REVIEW

[Review Buku] Muslim Produktif

Sepertinya ini buku pertama yang berbahasa Indonesia yang saya review tahun 2021 di blog ini. Buku yang sebenarnya pernah saya pinjam, lupa tahun berapa, namun kembali saya pinjam (di ipusnas lagi) sebab beberapa hari lalu sempat dibahas di web klip WhatsApp Grup.

Detail

  • Judul Buku : Muslim Produktif, ketika keimanan menyatu dengan produktivitas
  • Penulis : Muhammed Faris
  • Penerbit : PT. Elex Media Komputindo (Kompas Gramedia)
  • Jumlah halaman (cover to cover) : 320 halm.
  • ISBN : 978-602-04-7173-0

Isi Bab Buku

  1. Apakah Produktivitas itu?
  2. Islam dan Produktivitas
  3. Produktivitas Spiritual
  4. Produktivitas Fisik
  5. Produktivitas Sosial
  6. Menghubungkan Produktivitas dengan tujuan dan visi Anda
  7. Mengembangkan kebiasaan Produktif

Nah, berikut ini resume dari buku yang saya susun secara singkat, jika ada yang menggunakan rangkuman ini, pun dengan blog artikel lainnya, bisa minta tolong sitasinya (menyebutkan sumber blog ini ya).

Apakah Produktivitas itu?

Singkatnya adalah suatu output dari input. Jika dirumuskan, produktivitas merupakan gabungan antara fokus x energi x waktu. Kenapa?

Karena :

  1. Jika kita memiliki banyak energi dan waktu, namun kurang fokus, maka konsentrasi kita akan terus menerus terganggu. Melompat dari satu tugas ke tugas lain, sehingga tidak menyelesaikan tugas yang sedang dihadapi.
  2. Jika memiliki fokus dan energi namun tidak memiliki waktu, maka tidak akan bisa produktif. Otomatis tak bisa.
  3. Jika memiliki fokus dan waktu namun tak memiliki energi, yang ada tentu kita merasa kewalahan, lelah berat. Dan lesu saat menyelesaikan berbagai tugas.

Maka, agar menjadi produktif, kita harus memiliki ketiga unsur itu, fokus, energi, dan waktu.

Produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus-menerus) dengan energi, fokus, dan waktu kita untuk memaksimalkan potensi kita serta meraih hasil yang bermanfaat.

hal.2

Hal-hal yang perlu kita ketahui tentang Produktivitas :

  1. Produktivitas BUKAN berarti sibuk. Ini pernah saya bahas di link manajemen waktu.
  2. Produktivitas BUKANLAH sebuah kejadian. Misal, ada yang bilang, “saya produktif nih hari ini.”. Itu bukan produktif, sebab produktivitas adalah sebuah proses, butuh waktu.
  3. Produktivitas itu TIDAK membosankan. Sehingga itu yang akan terus dilakukan, tidak putus.
  4. Kita TIDAK BISA selalu menjadi produktif. Sebab kita bukan mesin.

Islam dan Produktifitas

Di bab ini, membicarakan tentang sejarah ilmu produktifitas modern yang berasal dari berbagai penelitian. Kemudian lanjut tentang paradigma islam tentang hal ini.

Islam memandang produktivitas sebagai alat, bukan tujuan itu sendiri. Menurut islam, produktivitas adalah :

  1. Produktivitas yang dikendalikan oleh tujuan. Yang utama adalah sebagai hamba Allah dan wakil atau penguasa bumi secara berkesinambungan.
  2. Produktivitas yang didorong oleh nilai. Kuncinya adalah, semakin kita menerapkan nilai-nilai islam di kehidupan sehari-hari maka kita akan semakin mendapatkan hal-hal baik dan terbaik. Misalnya : amanah, shiddiq, ihsan.
  3. Produktivitas yang dibimbing oleh Jiwa. Ada dalam Q.S Al-Isra’ : 85). Sebab jiwa membutuhkan asupan. Tipsnya ‘mulailah dari yang paling akhir’ yaitu untuk muslim, yakin pada hari akhir, surga (Q.S Al-Baqarah : 35).

Produktivitas Spiritual

Berkaitan dengan energi, fokus dan waktu kita dengan spiritualitas. Untuk memulainya, kita perlu mengikuti ALqur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Kita harus mencari keberkahan dalam kehidupan kita melalui sumber daya dan sarana yang tepat. Kita harus istighfar setiap hari.

Energi spiritual dalam konsep islam adalah takwa, syukur, sabar, ihsan dan tawakkal. Dalam ibadah yaitu shalat & wudhu, zikir, mengikuti sunnah, sedekah, dan istighfar.

Fokus spiritual dalam konsep islam meliputi niat dan kehalalan serta kethoyyiban. Dalam konsep ibadah adalah shalat khusyu’, berdo’a khusyu’, membaca alqur’an dengan berkesadaran dan zikir.

Waktu spiritual dalam islam meliputi nilai dan investasi. Tentu investasi pada Allah ya.

Produktivitas Fisik

Meliputi manajemen tidur, nutrisi dan kebugaran kita.

Manajemen tidur meliputi 3 solusi :

  1. Solusi sosial, yakni tidur dengan hati yang bersih.
  2. Solusi fisik, meliputi siklus tidur (kebanyakan orang memiliki siklus tidur seputar 90 menit, bangun pada akhirsiklus tidur itu terbaik) , kekuatan tidur siang (luangkan beberapa menit. ada 3 jenis : cat nap 20 menit- ini baik, action nap 40-45 menit, dan long nap 90 menit). dan boleh (olahraga siang hari, jurnaling, dapat sinar matahari) serta yang tak boleh dilakukan (makan 3 jam sebelum tidur, konsumsi kafein pada sore hari dan melihat layar sebelum tidur).
  3. Solusi spiritual. Niat dan tindakan (sebelum dan sesudah tidur- adab tidur)

Manajemen nutrisi meliputi :

  1. Solusi fisik dengan cara berkonsultasi ke ahli gizi, buat catatan harian tentang makanan, merencanakan makanan, sarapan makanan bergizi, makan buah, cukup air putih dan membawa peralatan makan sendiri.
  2. Solusi sosial, membagi makanan dengan orang lain dan makan bersama orang yang sadar akan kesehatan.
  3. Solusi spiritualnya, pikirkan bagaimana makanan kita bisa sampai kedalam tubuh kita, berpuasa secara rutin dan makan dengan tangan kanan.

Manajemen kebugaran :

  1. Olahraga itu bukan hanya tentang tubuh, namun juga otak. usahakan setiap pekan, minimal 150 menit untuk olahraga intensitas sedang dan 75 menit olahraga intensif.
  2. Menyederhanakan rumah, juga membereskan tempat kerja kita.
  3. Menyederhanakan dekstop dan file digital.

Dan seterusnya.

Oia, ada tips agar hidup ringan, di spotify saya.

*bersambung, nanti saya lanjutkan, setoran pas ngantuk dan udah malam.

1 thought on “[Review Buku] Muslim Produktif”

Tinggalkan Balasan