُ لَحْمًا وَكُلُّ بَ عْرَة عَلَفٌ
لِدَوَابِّكُمْ
“Seorang dai dari kalangan jin mendatangiku lalu aku pergi bersamanya dan aku membacakan Alquran kepada mereka.”
Perawi berkata: Lalu, Rasulullah beranjak pergi bersama kami untuk menunjukkan jejak-jejak bangsa jin dan jejak perapian mereka. Bangsa jin meminta kepada Rasulullah bekal. Maka, Rasulullah bersabda, ”Makanan halal bagi kalian adalah semua tulang yang disebutkan nama Allah ketika disembelih. Ketika tulang itu berada di tangan kalian, maka akan penuh dengan daging. Dan setiap kotoran hewan adalah makanan untuk hewan tunggangan kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim (450).
4) قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَ فَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَ قَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُ رْآنًا عَجَبًا،
يَ هْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّ نَا أَحَدًا، وَأَنَّهُ تَ عَالَى جَدُّ رَبِّ نَا مَا
اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلََّ وَلَدًا
“Katakanlah (hai Muhammad): ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Alquran) lalu mereka berkata: Sesungguhnya, kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami. Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.”
Surat Al-Jinn ayat 1 – 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *