REVIEW

[Review Buku] Finish What You Start

Malam ini sebenarnya ingin menuliskan review buku terkait mastery mindset, sayangnya belum bisa saya tuangkan sekarang. Oleh karena itu, saya review buku yang terbaca pekan ini saja, judulnya ‘Finish What You Start’ karya Peter Hollins.

Sejujurnya, buku ini menjadi reminder diri saya untuk menyelesaikan naskah beberapa judul buku yang mangkrak sejak 2019-2020. Makanya, saya baca buku ini untuk charger diri, semoga setelah ini ada kekuatan dan daya pribadi untuk merampungkan semua. Aamiin.

Langsung aja.

Details

  • Judul Buku : Finish What You Start, the art of following Through, Taking Action, Executing, and Self Discipline
  • Penulis : Peter Hollins
  • Terbit : 13 Agustus 2019
  • Genre : Study guide
  • Penerbit : PublishDrive
  • Bahasa : Inggris
  • Jumlah Halaman : 115

Isi Buku

Daftar Isi buku ini terdiri dari 8 chapter, yaitu membahas tentang :

Chapter 1. Stop Thinking, Just Execute
Chapter 2: Staying Hungry
Chapter 3: Create a Manifesto
Chapter 4: Follow-Through Mindsets
Chapter 5: The Science of Smashing Procrastination
Chapter 6. No Distraction Zone
Chapter 7: Deadly Pitfalls
Chapter 8. Daily Systems for Success

Buku ini mengajarkan pada saya tentang bagaimana mengelola pikiran, self control hingga penjelasan secara saintifik tentang sifat menunda-nunda alias procastination.

Pada chapter satu, membahasa bagaimana cara menindaklanjuti rencana, karena sebagian besar manusia sudah pasti sudah hebat dalam membuat perencanaan, sayangnya kurang mampu menindaklanjutinya (through). Penjelasan dari Hollins cukup bisa dicerna, mengidentifikasikan masalah dengan membuat analogi seperti anatomi tubuh manusia.

Kepala bertindak sebagai fokus. Tulang belakangnya (spine) adalah self-disiplin. Kaki dan tangan bertindak sebagai aksinya (take action). Dan hati sebagai rasa tekun (persistence). Jika ingin menindaklanjuti sesuatu maka seluruh organ itu perlu dilibatkan. Artinya ya kita harus fokus, punya disiplin mandiri, mau bertindak dan memilki jiwa yang tekun.

Beberapa faktor Penghambat Penyelesaian pekerjaan selama ini disebabkan karena tidak mengikuti penindaklanjutan, yakni :

  1. tujuan yang buruk,
  2. menunda-nunda,
  3. memanjakan diri dalam godaan distraksi
  4. manajemen waktu yang buruk

Keempat faktor itu yang menyebabkan pekerjaan tak pernah rampung.

Agar tak tergoda, terutama distraksi, kita disarankan untuk bekerja dan bekerja saja. Lakukan tindakan, jangan peduli di luar itu. Masalahnya hal sederhana terkadang malah menjadi teman pengganggu yang paling andal, katakanlah layar ponsel kita yang membanjiri otak kita dengan bahan kimia yang membuat kita merasa nyaman yang, pada gilirannya,
membuat diri kita terpaku pada ponsel lebih lama.

Tapi tentu saja, kita tidak bisa membebaskan secara 100% dari godaan dunia dan gangguan berbagai bentuk. Lagipula, jika mau mengakui, sebenarnya hal itu bukanlah masalah utama. Masalah utamanya adalah kita kurang memiliki pengetahuan untuk menangani masalah itu dengan benar. Cara yang cukup efektif bisa dicoba adalah dengan menggunakan strategi penghindaran dan penggunaan yang secukupnya (sedang).

Penghalang Psikologis

Penghalang psikologis adalah cara yang tidak kita ikuti karena kita secara tidak sadar melindungi diri kita sendiri.

Penghalang dari sisi psikologis terkait gangguan faktor eksternal juga dibahas di chapter ini. Penghalang psikologis mengacu pada mekanisme internal yang seringkali tidak disadari oleh jiwa kita yang bertindak sebagai penghalang untuk menindaklanjuti suatu project atau pekerjaan. Bak mesin, ia seperti memiliki mekanika khusus. Diantara mekanisme tersebut adalah :

  1. kemalasan dan kurangnya disiplin,
  2. takut dihakimi, ditolak, dan bayangan kegagalan,
  3. perfeksionisme karena merasa tidak aman,
  4. dan kurangnya kesadaran diri.

The art of following through is something that allows you to create the
life that you actually want instead of settling for the life you currently
have.

chapter 1

Dan masih banyak lagi hal yang saya dapatkan dari buku ini.

Pro (kelebihan)

Buku ini cukup lengkap dan membuat saya tersadar akan kesalahan saya selama ini membiarkan project terhenti karena merasa tak perlu ngoyo. Padahal di satu sisi, jika menyelesaikan sejak awal, tak akan menjadi polemik.

Buku ini juga memiliki resume di setiap chapter sehingga memudahkan otak untuk refresh sebelum memasuki chapter baru.

Buku ini cukup tipis sehingga lebih cepat saya baca. Selain itu, ceritanya juga langsung bersinggungan dengan kehidupan nyata, contoh kasusnya relate dengan kehidupan sehari-hari.

Demikian review malam ini, jika nanti ada lagi yang ingin saya masukkan di sini, saya akan tambahkan lagi.

Tinggalkan Balasan