Review Little Abid

Seperti janji saya kemarin bahwa saya akan membuat review boardbook favorit putra saya. Yaitu buku Little Abid.

Tapi sebelumnya saya akan menceritakan cara mengenalkan buku pada anak, karena saya dan suami bersepakat bahwa tidak akan menyediakan televisi di rumah. Selain kami tidak punya waktu juga sejak kecil kami dididik memang tidak memiliki TV di keluarga kami masing-masing.

Mengenalkan buku pada anak bukan bertujuan anak bisa membaca sejak dini, bukan. Aktifitas membaca itu sendiri kelak akan ia lakukan dengan otomatis dengan bertambahnya usia. Disini yang kami lakukan adalah aktifitas pra-membaca. Yaitu mengenalkan buku dan membacakannya.

Perlu kita ketahui bersama, bahwa berdasarkan hasil survey tahun 2011 dari UNESCO, mereka menunjukkan bahwa tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Ini berarti, hanya satu dari 1000 orang Indonesia yang masih β€˜mau’ membaca buku secara serius. Sedih ya, hiks. Miriiiss. So, Jangan menjadi salah satu dari 999 orang Indonesia yang tidak mau serius membaca yaa.

Maka itulah sebenarnya alasan utama saya diatas untuk TIDAK MENYEDIAKAN TELEVISI di rumah, sebab untuk membaca bukupun waktu 24 jam pun terasa kurang. Jaman dulu pas single sehari bisa habis 1-2 buku sehari. Kini…sehari hanya mampu seperempat buku. ckckckck. makanya saya berharap anak saya lebih baik daripada kami, ortunya.

Kenapa membaca buku ini penting? terutama untuk anak usia dini (dibacakan oleh ortunya ya). Sebab hanya dengan membaca buku lah semua goals baik itu tercapai. Dengan membaca buku akan mampu menambah kosakata anak, meningkatkan keterampilan komunikasi, mengenalkan konsep baru, melatih kemampuan berpikir logis, melatih konsentrasi, menghadapi cakawala, siap menghadapi kehidupan nyata,membentuk pola pikir dan perilaku, membangun bonding dengan ortu, dan yang pasti adalah menumbuhkan minat baca pada anak, dll. Tujuan lainnya agar anak menikmati proses belajar dengan membaca.

Okeh, lalu kapan mengenalkan bukunya? sejak Syahid masih bayii. Awalnya buku bantal gitu, lama-lama naik tingkatannya. Pertama kali kenal ia akan merobek buku, meremas, memainkannya dan bahkan menjilat, mengemut dan memakan kertas bukunya. Hehehe

Awalnya pasti kita gemes ya, saya sebelumnya nggak paham kenapa ini anak makan kertas? padahal udah dikasih cemilan. setelah saya konsultasikan dengan senior yang alumni psikolog, kata beliau hal itu wajar karena anak kita sedang mengoptimalkan fungsi inderanya. Ketika masa itu sudah selesai maka tidak akan mau ia ulangi lagi.

Oh yes, saya paham. Oke. Maka saya carikan syahid media buku biasa yang isinya kertas biasa (bukan buku bacaan) untuk meremas, merobek dll.

Setelah Syahid masuk usia 2 tahun, dia sudah tidak lagi merobek buku bacaannya.

Tahun kemarin 2017, ada buku baru dari Tigaraksa (saya ini EPCnya ya) yaitu buku Litle Abid. Sebelumnya saya sudah punya buku Bunda Ajarkan Aku Ibadah (BAAI). KArakternya sama masih Abid tapi jika BAAI abid udah SD, kalau Little Abid ceritanya abid masih balita.

Buku ini berbeda dari buku yang lain. Kontennya lengkap, dibutuhkan anak banget…dan yang pasti sangat terjangkau.

Saya sendiri memang mengalokasikan buku-buku premium untuk investasi anak jangka panjang, saya ikut arisan buku. Mumpung anak saya masih satu dan masih (menuju) batita. Kenapa buku premium? iya selain komplit, awet, lengkap, kontennya oke juga melihat dari segi kualias.

Buku ini berbahan ringan, ivory. Sehingga handlingnya nyaman untuk tangan mungil batita. Bahkan anak saya mampu membawa dua buah buku sekaligus ke atas tempat tidur (jika sebelum tidur malam).

Lalu isinya apa aja?

Β 

Balita Cerdas dan Sholeh.
“A Smart Way to Explore the potential of your children”

πŸ”†Product Benefit πŸ”†
βœ…Meliputi 4 Topik penting pendidikan anak :
Basic Knowledge, Life Skill, General Values, dan Spiritual Values

βœ…Mengangkat tema krusial pendidikan anak : pendidikan seksual, pertolongan pertama pada kecelakaan, menghargai perbedaan, serta beragam profesi yg dapat menjadi cita-cita anak

βœ…Bentuk tulisan yg ringan, imajinatif, riang, dan syarat makna : 8 buku bahasa inggris dan 19 buku berbahasa indonesia.

βœ…Dilengkapi dengan buku catatan untuk ayah bunda yg memaparkan tentang konsep pendidikan anak usia balita.

βœ…Dapat dibaca e-pen dalam dua bahasa : inggris dan indonesia.

βœ…Boardbook, Fullcolor, dan rounded tip hard cover.

βœ…Bonus :
-poster watch me grow
-puzzle set
– countainer truck, yg sekaligus bisa dijadikan sarana bermain anak-anak.

πŸ”†7 Aspek Pendidikan Anak dalam islamπŸ”†
1. Aspek keimanan
2. Aspek Moral
3. Aspek Fisik
4. Aspek Akal
5. Aspek kejiwaan
6. Aspek sosial
7. Aspek seksual

πŸ”†9 Sisi Kecerdasan MajemukπŸ”†
1. Kecerdasan Logis-matematis.
2. Kecerdasan Visual-Spasial
3. Kecerdasan Interpersonal
4. Kecerdasan Intrapersonal
5. Kecerdasan Verbal – Linguistik
6. Kecerdasan Kinestetik
7. Kecerdasan Musikal
8. Kecerdasan Naturalis
9. Kecerdasan Eksistensial
Complete series

πŸ”†JUDUL BUKUπŸ”†
βœ…Basic Knowledge
1. I Learn About Talking to Other
2. I Learn About Time
3. I Learn About Moving Around
4. I Learn About Sound
5. I Learn About Tekstures
6. I Learn About Tast and Smell
7. I Learn About Colours
8. I Learn About Math
Life Skil
9. Aku Tahu Darimana Aku Berasal
10. Aku Tahu Hari dan Bulan
11. Aku Mandi Sendiri
12. Aku Makan Makanan Sehat
13. Gigiku Sehat
14. Aku Berani Tidur Sendiri
15. Aku Belajar Pertolongan Pertama.
16. Aku Anak Mandiri

βœ…General values :
17. Jujur Itu Hebat
18. Aku Menghargai Perbedaan
19. Aku Suka Berbagi
20. Aku Sayang Ayah Bunda
21. Aku Anak Penyayang
22. Aku Berbeda Sama Syafa
23. Aku Bangga Pada Mereka

βœ…Spiritual Values
24. Allah Maha Hebat
25. Rosulullah idolaku
26. Aku rajin sholat
27. Aku rajin mengaji

Total 27 buku 😍😍

Pertama kali punya buku ini, syahid suka banget yang berjudul ‘Gigiku Sehat’ dan dia langsung mengambil sikat giginya. Praktek, hehehehe.Β 

Β 

Buku ini karya Bunda Ary dari Cordoba Kids. Selain isinya juga sangat positif, kalimat yang ada didalam bukunya semuanya positif (tidak ada kalimat negatif untuk anak) juga ilustrasinya mendekati kehidupan nyata. Seperti gambar tempe, tahu, telur, ikan dan hampir semua tokoh didalamnya juga sangat ‘hidup’ artinya dekat dengan kehidupan anak. Bukan yang ala-ala dongeng fairy tale gitu, yang membuat anak sulit menerima kenyataan hidup.

Asiknya buku ini tuh.. bisa dibaca pakai hafiz pen. Sebelumnya pada tahun 2016 silam saya sudah punya mushaf for kids untuk anak saya. Pas Little Abid muncul, saya hanya menambah chip aja untuk baca. Namun kata suami, lebih baik dipisah punya dua gapapa karena anak akan kesulitan mengeluarkan dan memasukkan chip bergantian. Soalnya memorinya beda. Okelah akhirnya saya punya 2 hafiz pen. 1 hafiz pen buat baca buku hafizdoll, mushaf for kids dan ressa. Dan satunya khusus membaca little abid dan bunda ajarkan aku ibadah.

Jadi anak bisa explore buku sekaligus melatih motorik halusnya (memegang pulpen).

Nggak hanya anaknya yang belajar, ortunya pun juga ada buku spesialnya nih khusus ortu. Buku warna putih yang menajdi panduan untuk para orangtua dalam mendidik anak dan cara menggunakan buku little abid.

Selain boarbook dan buku juga ada bonus mobil-mobilan dan puzzle. Puzzlenya bisa dijadikan tangram juga. asik kann. saya share yaa poto dari Bunda Ary.

Tinggalkan Balasan