DAILY

Review Buku Mengompos di Rumah itu Mudah

Karena hari ini bertepatan dengan hari peduli sampah Nasional (HPSN) 21 Februari 2021, maka saya ingin membahas tentang dunia pengelolaan sampah secara mandiri di rumah. Berbekal dari suami yang belajar ke Bu Dk. Wardhani tahun 2018 silam, Alhamdulillah lebih dari dua tahun kami tak membuang sampah ke tempat pembuangan akhir lagi.

Nah, buku yang ditulis Bu DK (Bu Dini) sangat cocok untuk diulas di hari spesial ini. Mengompis di rumah itu Mudah.

Detail

  • Judul Buku : Mengompos di rumah itu Mudah
  • Penulis : DK. Wardhani
  • Jumlah halaman : 119
  • Tahun Terbit : Juli 2020
  • Penerbit : HM (Halaman Moeka) Publishing
  • ISBN : 978-602-269-391-8

Review

Jika kita merasa aroma sampah itu tak nyaman, sebenarnya sebab sampahnya dicampur. Padahal 60% sampah yang ditimbun atau ditumpuk begitu saja, mayoritas adalah sampah rumah tangga dan itu adalah sampah organik.

Lalu, apakah mengompos di rumah itu mudah?

Jawabannya ada pada buku ini.

Di sini kita tak ujug-ujug bikin kompos, kita diajak berpikir terlebih dahulu. Masalah sisa organik, proses sebelum mengompos, memahami proses pengomposan, berbagai metode mengompos, panen hingga permasalahan yang sering terjadi ketika kita mengimpor, lengkap dibahas disana. Pada bab terakhir, juga ada pembahasan tentang biopori.

Menariknya buku ini, tidak monoton tulisan, ada ilustrasi yang menguatkan isi tulisan sekaligus menyegarkan mata. Dan takjubnya lagi, saya baru cek bahwa perancang gambarnya adalah Ken, Kenia Dyanti yakni putri dari Bu Dini sendiri. MasyaaAllah. 💕🤗

Buku ini menjelaskan sekaligus mematahkan berbagai mitos yang mengerikan terkait kompos. Misalnya kompos itu berbau, berbelatung, butuh lahan luas dan tidak aman bagi yang sedang hamil. Serta sederet kesalahpahaman terhadap proses mengompos. Sebab proses penguraian merupakan default system’ yang tersedia di alam yang Allah berikan untuk bumi untuk manusia.

Buku ini sifatnya applicable, mudah diaplikasikan. Tidak terlalu tebal, jadi kita bisa lebih cepat bacanya dan lebih cepat mempraktikkan. Karena didukung dengan visual yang tepat serta menarik, buku ini cocok banget untuk kita yang lagi malas membaca tapi perlu praktik.

Sampah yang tercampur adalah pangkal masalah.

hal. 16

Beberapa hal yang berkesan dari Buku ini terkait isinya :

Sebelum mengompos, Pisahkan berbagai jenis sampah

Dalam hal ini, semua jenis sampah dijelaskan kelompoknya dan kategorisasi pemilahannya.

Sebelum mengompos, Olah sisa organik Dulu

Cukup takjub dan tercengang membaca bagian itu, betapa Bu DK juga memberikan cara mengelola makanan leftovers, mengolah yang sudah tak terpakai dengan do it yourself sebelum dijadikan kompos.

Kompos dengan Alat yang ada di rumah

Yang biasanya dipikirkan oleh sebagian besar orang adalah modal untuk membuat kompos. Namun Bu Dini menjelaskan bahwa apapun yang ada di rumah, bisa digunakan untuk menjadi starter kit komposter. Pot, gerabah, drum, ember segala barang bekas juga bisa.

Penjelasan lainnya juga mudah saya cerna. Di perjalanan halaman buku, kita diajak untuk tidak lagi menyebut sampah sebagai sampah. Melainkan sebagai sisa konsumsi.

Untuk detailnya, bisa baca buku tersebut sendiri ya atau mengikuti kelas kompos yang diadakan oleh Bu DK.

The last. Karena hari ini HPSN. Saya ingin mengucapkan beberapa kata untuk merayakan hari ini dengan perubahan.

3 thoughts on “Review Buku Mengompos di Rumah itu Mudah”

Tinggalkan Balasan